<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wonderful Rainbow</title>
	<atom:link href="http://rafaelbudi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rafaelbudi.wordpress.com</link>
	<description>talk about dream and my personal thought</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Aug 2011 04:41:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rafaelbudi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Wonderful Rainbow</title>
		<link>http://rafaelbudi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rafaelbudi.wordpress.com/osd.xml" title="Wonderful Rainbow" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rafaelbudi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ketika Semangat Karyawan Terbawa Pengusaha</title>
		<link>http://rafaelbudi.wordpress.com/2011/03/22/ketika-semangat-karyawan-terbawa-pengusaha/</link>
		<comments>http://rafaelbudi.wordpress.com/2011/03/22/ketika-semangat-karyawan-terbawa-pengusaha/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 15:35:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rafael Budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rafaelbudi.wordpress.com/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama meninggalkan kursi sebagai seorang karyawan terkadang masih saja kebiasaan-kebiasaannya masih terbawa. Yang paling menonjol adalah masalah disiplin. Jika ketika sebagai karyawan masuk kerja tepat waktu maka sekarang masuk kerjanya tidak jelas kadang pagi kadang malah lebih pagi. Itu mungkin hal yang bagus. Tapi selanjutnya jam makan siang dan jam pulang masih tetap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rafaelbudi.wordpress.com&amp;blog=1665530&amp;post=377&amp;subd=rafaelbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sekian lama meninggalkan kursi sebagai seorang karyawan terkadang masih saja kebiasaan-kebiasaannya masih terbawa. Yang paling menonjol adalah masalah disiplin. Jika ketika sebagai karyawan masuk kerja tepat waktu maka sekarang masuk kerjanya tidak jelas kadang pagi kadang malah lebih pagi. Itu mungkin hal yang bagus. Tapi selanjutnya jam makan siang dan jam pulang masih tetap saja mencoba mengikuti kebiasaan-kebiasaan lama. Jadi ketika jam sudah berdentang 12 kali maka secara otomatis pekerjaan ditinggalkan. Isi perut dulu. </p>
<p>Dan untuk jam pulang meski tidak patuh-patuh ama jadwal dulu, tapi tetap saja masih ada efeknya. Jam pendek ke angka lima secara naluri langsung beres-beres barang-barang. Kebiasaan-kebiasaan lain juga terkadang masih terbawa. Misalnya sikap masa bodoh. Ketika target dan pekerjaan berat untuk diselesaikan timbul rasa malas, rasa masa bodoh. Jikalau ketika masih karyawan sikap seperti itu sekali-kali mungkin boleh. Yah seandainya keterusan juga paling kena marah. SP mungkin jauh, lagian SP juga masih ada 3 kok. He2.</p>
<p>Nah itu kondisi saat masih karyawan dimana tanpa mengejar performance dan tanpa berjuang maksimal tetap masih menerima income bulanan, meski insentif tidak banyak karena KPInya jelek, tapi dalam kondisi ini sekali lagi tetap menerima gaji. Perusahaan mengalami krisis atau rugipun tetap hak karyawan tetap dibayar.</p>
<p>Itu bicara kondisi ketika masih karyawan. Bagaimana ceritanya jika sebagai pengusaha baru yang masih berjuang tapi masih memiliki mental seperti itu (tulisan ini tidak untuk menjelekkan sebuah profesi, tapi adalah cerminan pengalaman penulis), maka yang terjadi perusahaan akan mengalami kemunduran bahkan kolaps. Yah bagaimana tidak hancur, mentang-mentang tidak ada dukungan bekerja seadanya, padahal perusahaan harus tetap berjalan, perut karyawan juga harus makan. </p>
<p>Dan kesimpulannya kebiasaan-kebiasaan yang buruk selama menjadi karyawan hendaknya harus dihilangkan ketika memutuskan bertransformasi menjadi pengusaha. Perusahaan harus disetir dengan kecepatan dan kerja keras 2 bahkan 3 kali lipat agar pertumbuhannya kencang. Dan dalam hal ini sikap masa bodoh, malas dan tidak kreatif serta tanpa inovasi akan menghancurkan perusahaan lebih dalam dari jurang kematian. </p>
<p>Beruntung saat ini sikap dan mindset seperti itu perlahan mulai pudar, meski terkadang masih seperti diceritakan diatas. Tapi komitmen untuk perubahan tetap digaungkan dalam sanubari. Mengapa?. Karena saat ini kita yang harus menggaji kita sendiri. Tidak kerja keras, tidak tekun, dan tidak teliti maka siap-siap bulan depan tidak dapat gaji.</p>
