Tips

Belajar Dari Author The Money Maker

The Money Maker adalah istilah yang dimunculkan oleh Johanes Lim Phd, seorang pembicara dan pengarang buku terkenal. Ia mendeskripsikan prinsip tersebut dengan mengatakan bahwa setiap orang menginginkan kesuksesan, tetapi hanya sedikit yang mewujudkannya. Cara mewujudkannya dipaparkan secara gamblang oleh sang author. Menurutnya ada 4 cara untuk mencapai kesuksesan yang paling mudah (sekali lagi catat “MUDAH”), yaitu :

1. Menjadi pengusaha

2. Menjadi agen asuransi

3. Menjadi pelaku bisnis MLM

4. Menjadi broker properti

Untuk yang pertama siapapun tahu bahwa menjadi pengusaha yang memiliki usaha sendiri merupakan jaminan untuk memperoleh finansial yang baik. Tetapi untuk 3 berikutnya memang terhitung ide baru.

Menjadi agen asuransi adalah pilihan yang paling baik karena peluang produk perlindungan dan investasi dinegara ini masih sangat besar. Berbeda dengan dinegara-negara lain asuransi merupakan salah satu hal yang tidak boleh dilupakan. Memang mengubah pandangan orang bukanlah hal mudah, tetapi bila ada keyakinan pasti bisa dilakukan. Produk Asuransi terbagi 2 yaitu perlindungan dan investasi. Perlindungan meliputi pertanggungan terhadap musibah semisal kebakaran, sakit dan kematian. Sedangkan investasi merupakan produk asuransi yang memberikan perkembangan pokok investasi dengan bunga apabila disimpan dalam jangka waktu yang lama. Contohnya investasi masa pensiun, asuransi haji, asuransi pendidikan anak dan lain-lain. Untuk produk asuransi investasi ini umumnya menawarkan pembayaran dalam jangka waktu 5 sampai 10 tahun dengan bunga yang diklaim lebih besar dari deposito.

Ada juga produk asuransi yang menawarkan paket untuk kedua jenis asuransi tersebut yaitu perlindungan atau proteksi dan investasi. Jenis asuransi ini biasa disebut Unit Link. Bahkan premi yang dibayar juga bisa dalam jumlah yang kecil. Asuransi milik salah satu bank terkemukan bahkan menawarkan asuransi komplit tersebut dengan premi Rp. 3 juta pertahun dengan jangka waktu 5 tahun.

Melihat kondisi masyarakat saat ini seharusnya asuransi menjadi salah satu hal yang wajib dimiliki. Bisa dibayangkan bila seorang suami dengan 3 anak dan istri yang tidak bekerja tiba-tiba meninggal. Akibatnya keuangan keluarga juga akan berhenti dan pastilah yang menjadi korban adalah keluarga yang ditinggalkan. Istri akan membanting tulang untuk menghidupi anaknya dengan bekerja, dan anak-anak pastilah akan terlantar. Disinilah peran asuransi sangat berguna. Misalkan tadi sang suami sudah menyiapkan asuransi untuk dia dan keluarganya, sehingga bila ia meninggal keluarganya tidak akan ikut sengsara, karena ia pasti akan mendapatkan uang pertanggungan yang mencapai ratusan juta rupiah, belum lagi uang investasi yang bisa ia ambil bila diperlukan. Dengan uang tersebut pastilah keluarga tersebut akan dapat hidup layak meskipun suaminya telah meninggalkannya.

Saya sendiri sudah ikut asuransi mulai tahun ini karena manfaatnya yang besar. Bukan hanya ikut, tetapi saya juga berkeinginan menjadi agen asuransi yang menjual polis bagi yang membutuhkan. Keuntungan apa yang didapat dari menjual asuransi?

Menurut Johanes Lim menjadi agen asuransi merupakan pilihan yang baik tanpa harus meninggalkan pekerjaan kita. Setiap polis kita yang terjual, maka kita akan mendapatkan komisi atas total premi penerima polis, kisaran komisi bervariasi untuk setiap perusahaan asuransi mulai dari 5% sampai dengan 20%, bahkan ada perusahaan yang berani membayar 30%. Bayangkan bila ada orang yang ikut asuransi yang membayar premi sebesar 300 juta/tahun selama 10 tahun berapa jumlah uang komisi yang diterima oleh sang agen.

