Memulai Pekerjaan Baru

Hari ini adalah awal saya masuk kerja. Perusahaan baru saya bergerak dibidang toiletris, bagian dari sebuah grup besar. Sudah lama memang saya diterima, kalau tidak salah Februari sebenarnya saya sudah bergabung, tetapi adanya kendala dengan perusahaan yang lama membuat waktu bergabungnya jadi molor.

Berbeda dengan perusahaan saya sebelumnya yang bergerak dibidang consumer good, beban kerja saya rasanya lebih ringan. Kalau dulu saya menghandle sebanyak 12 produk dengan beratus-ratus item, tetapi sekarang saya hanya mengangani 4 brand saja. Brand-brand tersebut juga merupakan produk market leader yang sudah menjadi pilihan utama dimasyarakat. Memang sih sekarang divisi produknya semakin mengerucut. Tetapi ini bagi saya tetap tantangan, dan saya yakin hal ini akan memberi saya pengalaman baru.

Jabatan saya disini adalah Area Sales Manager dengan area coverage adalah all Kalimantan, artinya saya yang bertanggung jawab dalam pengelolaan produk kami di agen-agen diseluruh pulau kalimantan. Memang bukan pekerjaan yang mudah, tetapi pengalaman saya diperusahaan sebelumnya yang memang mobile (sering terjadi mutasi atau rolling) membantu saya untuk mengetahui banyak kondisi daerah yang saya pimpin.

Meninggalkan perusahaan lama merupakan sesuatu yang berat. Mengapa?. Karena kita terbiasa dengan comfort zone. Melakukan pekerjaan yang sama, terima gaji yang sama, dimana sudah ada jaminan akan income setiap bulannya. Tetapi yang membuatnya berat adalah bahwa melewatkan waktu dulu sangat mudah, karena kesibukan yang dulu saya lakukan setiap hari menyebabkan tidak terasanya waktu bergulir. Ada kepuasan tersendiri mendedikasikan waktu kita untuk perusahaan, tetapi terkadang dalam hati terbersit rasa malas apalagi kalau mesti lembur.

Melangkahkan kaki ke agen kami terasa sangat berat. Mengenal orang dan berinteraksi serta beradaptasi lagi dengan orang baru terkadang membuahkan ketakutan. Bermacam anggapan muncul apakah saya akan diterima, apakah saya akan disukai atau mungkin apakah saya tidak akan membuat masalah. Tetapi saya sudah mengambil jalan yang harus saya langkahi, tidak mungkin mundur lagi. Mundur berarti menghancurkan diri sendiri dalam lembah kenyamanan yang akan membuat orang tidak bisa berkembang.

Pertemuan dengan agen berjalan mulus, mereka sangat kooperatif sekali, meski terkadang banyak komplain. Tapi saya pikir itu hanya penyampaian unek-unek yang terpendam. Saya menerima dengan tenang masukan-masukan dari mereka, karena saya yakin mereka juga ingin dibantu mengatasi masalah-masalah yang terjadi. Saya katakan kepada mereka bahwa saya datang bukan hanya untuk menuntut tetapi juga membantu yang bisa saya lakukan. Karena bila semua berjalan beres maka yang untung adalah kedua-duanya.

Besok saya akan ikut joint visit dengan supervisor untuk mengetahui kondisi pasar saat ini dan juga membuktikan keluhan agen atas apa yang terjadi dilapangan. Membuktikan sendiri berarti menyakinkan diri kita bahwa apa yang dikatakan orang lain benar adanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s