<p>Salam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rafaelbudi.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rafaelbudi.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rafaelbudi.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rafaelbudi.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rafaelbudi.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rafaelbudi.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rafaelbudi.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rafaelbudi.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rafaelbudi.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rafaelbudi.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rafaelbudi.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rafaelbudi.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rafaelbudi.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rafaelbudi.wordpress.com/377/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rafaelbudi.wordpress.com&amp;blog=1665530&amp;post=377&amp;subd=rafaelbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafaelbudi.wordpress.com/2011/03/22/ketika-semangat-karyawan-terbawa-pengusaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e40645e91890375eb4fafac16b8a919?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Budi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Love Poetry I Ever Made</title>
		<link>http://rafaelbudi.wordpress.com/2011/03/22/love-poetry-i-ever-made/</link>
		<comments>http://rafaelbudi.wordpress.com/2011/03/22/love-poetry-i-ever-made/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 14:26:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rafael Budi</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://rafaelbudi.wordpress.com/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[6 tahun menjadi waktu yang melelahkan bagiku. Menunggumu menyadari ada cinta yang dalam dihatiku. Aku tidak pernah berharap semua seperti ini. Karena bisa mengenalmu saja anugrah bagiku Hari-hari akan kujalani tanpamu disisi. Cantik wajahmu, manja tingkahmu. Itu yang akan menguatkan aku. Untuk pulang dan kembali padamu. Cinta memang aneh. Buat orang senang dan sedih. Tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rafaelbudi.wordpress.com&amp;blog=1665530&amp;post=367&amp;subd=rafaelbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>6 tahun menjadi waktu yang melelahkan bagiku.<br />
Menunggumu menyadari ada cinta yang dalam dihatiku.<br />
Aku tidak pernah berharap semua seperti ini.<br />
Karena bisa mengenalmu saja anugrah bagiku</p>
<p>Hari-hari akan kujalani tanpamu disisi.<br />
Cantik wajahmu, manja tingkahmu.<br />
Itu yang akan menguatkan aku.<br />
Untuk pulang dan kembali padamu.</p>
<p>Cinta memang aneh.<br />
Buat orang senang dan sedih.<br />
Tapi cinta karunia Tuhan yang indah<br />
Dan bisa mencintaimu adalah hal paling indah</p>
<p>Detik ini kuingat padamu.<br />
Tak sanggup rasanya meninggalkanmu.<br />
Telah kutitipkan cintaku padamu.<br />
Kuminta kau rawat dan sirami agar tetap mekar dan harum</p>
<p>Cinta ini membuat aku gelisah.<br />
Tapi cinta ini juga membuatku kuat.<br />
Aku janji akan kembali.<br />
Karena ada sosok cinta yang menungguku.</p>
<p>Kata-kata ini tidak indah<br />
Dikarang ditempat yang juga indah<br />
Tapi kuharap ia bisa membuat indah cinta kita</p>
<p>Tunggulah aku kembali.<br />
Aku ingin memelukmu lagi.<br />
Merasakan cinta yang telah sama-sama kita jaga</p>
<p>Sayang, masihkah engkau akan mencintaiku.<br />
Ketika matahari telah terbenam.<br />
Ketika kau buka matamu kembali dihari fajar.<br />
Apakah aku masih tinggal dihatimu?</p>
<p>Bandara Soekarno-Hatta, 04 Januari 2008</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rafaelbudi.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rafaelbudi.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rafaelbudi.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rafaelbudi.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rafaelbudi.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rafaelbudi.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rafaelbudi.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rafaelbudi.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rafaelbudi.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rafaelbudi.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rafaelbudi.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rafaelbudi.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rafaelbudi.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rafaelbudi.wordpress.com/367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rafaelbudi.wordpress.com&amp;blog=1665530&amp;post=367&amp;subd=rafaelbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafaelbudi.wordpress.com/2011/03/22/love-poetry-i-ever-made/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e40645e91890375eb4fafac16b8a919?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Budi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidup Untuk Berubah</title>