Menjadi agen tidak hanya dapat menjual polis saja tetapi ia juga bisa mengajak orang lain menjadi agen. Keuntungannya adalah bila ia sudah membawahi agen dalam jumlah tertentu maka ia juga menikmati komisi dari agennya bila ada polis yang diterbitkan, walau jumlahnya tidak sebesar yang diterima oleh sang agen. Setelah mempunyai banyak orang yang dibawahnya maka ia akan diberi posisi director yang berkesempatan menikmati perjalanan keluar negeri, mobil, rumah dan uang komisi yang terus menerus walaupun ia tidak lagi bekerja untuk perusahaan asuransi tersebut. Inilah yang disebut kebebasan finansial

Berikutnya cara mencapai sukses adalah dengan menjalankan bisnis MLM. Bisnis ini menawarkan juga kebebasan finansial bagi pelakunya. Untuk MLM ini tidak saya jelaskan panjang lebar, Anda bisa membacanya diartikel saya sebelumnya yang berjudul “Salah Kaprah MLM”.

Cara keempat paling mudah untuk mencapai kesuksesan adalah menjadi agen properti. Cara ini terhitung baru, saya juga baru mengetahuinya sekarang. Ada dua jenis agen properti yaitu yang individual atau lepas dan ada juga yang bergabung dengan institusi tertentu. Agen properti lepas adalah agen yang bekerja sendiri menjalankan jual beli properti, biasanya ia mencari properti yang murah, lalu dipermak atau direnovasi dan dijual lagi dengan harga yang lebih tinggi. Selisih harga jual inilah yang menjadi keuntungannya. Menjadi agen seperti ini mungkin menikmati keuntungan yang lebih besar daripada agen properti institusi. Hal ini terjadi karena semua hal ia lakukan sendiri, baik dalam mencari dan menentukan rumah, menjual kepada pembeli termasuk mengurusi segala administrasi yang berhubungan dengan jual beli.

Berbeda dengan agen individual atau lepas, agen yang tergabung dengan institusi properti menitikberatkan bukan dengan keuntungan hasil jualnya yang besar, tetapi sistem yang sudah berjalan. Agen jenis ini tergabung dengan broker properti seperti ERA, Ray White, LJ Hooker dll. Disini mereka bertugas mencari dan menjual properti dengan mendompleng nama besar sang broker. Keuntungan penjualan juga harus dibagi dengan sang broker. Tetapi meski keuntungan lebih sedikit, tetapi pengurusan segala administrasi dilakukan oleh sang broker, jadi sang broker tinggal terima bersih. Aspek-aspek  hukum juga diperhatikan sehingga bila terjadi sengketa sang agen akan diback up habis-habisan.

Untuk bergabung menjadi agen ini cukup datang mendaftar, lalu ikut pelatihan yang mereka selenggarakan. Setelah itu kita sudah bisa melakukan tugas kita untuk menjual properti. Keuntungan lainnya adalah kita bisa mendapatkan income tambahan dari agen-agen bila kita sudah naik posisi. Sama dengan konsep agen asuransi, setiap penjualan oleh agen-agen kita, maka kita akan mendapatkan komisi.

Akhirnya kita tiba dikesimpulan, kalau diperhatikan untuk cara mudah untuk sukses tersebut 3 dibawah menawarkan konsep yang sama yaitu jaringan. Artinya apa, bahwa konsep pemasaran jaringanlah adalah salah satu konsep untuk mencapai kebebasan finansial selamanya.

Iklan
Standar
Umum

Salah Kaprah MLM

“Dapatkan penghasilan dengan meluangkan 2 jam perhari dirumah untuk mendapatkan income Rp. 10 juta perbulan. BUKAN MLM”

Membaca iklan tersebut adalah sesuatu yang menggelitik perasaan yaitu sudah sedemikian rusakkah nama MLM ditengah masyarakat. Sebagai praktisi MLM pasti banyak mengalami penolakan bila adanya penawaran yang mengatasnamakan MLM. Padahal kalau diperhatikan MLM merupakan sebuah sistem pemasaran yang sangat bagus, dan terlebih lagi MLM itu menawarkan mimpi akan kebebasan finansial bagi pelakunya.

Saya ingin membawa kita sejenak untuk kembali memahami tentang teori Robert T Kiyosaki dalam bukunya Cashflow Quadran yang terkenal itu. Ia mengatakan bahwa kebebasan finansial adalah kondisi dimana kebutuhan kita akan keuangan terpenuhi tanpa kita harus bekerja. Sekali dicatat “tanpa kita harus bekerja”. Yang digaris bawahi oleh Kiyosaki adalah kebebasan finansial adalah keadaan dimana uanglah yang bekerja untuk kita. Mengapa demikian?.

