WELCOME TO THE PARADISE ISLAND (Part 1)

Desember kemarin saya ambil cuti karena teman-temang ngajakin ke Bali. Saya termasuk orang yang suka sekali traveling. Hobi itu mulai muncul sejak saya bekerja diperusahaan saya saat ini yang memang sangat mobile. Pilihan jatuh ke Bali karena daerah itu ramai kalau liburan selain itu kami juga sama-sama belum pernah kesana. Sebelumnya hanya dengar-dengar cerita-cerita saja, tentang keindahan wisatanya, bule-bulenya, dan of course the sadness Bali Bombing.

Rencana sesampai di Bali adalah mengikuti city tour untuk mengunjungi tempat wisata disana. Tak dinyana teman saya lebih senang menyewa mobil carteran karena disana ternyata sangat murah. Untuk 2 hari perjalanan hanya Rp. 450.000 saja. Lebih-lebih lagi kita bisa kemanapun dengan asal tunjuk, sang supir dengan senang hati akan mengantarkan kita. Sebelum berangkat kami sempat dipusingkan dengan tempat menginap karena memang tidak tahu tempatnya. Tetapi keberuntungan ternyata berpihak pada kami. Salah satu rekanan kerja kami ternyata memiliki apartemen di Swissbellhotel di Nusa Dua. Wah sebuah kesempatan yang tidak boleh disia-siakan.

Tujuan pertama adalah Pantai Kuta. Pantai yang menjadi salah satu ikon pariwisata Bali. Saat kami berada disana pantai dalam kondisi yang tidak bagus. Sampah-sampah bertebaran dipantai. Sepertinya baru terjadi banjir pasang yang menyeret sampah-sampah tersebut. Dengan bergaya backpackers, bercelana pendek kami menyusuri pantai mulai dari Discovery Mall (satu-satunya mall yang berada dipantai Kuta), The Hard Rock Café, dan terakhir ngisi perut di Mc Donald. Puas berkeliling kamipun pulang hotel.

 Friend At Kuta

Keesokan harinya kami menuju Garuda Wisnu Kencana, patung batu tertinggi di Bali. Menurut informasi patung ini dibuat dengan handmade oleh pematung-pematung Bali. Berdiri megah setinggi 20an meter, patung ini tampak mengagumkan dari ukiran maupun ornament yang menghiasinya. Disini terdapat amphitheater tempat pementasan budaya dan kafe untuk menikmati hidangan khas Bali.

 

me-at-gwk.jpg

Puas berkeliling teman saya ingin menikmati alam laut lagi. Akhirnya kami sepakat ke Tanjung Benoa untuk mencoba permainan-permainan yang ada disana. Teman saya tertarik untuk mencoba parasailing. Saya saat itu kebetulan tidak begitu sehat sehingga tidak bisa ikut. Disini ternyata banyak sekali permainan-permainan yang memacu adrenalin. Mulai dari diving, snorkling, parasailing, banana boat, jet ski dan yang terbaru fly fish (pelampung berbentuk bantal melayang ditarik oleh speed boat). Setelah teman saya puas bermain kami tertarik untuk mengunjungi Turle Island untuk melihat penyu. Tapi kami lumayan kecewa, karena ternyata penyu-penyu tersebut hasil ternakan, tidak seperti yang ada di Pulau Derawan di Berau Kaltim.

tanjung-benoa.jpg

Sebelum datang ke Bali ini saya sempat dipesan agar bila datang ke Bali mesti mengunjungi salah satu pantai yang bernama pantai Dream Land. Menempuh perjalanan lumayan jauh dari Tanjung Benoa kamipun sampai ke tempat ini. Menurut supir kami, Dremland adalah ikon baru wisata Bali, pengembangan tempat ini menurutnya diprakarsai oleh Tommy Soeharto. Tempat ini memang indah, air dibibir pantai berwarna hijau, pantainya bersih meski disamping pantai terdapat gundukan sampah. Banyak turis-turis asing bersantai menghabiskan waktunya disini. Berjemur, mandi, menikmati pijatan dari orang lokal. Berada disini serasa berada dinegeri asing, maklum mayoritas orang-orang disini adalah turis asing. Mereka tampak asyik berjemur dibawah terik sinar matahari, beberapa wanita asing tersebut tampaknya tidak risih meski tampil topless diantara kerumunan para turis-turis yang berasal dari berbagai negeri itu. Sebentar saja kami berada disini, cuaca sangat panas membuat kami gerah, bahkan untuk mengambil foto pun kami tidak sempat.

Tujuan berikut adalah Tanah Lot yaitu pura diatas batu yang berdiri kokoh yang dibangun beratus-ratus tahun  lalu. Tempat ini ramai dikunjungi para wisatawan yang ingin menikmati keindah melihat sunset atau matahari tenggelam. Yang unik kita bisa membersihkan diri kita dengan air suci yang berasalah dari gua dibawah pura. Setelah membasuh diri dengan air kita akan dikening kita akan dioles dengan ramuan oleh para pendeta yang ada disana. Teman saya tertarik dengan salah satu tempat di Tanah Lot ini, dimana terdapat ular suci yang konon kabarnya bisa membawa berkah. Dengan memberi uang amal, maka kita diperkenankan untuk melihat ular suci yang berada dibawah batu besar tersebut.

tanah-lot.jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s