		<link>http://rafaelbudi.wordpress.com/2011/03/22/hidup-untuk-berubah/</link>
		<comments>http://rafaelbudi.wordpress.com/2011/03/22/hidup-untuk-berubah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 14:22:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rafael Budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rafaelbudi.wordpress.com/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kehidupan ini, banyak hal yang mempengaruhi kita untuk berubah. Apakah itu menjadi lebih baik atau menjadi buruk. Orang yang dominan berada dilingkungan baik, maka sifat dan pemikirannya juga akan menjadi baik. Sebaliknya pengaruh buruk dalam lingkungan yang buruk membuat sifat, perangai serta pola pikirnya menjadi buruk juga. Meski kebanyakan kasus ditemui seperti contoh diatas, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rafaelbudi.wordpress.com&amp;blog=1665530&amp;post=364&amp;subd=rafaelbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kehidupan ini, banyak hal yang mempengaruhi kita untuk berubah. Apakah itu menjadi lebih baik atau menjadi buruk. Orang yang dominan berada dilingkungan baik, maka sifat dan pemikirannya juga akan menjadi baik. Sebaliknya pengaruh buruk dalam lingkungan yang buruk membuat sifat, perangai serta pola pikirnya menjadi buruk juga. </p>
<p>Meski kebanyakan kasus ditemui seperti contoh diatas, tapi tetap aja ada kondisi berbalik dengan kondisi lingkungannya. Artinya orang dilingkungan baik malah sifatnya menjadi buruk. Anomali sifat dan perilaku itu sebenarnya wajar dikarenakan naluri dasar manusia yang dilengkapi akal untuk memilih mengikuti hal-hal disekitarnya atau menjadi termotivasi untuk berubah dari kebiasaan lingkungannya.<br />
Sebagai catatan ingkungan dalam hal ini lebih saya tekankan pada lingkungan tempat seseorang itu berinteraksi. </p>
<p>Adapun terkadang untuk berubah dari lingkungan yang istilahnya &#8220;dari dulu udah gitu&#8221; memang bukan hal mudah. Ketika saya pertama memulai bisnis banyak suara-suara sumbang yang berusahakan menghentikan langkah saya. Baik dari pihak keluarga maupun juga teman-teman dimana saya biasa bergaul. Mereka mengatakan bahwa saya tidak cocok untuk berbisnis, resikonya terlalu besar. Belum lagi yang mengatakan bahwa karir saya sudah bagus dan sayang untuk ditinggalkan. Lingkungan saya yang kebanyakan pekerja membuat stigma bahwa berbisnis itu penuh resiko. Tapi dengan keyakinan untuk berubah dan yakin bahwa rezeki itu asalnya dari Yang Diatas saya keukeuh dengan keputusan saya. </p>
<p>Meski tidak berlatar belakang ilmu psikologi, tapi saya bisa menyimpulkan bahwa ada beberapa kondisi yang memaksa manusia untuk berubah. Yang pertama saya sebut sebagai perubahan karena lingkungan. Coba bayangkan jika kita punya teman bermain ataupun biasa disebut teman kumpul dimana teman-teman kita itu sudah menikah misalnya, sedangkah kita belum, penghasilannya juga sudah besar jauh melampaui penghasilan kita, sedangkan kita boro-boro menyamai, mencukupi aja belum. Nah jika kondisi itu terjadi apakah yang aakan kita rasakan, pasti kita termotivasi sekali untuk menjadi sama seperti teman-teman kita itu. Mungkin karena itu kita akan semakin giat bekerja serta mencari penghasilan tambahan agar pendapatan kita meningkat. Dan dalam hal asmara mungkin kita akan semakin memperbaiki diri dan penampilan, terbuka untuk pergaulan agar tentukan kita mendapatkan pasangan yang nanti akan kita ajak untuk menikah. </p>
<p>Dan kondisi yang kedua adalah yang berubah karena kesadaran pribadi. Jika kondisi pertama mungkin sesuatu yang wajar, lingkungan yang baik membuat kita termotivasi menjadi lebih baik juga. Dan kondisi yang kedua ini adalah sesuatu yang lebih sulit. Bayangkan jika kita berada dilingkungan pergaulan yang buruk. Misalnya teman-teman kita adalah para penjahat, pelaku kriminal, dan terbiasa mendapatkan sesuatu dengan cara kekerasan, peluang kita untuk menjadi seperti mereka pastilah terbuka lebar. Dan sifat-sifat buruk itu pasti terbawa dalam kehidupan sosial kita. Dan jika kita tidak mengikuti mereka, mereka akan mengejek bahwa kita &#8220;sok suci&#8221;, &#8220;anak penjahat&#8221;, &#8220;memang sudah ditakdirkan hidup begini&#8221;. Artinya ucapan-ucapan negatif itu terkadang membuat kita menyurutkan langkah untuk berubah. </p>