Dalam skema Cashflow Quadrant Kiyosaki dinyatakan bahwa orang-orang yang berada diquadrant kananlah yang berpeluang dan pasti meninkmati kebebasan finansial. Orang-orang yang dimaksud disini adalah golongan business owner dan investor. Business owner atau pemilik bisnis adalah orang yang membangun usaha dengan ia duduk sebagai pemiliknya, bisnisnya dikembangkan hingga besar sehingga bisa memberikan profit kepadanya. Sedangkan investor adalah tahapan tertinggi dalam mengejar kebebasan finansial. Orang-orang dikelompok ini mungkin hanya ada 1% didunia ini dimana mereka tidak perlu bersusah-susah bekerja lagi, tetapi uanglah yang bekerja untuk mereka. Uang yang mereka investasikan disuatu lahan bisnis terus bertumbuh dan berbunga sehingga pasif incomenya tidak ada habis-habisnya.

Lalu apa hubungannya dengan MLM?. Orang-orang yang berkecimpung didunia MLM sebenarnya berada dikuadran kanan. Mereka adalah pemilik bisnis juga sebagai investor. Meskipun bisnis MLM adalah milik perusahaan tertentu yang menjadi induknya, tetapi para pelakunyalah yang memiliki bisnis tersebut. Mereka menciptakan jaringan mereka sendiri yang nantinya jaringan-jaringan itu terus tumbuh. Dengan bertumbuhnya jaringan maka yang menjual bukan hanya satu atau dua orang lagi, tetapi ratusan bahkan ribuan orang. Diprinsip MLM setiap orang yang merekrut orang baru akan mendapatkan bonus, begitu juga bila downlinenya tersebut merekut lagi orang dibawahnya. Dari hasil penjualan produk akan disisihkan untuk sang upline yang dibayarkan terus dan akan menjadi besar apabila jumlah orang dijaringannya. Semakin banyak downline berarti orang yang menjual semakin banyak, sehingga keseluruhan penjualan semua orang dibawahnya menjadi total penjualan sang upline.

Konsep MLM sebenarnya bukan barang baru, bukan hanya untuk menjual produk kebutuhan manusia seperti obat, peralatan rumah tangga dan kosmetik saja, tetapi bisa diterapkan diberbagai bidang diantaranya asuransi dan pemasaran online diinternet. Mengapa konsep MLM terus berkembang?. Hal ini karena setiap perusahaan menyadari bahwa semakin banyak jaringan penjualan produknya juga akan semakin banyak dibanding bila penjualan dilakukan orang per orang.

Kembali ke judul artikel ini yaitu Salah Kaprah MLM, timbul pertanyaan mengapa MLM seolah-seolah barang yang jahat. Kalau dicermati apa yang ditawarkan oleh MLM adalah menjual mimpi. Dikatakan menjual mimpi karena menawarkan kebebasan finansial seperti yang dipaparkan diatas. Selain itu menjual MLM bukanlah hal mudah, orang harus siap ditolak, dicemooh dan dihina karena pekerjaan ini. Ada yang mengatakan bahwa orang yang menjual MLM itu gila, pemimpi, menawarkan sesuatu yang tidak nyata. Tapi yang perlu dicatat bahwa bila dikerjakan secara serius apa yang ditawarkan bukanlah mimpi atau janji-janji kosong. Coba perhatikan berapa banyak orang yang telah meraih hal tersebut, punya rumah mewah, mobil, jalan-jalan keluar negeri setiap tahun, dan tidak kalah pentingnya berpenghasilan 100 juta keatas perbulan yang akan terus dibayar bahkan bila mereka tidak bekerja lagi untuk perusahaan.

Sekarang yang diperlukan adalah pikiran positif, bila kita benar-benar ingin menekuni MLM jadikanlah MLM untuk menolong orang lain. Dengan menawarkan MLM dengan orang lain kita akan membantu orang untuk mendapatkan kebebasan finansial. Sikap ortodoks, bertahan dan skeptis hendaknya dihilangkan bila ada yang menawarkan MLM, dengarkan dahulu dan pelajari sistemnya, carilah dan bergabunglah dengan perusahaan MLM yang sudah diakui dan terdaftar di APLI (Asosiasi Penjualan Langsung INdonesia). Pastikan kita selalu belajar dengan orang yang telah sukses, dan yang penting jangan malu bertanya kiat-kiat dan pengalamannya. Terkadang orang hanya memperhatikan saat seseorang sukses, tetapi tidak perduli dengan beratnya jalan yang ia tempuh hingga mencapai kesuksesan.