<p>Oprah Winfrey mungkin salah satu contoh orang yang berubah karena kesadaran pribadi. Dengan latar belakang peranakan kulit hitam yang keras, pelecehan seksual dan pemerkosaan telah didapatkannya diusia yang belia. Jika ia terpuruk dan menyesali nasib pastilah orang mungkin tidak pernah melihat ia membawakan acara talkshownya yang terkenal, tapi sedang berada dipinggir jalan menjajakan diri, dan ini diakuinya. Keinginan untuk berubah dan menggapai impiannya yang kuatlah yang membawa ia tidak terpuruk. </p>
<p>Dan banyak kisah inspiratif lainnya yang pernah kita dengar dari orang yang mampu merubah diri padahal lingkungannya tidak mendukung. </p>
<p>Untuk berubah dalam kondisi lingkungan yang mendukung atau tidak kita harus menetapkan tujuan dan target sebagai alasan kita untuk berubah. Dengan menetapkan sesuatu yang menantang maka kita akan termotivasi untuk mencapainya. </p>
<p>Salam</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rafaelbudi.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rafaelbudi.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rafaelbudi.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rafaelbudi.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rafaelbudi.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rafaelbudi.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rafaelbudi.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rafaelbudi.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rafaelbudi.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rafaelbudi.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rafaelbudi.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rafaelbudi.wordpress.com/364/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rafaelbudi.wordpress.com/364/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rafaelbudi.wordpress.com/364/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rafaelbudi.wordpress.com&amp;blog=1665530&amp;post=364&amp;subd=rafaelbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafaelbudi.wordpress.com/2011/03/22/hidup-untuk-berubah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e40645e91890375eb4fafac16b8a919?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Budi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Enterpreneurship, Maju atau Jalan ditempat.</title>
		<link>http://rafaelbudi.wordpress.com/2011/03/22/enterpreneurship-maju-atau-jalan-ditempat/</link>
		<comments>http://rafaelbudi.wordpress.com/2011/03/22/enterpreneurship-maju-atau-jalan-ditempat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 14:15:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rafael Budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rafaelbudi.wordpress.com/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini banyak media baik cetak ataupun elektronik ramai-ramai membahas tentang enterpreneurship atau kewirausahaan. Profil mereka yang sukses berbisnis ditampilkan disertai tips-tips bagi siapapun yang ingin memulai bisnis. Tentu saja hal ini sangat menggoda, tapi apakah hal tersebut menambah jumlah pebisnis baru secara signifikan. Dalam teori ekonomi, negara yang mempunyai fondasi ekonomi yang kuat adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rafaelbudi.wordpress.com&amp;blog=1665530&amp;post=362&amp;subd=rafaelbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini banyak media baik cetak ataupun elektronik ramai-ramai membahas tentang enterpreneurship atau kewirausahaan. Profil mereka yang sukses berbisnis ditampilkan disertai tips-tips bagi siapapun yang ingin memulai bisnis. Tentu saja hal ini sangat menggoda, tapi apakah hal tersebut menambah jumlah pebisnis baru secara signifikan.</p>
<p>Dalam teori ekonomi, negara yang mempunyai fondasi ekonomi yang kuat adalah dimana banyaknya atau semakin bertambahnya pebisnis-pebisnis baru dalam bidang bisnis yang umum maupun bisnis kreatif. Dan karena itu untuk menghindari krisis ekonomi yang sering menyerang negara-negara berkembang, maka dinegeri ini juga seharusnya digalakkan program-program yang memihak kepada calon-calon pengusaha baru.</p>
<p>Dan pertanyaannya sekarang apakah sudah banyak orang yang sudah memulai berbisnis dan apakah pemerintah juga memberikan kemudahan-kemudahan bagi para calon pebisnis baru.</p>
<p>Untuk pertanyaan pertama sebelum menjawabnya kita harus kembali melihat kebiasaan atau pendapat banyak orang dimasyarakat. Meski mengetahui bahwa berbisnis adalah salah satu cara untuk mencapai jaminan finansial yang cukup tapi tetap saja pendapat-pendapat negatif sering diucapkan, mereka mengatakan bahwa berbisnis itu sulit, penuh resiko, kalau salah urus bisa bangkrut, perlu modal besar dan seterusnya. Bukankah kata-kata itu biasa kita dengar. Dan jangan salah mungkin anda pernah mendengarnya justru dari orang terdekat anda sendiri. Kesimpulannya pengusaha adalah tipe orang yang mampu mendobrak keterbatasan, kekangan serta pendapat yang menjatuhkan untuk mencapai tujuannya. Jadi sebelum berbisnis kita harus mengesampingkan dulu pendapat-pendapat diatas. </p>
<p>Paling penting dalam berbisnis adalah selalu belajar baik dari buku maupun langsung dari orang yang sudah sukses dibidang yang kita geluti. Dunia informasi yang semakin maju memberikan kita kemudahan dalam mendapatkan informasi profil orang-orang yang sudah sukses dibisnisnya. Terkadang mereka juga bercerita tentang pengalaman jatuh bangunnya serta titik dimana mereka menginjakkan kaki disukses yang dituju. Banyak orang juga tidak segan berbagi tips-tips untuk memulai dan menjalankan bisnis. Diforum-forum internet bisa kita temui orang-orang yang saling bertukar pendapat mengenai pengalaman, tips, kendala mereka dalam berbisnis.</p>
<p>Saya sendiri yakin bahwa jumlah enterpreneur di Indonesia semakin bertambah. Hal ini didasari semakin banyak industri-industri kreatif yang terus tumbuh. Ketersediaan pasar yang menuntut pemenuhan kebutuhan masyarakat menjadi peluang bagi banyak orang menemukan cara-cara baru menciptakan produk. </p>
<p>Pertanyaan kedua mungkin tidak kalah penting. Ya apakah dukungan pemerintah sudah maksimal. Kalau menurut saya dukungannya sudah lebih baik walaupun bisa dikatakan belum maksimal. Misal dalam hal permodalan, dimana kalau dulu bank sangat selektif dalam memberikan pinjaman apalagi kepada pengusaha kecil. Tapi kini banyak kita temui bank-bank atau juga institusi keuangan lain yang mempunyai divisi yang mengurusi permodalan untuk usaha kecil dan menegah. Meski begitu bank juga terlihat masih ragu untuk fokus pada hal itu. Kalau kita lihat belum semua bank memberikan dukungan permodalan serta pelayanan yang masih terbatas dan belum tersebar disemua wilayah membuat perkembangan kewirausahaan juga terbatas didaerah-daerah tertentu saja. Dalam hal ini pemerintah sebagai induk daripada sebuah negara mestinya berperan lebih besar. Mereka seharusnya mempunyai program yang mendukung enterpreneurship dan juga pelatihan-pelatihan, kemudahan dalam perijinan, serta dukungan lain yang memberikan kemudahan bagi calon pengusaha ataupun yang sudah menjadi pengusaha untuk lebih berperan lagi dalam perekonomian dinegerinya sendiri.</p>
<p>Tulisan ini hanya pendapat pribadi penulis yang juga berlatar belakang pengusaha. </p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rafaelbudi.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rafaelbudi.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rafaelbudi.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rafaelbudi.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rafaelbudi.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rafaelbudi.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rafaelbudi.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rafaelbudi.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rafaelbudi.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rafaelbudi.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rafaelbudi.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rafaelbudi.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rafaelbudi.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rafaelbudi.wordpress.com/362/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rafaelbudi.wordpress.com&amp;blog=1665530&amp;post=362&amp;subd=rafaelbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafaelbudi.wordpress.com/2011/03/22/enterpreneurship-maju-atau-jalan-ditempat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e40645e91890375eb4fafac16b8a919?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Budi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suka Duka Menjadi Pengusaha</title>
		<link>http://rafaelbudi.wordpress.com/2010/11/06/suka-duka-menjadi-pengusaha/</link>
		<comments>http://rafaelbudi.wordpress.com/2010/11/06/suka-duka-menjadi-pengusaha/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Nov 2010 14:25:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rafael Budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://rafaelbudi.wordpress.com/2010/11/06/suka-duka-menjadi-pengusaha/</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah anda merasa enaknya jadi pengusaha?. Mungkin belum. Tapi pasti menjadi pengusaha sudah pernah merasakan susahnya. Beberapa orang menyebutnya &#8220;happy problem&#8221;. Bayangkan banyak orang menjadi pengusaha karena tidak punya pendidikan, di PHK, atau mungkin langsung terjun dari profesional kepengusaha. Hal yang ketiga itulah yang kadang membuat batin tidak sanggup menghadapi keadaan. Menjadi pengusaha itu enaknya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rafaelbudi.wordpress.com&amp;blog=1665530&amp;post=357&amp;subd=rafaelbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah anda merasa enaknya jadi pengusaha?. Mungkin belum. Tapi pasti menjadi pengusaha sudah pernah merasakan susahnya. Beberapa orang menyebutnya &#8220;happy problem&#8221;. </p>