Satu hal lagi adalah hindari cara-cara yang tidak elegan untuk menjual MLM. Bisnis MLM adalah bisnis yang baik, tetapi terkadang disalah gunakan oleh orang-orang yang ingin mencari jalan pintas. Misalnya dengan mengirimkan email spam yang berisi ajakan untuk bergabung dengan MLM tertentu. Memang MLM bertujuan membantu orang lain, tetapi tidak semua orang senang bila dikirimi penawaran-penawaran seperti itu. Hindari juga melakukan tipu daya untuk merekrut downline dengan memasang iklan-iklan yang bertolak belakang dengan apa yang diiklankan. Gunakanlah cara-cara yang bersih untuk menjual MLM, yakinlah bahwa bila kita bekerja dengan jujur dan dari hati dengan tidak lupa bersyukur, pastilah yang diatas akan merestui. Memang akan banyak kerikil-kerikil yang menghadang melukai kaki kita dan membuat kita terjatuh, tetapi yang harus kita lakukan bukan menyerah tetapi bangkit dan berjalan terus sampai kepuncak kesuksesan.

Standar
Experience

Memulai Pekerjaan Baru

Hari ini adalah awal saya masuk kerja. Perusahaan baru saya bergerak dibidang toiletris, bagian dari sebuah grup besar. Sudah lama memang saya diterima, kalau tidak salah Februari sebenarnya saya sudah bergabung, tetapi adanya kendala dengan perusahaan yang lama membuat waktu bergabungnya jadi molor.

Berbeda dengan perusahaan saya sebelumnya yang bergerak dibidang consumer good, beban kerja saya rasanya lebih ringan. Kalau dulu saya menghandle sebanyak 12 produk dengan beratus-ratus item, tetapi sekarang saya hanya mengangani 4 brand saja. Brand-brand tersebut juga merupakan produk market leader yang sudah menjadi pilihan utama dimasyarakat. Memang sih sekarang divisi produknya semakin mengerucut. Tetapi ini bagi saya tetap tantangan, dan saya yakin hal ini akan memberi saya pengalaman baru.

Jabatan saya disini adalah Area Sales Manager dengan area coverage adalah all Kalimantan, artinya saya yang bertanggung jawab dalam pengelolaan produk kami di agen-agen diseluruh pulau kalimantan. Memang bukan pekerjaan yang mudah, tetapi pengalaman saya diperusahaan sebelumnya yang memang mobile (sering terjadi mutasi atau rolling) membantu saya untuk mengetahui banyak kondisi daerah yang saya pimpin.

Meninggalkan perusahaan lama merupakan sesuatu yang berat. Mengapa?. Karena kita terbiasa dengan comfort zone. Melakukan pekerjaan yang sama, terima gaji yang sama, dimana sudah ada jaminan akan income setiap bulannya. Tetapi yang membuatnya berat adalah bahwa melewatkan waktu dulu sangat mudah, karena kesibukan yang dulu saya lakukan setiap hari menyebabkan tidak terasanya waktu bergulir. Ada kepuasan tersendiri mendedikasikan waktu kita untuk perusahaan, tetapi terkadang dalam hati terbersit rasa malas apalagi kalau mesti lembur.

Melangkahkan kaki ke agen kami terasa sangat berat. Mengenal orang dan berinteraksi serta beradaptasi lagi dengan orang baru terkadang membuahkan ketakutan. Bermacam anggapan muncul apakah saya akan diterima, apakah saya akan disukai atau mungkin apakah saya tidak akan membuat masalah. Tetapi saya sudah mengambil jalan yang harus saya langkahi, tidak mungkin mundur lagi. Mundur berarti menghancurkan diri sendiri dalam lembah kenyamanan yang akan membuat orang tidak bisa berkembang.

Pertemuan dengan agen berjalan mulus, mereka sangat kooperatif sekali, meski terkadang banyak komplain. Tapi saya pikir itu hanya penyampaian unek-unek yang terpendam. Saya menerima dengan tenang masukan-masukan dari mereka, karena saya yakin mereka juga ingin dibantu mengatasi masalah-masalah yang terjadi. Saya katakan kepada mereka bahwa saya datang bukan hanya untuk menuntut tetapi juga membantu yang bisa saya lakukan. Karena bila semua berjalan beres maka yang untung adalah kedua-duanya.

Besok saya akan ikut joint visit dengan supervisor untuk mengetahui kondisi pasar saat ini dan juga membuktikan keluhan agen atas apa yang terjadi dilapangan. Membuktikan sendiri berarti menyakinkan diri kita bahwa apa yang dikatakan orang lain benar adanya.

Standar