<p>Bayangkan banyak orang menjadi pengusaha karena tidak punya pendidikan, di PHK, atau mungkin langsung terjun dari profesional kepengusaha. </p>
<p>Hal yang ketiga itulah yang kadang membuat batin tidak sanggup menghadapi keadaan. Menjadi pengusaha itu enaknya belum pasti tapi susahnya udah wajib. Semasa menjadi karyawan, apalagi profesional diperusahaan bonafid dengan jabatan dan posisi tinggi yang sebelumnya sungguh sangat nyaman tiba-tiba hilang sekejab mata karena keinginan untuk menjadi Direktur bagi perusahaan sendiri. Status sosial berubah, tidak ada lagi panggilan-panggilan bernada respek sebagai wujud penghormatan dari bawahan keatasan, malah yang terjadi terkadang makian dan kemarahan dari pelanggan yang diterima.</p>
<p>Bukan hanya status sosial, status ekonomi juga berubah drastis. Kalau dulu bisa duduk berjam-jam di Starbuck atau Espresso, sekarang malah nongkrong dipasar atau rumah pelanggan untuk menawarkan atau mengantar barang. Gaya hidup yang berubah membuat harus mengikat ikat pinggang lebih keras lagi. Ketika dapat uangpun tidak pernah digunakan. &#8220;Untuk tambahan modal aja mas&#8221; begitu komentar istri. Jadinya mau Starbuck tutup jam 2 siang atau ga buka sama sekali &#8220;ga pusing deh gue&#8221;.</p>
<p>Tersiksakah hidup seperti itu?. Jawabnya pasti. Tidak mudah menyesuaikan hidup seperti itu. Tapi kalau tekad sudah membulat pasti bisa dijalani. </p>
<p>Tapi itulah nasib pengusaha. Kadang sesuatu dikerjakan sendiri, jam kerja tidak pasti, lebih-lebih pulang rumah badan sudah remuk redam. Andai aja kayak dulu masih bisa pergi massage. Ah awas ya? dumel istri. </p>
<p>Kalau mendengar kisah sukses orang yang sudah kaya dari bisnis sih semangatnya minta ampun. Sepertinya orang itu bisa dengan semangatnya cerita tentang kesusahannya merintis bisnis. Seolah-olah kesusahannya itu yang membentuk dia untuk sukses. Tapi benar juga sih. Namun coba kalau dia disuruh mengulang masa-masa susahnya. Jawabnya ngapain saya mesti susah lagi, saya sudah sampai dititik ini kok. Biar susah jadi milik orang lain saja. Nah..</p>
<p>Saya tutup cerita tak karuan ini, semoga pebisnis-pebisnis pemula semuanya bisa melewati masa-masa susahnya. Sampai jumpa dipuncak kesuksesan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rafaelbudi.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rafaelbudi.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rafaelbudi.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rafaelbudi.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rafaelbudi.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rafaelbudi.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rafaelbudi.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rafaelbudi.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rafaelbudi.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rafaelbudi.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rafaelbudi.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rafaelbudi.wordpress.com/357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rafaelbudi.wordpress.com/357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rafaelbudi.wordpress.com/357/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rafaelbudi.wordpress.com&amp;blog=1665530&amp;post=357&amp;subd=rafaelbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafaelbudi.wordpress.com/2010/11/06/suka-duka-menjadi-pengusaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e40645e91890375eb4fafac16b8a919?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Budi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ben Spies, Sang Ibu, Kasih dan Kesuksesan</title>
		<link>http://rafaelbudi.wordpress.com/2010/10/31/ben-spies-sang-ibu-kasih-dan-kesuksesan/</link>
		<comments>http://rafaelbudi.wordpress.com/2010/10/31/ben-spies-sang-ibu-kasih-dan-kesuksesan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Oct 2010 08:47:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rafael Budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://rafaelbudi.wordpress.com/2010/10/31/353/</guid>
		<description><![CDATA[Ditayangan Highlight Motogp di sebuah stasiun televisi swasta tertentu diceritakan mengenai kesuksesan seorang pembalap motor muda dikancah Moto GP, sebuah ajang tertinggi balap motor dunia. Namanya Ben Spies, dialah rockie (pendatang baru terbaik) tahun ini. Meski masih muda dan baru berpromosi di arena Moto GP, tapi namanya sudah disejajarkan dengan pembalap-pembalap terbaik lainnya macam Casey [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rafaelbudi.wordpress.com&amp;blog=1665530&amp;post=353&amp;subd=rafaelbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ditayangan Highlight Motogp di sebuah stasiun televisi swasta tertentu diceritakan mengenai kesuksesan seorang pembalap motor muda dikancah Moto GP, sebuah ajang tertinggi balap motor dunia.</p>
<p>Namanya Ben Spies, dialah rockie (pendatang baru terbaik) tahun ini. Meski masih muda dan baru berpromosi di arena Moto GP, tapi namanya sudah disejajarkan dengan pembalap-pembalap terbaik lainnya macam Casey Stoner, Jorge Lorenzo, Daniel Pedrosa, sampai pembalap yang disebut &#8220;dewa&#8221; nya Moto GP, Valentino Rossi.</p>
<p>Tapi banyak orang belum tahu karakter pekerja keras dan tidak gampang menyerah Ben Spies sehingga menjadi &#8220;garang&#8221; di Moto GP ternyata dipengaruhi oleh sang ibu, Mary Spies.</p>
<p>Menurut Spies, Ibunyalah inspirasi dan pendorongnya dalam membalap. Ibunya tidak pernah menghambat karier balapnya. Impiannya dalam berlomba di race didukung penuh oleh sang ibu.</p>
<p>Meski harus membesarkan Ben sendiri, tapi sang ibu tidak pernah menyerah. Menurutnya dalam mendidik dan membesarkan Ben, tidak pernah ia melarang dan memaksakan kehendaknya kepada Ben. Intinya apapun yang menjadi impian 100 % ia dukung. Jadi tidak heran untuk mendukung langkah sang buah hati dilomba balap yang tentu saja membutuhkan biaya yang sangat besar, sang ibu rela untuk bekerja menangani beberapa pekerjaan sekaligus. Mulai dari agen properti, sampai menjadi operator telepon. Satu pekerjaan disadari tidak akan sanggup memenuhi kebutuhan anaknya diarena balap. </p>
<p>Tapi mesti begitu, sang ibu tidak mengeluh. Baginya sebuah kebanggaan yang sangat besar jika ia bisa membantu mendukung langkah anaknya untuk mencapai impiannya.</p>
<p>Ben Spies sendiri mengakui bahwa kerja keras sang ibu sangat menginpirasinya. Ketika ia sedang jatuh, pengorbanan sang ibu lah yang mendorongnya untuk bangun lagi. Bangun dan terus berlatih menjadi yang terbaik. Ben selalu ingat pesan sang ibu yang mengatakan bahwa diposisi berapapun, mau posisi pertama, posisi kedua, atau posisi paling buntut, mau jadi juara atau tidak, selalu yang harus diingat adalah bahwa pencapaian itu didapat dari memberikan yang terbaik dari dirinya, selalu yang terbaik. </p>
<p>Satu hal yang dipelajari dari ibu super ini adalah kegigihannya dalam bekerja, berkorban demi sang anak. Niscaya dengan petuah, dukungan, kasih sayang sang ibu, Ben bisa melaju bersaing di Moto GP. Bukan tidak mungkin titel juara dunia tinggal menunggu waktu saja.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rafaelbudi.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rafaelbudi.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rafaelbudi.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rafaelbudi.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rafaelbudi.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rafaelbudi.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rafaelbudi.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rafaelbudi.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rafaelbudi.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rafaelbudi.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rafaelbudi.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rafaelbudi.wordpress.com/353/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rafaelbudi.wordpress.com/353/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rafaelbudi.wordpress.com/353/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rafaelbudi.wordpress.com&amp;blog=1665530&amp;post=353&amp;subd=rafaelbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafaelbudi.wordpress.com/2010/10/31/ben-spies-sang-ibu-kasih-dan-kesuksesan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e40645e91890375eb4fafac16b8a919?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Budi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merasa Kesepian</title>
		<link>http://rafaelbudi.wordpress.com/2010/10/22/merasa-kesepian/</link>
		<comments>http://rafaelbudi.wordpress.com/2010/10/22/merasa-kesepian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Oct 2010 16:03:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rafael Budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://rafaelbudi.wordpress.com/2010/10/22/merasa-kesepian/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Penyakit yang paling berbahaya didunia adalah perasaan kesepian, dikucilkan, ditinggalkan&#8221; Mother Teresa Ya pernahkah kita merasa betapa sepinya hidup kita. Meski kita dikelilingi oleh banyak orang tapi tetap saja kita merasa sendiri. Lalu apakah yang harus dilakukan?. Manusia mempunyai bentuk fisik, sifat, emosi dan karakter berbeda yang dibawa ketika kita dilahirkan. Secara fisik misal ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rafaelbudi.wordpress.com&amp;blog=1665530&amp;post=351&amp;subd=rafaelbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Penyakit yang paling berbahaya didunia adalah perasaan kesepian, dikucilkan, ditinggalkan&#8221; Mother Teresa</p>
<p>Ya pernahkah kita merasa betapa sepinya hidup kita. Meski kita dikelilingi oleh banyak orang tapi tetap saja kita merasa sendiri. Lalu apakah yang harus dilakukan?.</p>
<p>Manusia mempunyai bentuk fisik, sifat, emosi dan karakter berbeda yang dibawa ketika kita dilahirkan. Secara fisik misal ada yang cantik, ada yang kurang cantik bahkan ada yang tidak sempurna atau cacat. Lalu sifat manusia ada yang mudah terpengaruh oleh keadaan sekitar, ada  yang mempunyai pendirian teguh, ada juga yang labil secara emosi. </p>
<p>Menurut saya perasaan kesepian, kesendirian bukan pada disebabkan oleh sifat atau karakter seseorang, tapi lebih dari tingkat emosi dan psikis seseorang. Trauma, perasaan rendah diri, intimidasi, penyakit, ketakutan adalah beberapa penyebab orang memilih untuk menghindari orang banyak. Ia menilai cara pandang orang lain melalui cara pandang dirinya, akibatnya semakin ia mencoba membuka diri maka semakin ia mengalami ketakutan yang teramat sangat. Tidak adanya pendamping sebagai tempat untuk berbagi membuat keadaan psikologisnya semakin parah.</p>
<p>Kesepian dan kesendirian adalah milik semua orang. Semua pernah mengalaminya, tapi apa yang kita lakukan jika mengalami hal tersebut adalah poin pentingnya. </p>
<p>Dunia saat ini semakin membuat manusia dapat berhubungan dengan banyak orang diseluruh muka bumi, tapi disatu sisi sifat individualis semakin mengemuka dan menjadi-jadi. Ketidakperdulian terhadap sesama, keegoisan pribadi adalah cara salah dalam memandang dunia. Bersikap lebih terbuka dan peduli akan membuat banyak orang terselamatkan dari kehidupan yang membosankan dan tidak berarti. Memperhatikan detail dari pentingnya nilai kemanusiaan, menciptakan hubungan lebih baik dengan sesama manusia menjadi dunia lebih indah.</p>
<p>Andaikan saja ada 1 juta Bunda Teresa yang peduli pada orang miskin, terlantar, berpenyakit dan dikucilkan mungkin juga tidak akan cukup untuk melayani lebih dari 6 miliyar manusia dimuka bumi, tapi tentu saja karya kecilnya di Kalkuta tapi dengan semangatnya yang besar serta cintanya kepada sesama akan menginspirasi kita untuk peduli kepada sesama yang membutuhkan. </p>
<p>Lalu dari manakah kita mulai untuk menjadi lebih peduli?. Jawabnya dari lingkup terkecil kita yaitu keluarga. </p>
<p>Semoga menginspirasi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rafaelbudi.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rafaelbudi.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rafaelbudi.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rafaelbudi.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rafaelbudi.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rafaelbudi.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rafaelbudi.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rafaelbudi.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rafaelbudi.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rafaelbudi.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rafaelbudi.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rafaelbudi.wordpress.com/351/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rafaelbudi.wordpress.com/351/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rafaelbudi.wordpress.com/351/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rafaelbudi.wordpress.com&amp;blog=1665530&amp;post=351&amp;subd=rafaelbudi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rafaelbudi.wordpress.com/2010/10/22/merasa-kesepian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e40645e91890375eb4fafac16b8a919?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Budi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
