Beyond To Business

Pekerjaan saya sebelumnya dan saat ini sebenarnya banyak berhubungan dengan orang lain, terutama para pelaku bisnis. Hal ini karena perusahaan kami adalah supplier atau distributor dari berbagai consumer goods. Jadi tugas kami adalah mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan kami yang nantinya akan menjual lagi produk kami ke retail dibawahnya. Tidak ada yang terlalu istimewa memang, tetapi ada hal yang menggelitik dari awal saya bergabung dengan perusahaan dan menjadi penghubung antara perusahaan kami dengan pelanggan-pelanggan kami tersebut. Saya melihat betapa nikmatnya menjalankan bisnis seperti mereka, tiap hari uang mengalir kekantong karena barang-barang laku terjual. Meskipun mesti sibuk sana sini melayani pelanggan dan mungkin sales yang menawarkan produk, tetapi dalam hati mereka pastilah tergambar kebahagiaan, kebahagiaan karena bisnis mereka saat ini dapat mencukupi kebutuhan keluarga dan meningkatkan taraf hidup mereka. Kerja keras menjalankan bisnis tidak terasa karena yang dikerjakan adalah kepunyaan mereka sendiri. Tumbuh kembang bisnis tersebut sepenuhnya ada ditangan mereka.

Dalam setiap kesempatan bertemu dengan para pelaku bisnis tersebut saya sering bertanya tentang pengalaman mereka dalam memulai dan membangun bisnis yang mereka geluti saat ini. Memang tidak semua mau melakukannya mungkin karena bisnis itu bukan mereka yang merintis atau mereka tidak mau berbagi ilmu dengan saya, tapi itu bukan soal bagi saya. Sebagian pemilik toko tidak keberatan bercerita dengan saya tentang pengalaman bisnisnya, terkadang saya berikan pujian kepada mereka sekedar agar mereka lebih semangat lagi bercerita. Perjalanan bisnis mereka berbeda-beda ada yang memang dirintis dan dikembangkan sendiri dengan melewati berbagai macam kesulitan dan halangan, ada juga yang hanya mengembangkan bisnis yang diturunkan dari orang tua mereka. Apapun latar belakang mereka tidak menyurutkan kekaguman saya akan mereka.

Inspirasi bisnis dari orang-orang yang saya temui diatas menggugah hati saya untuk belajar lebih banyak tentang bisnis atau wirausaha. Dalam hati saya tersadar bahwa menjadi karyawan saat ini mungkin yang terbaik. Menjadi karyawan memiliki kelebihan dimana adanya jaminan akan income setiap bulan, tunjangan ini dan itu, belum lagi status sosial dimasyarakat. Tetapi bila ditanya sampai kapankah saya dihargai untuk bekerja. Ya jawabannya adalah selagi saya masih produktif. Dan dalam kondisi usia produktif adalah 35-40 tahun, maka hanya tersisa waktu 10 tahun bagi saya untuk tetap bertahan (usia saya saat ini 25 tahun). Dan dalam 10 tahun tersebut apakah cukup dana yang dibutuhkan saat saya sudah tidak produktif kelak. Itulah yang berkecamuk dalam pikiran saya.  Muncul pikiran saat ini untuk saya untuk mencoba berbisnis maka sambil berguru dengan para pelaku bisnis, saya juga mulai membaca buku-buku dan majalah tentang wirausaha untuk memperdalam pengetahuan akan bisnis. Satu langkah bagus yang saya ambil adalah bergabung dengan milis komunitas bisnis, kebetulan saya bergabung dengan milis bisnis-smart dan dunia-wirausaha.

Setelah mendaftar saya banyak menerima email-email yang dikirimkan otomatis oleh moderator keanggota, terkadang satu hari bisa mencapai 100 email. Hari pertama saya bahkan saya menerima 180 email dari satu milis saja. Milis-milis itulah yang membuka pikiran saya. Disana saya banyak mendapatkan pengetahuan, karena setiap anggota saling sharing tentang bisnis. Terkadang terlontar ide-ide dari anggota untuk dibahas bersama, ada juga yang meminta kerjasama untuk merealisasikan ide bisnis mereka. Disamping itu juga anggota yang tidak mengerti bisa bertanya untuk meminta saran atau jawaban dari anggota yang lebih tahu, sehingga kesulitannya teratasi. Karena ini adalah komunitas bisnis tidak afdol kalau tidak ada promosi bisnis, meskipun sebenarnya tidak diperbolehkan untuk beriklan tapi moderator masih mengijinkan promosi tetapi hanya pada hari tertentu saja. Ini memberikan kesempatan para anggota untuk mengenalkan usaha mereka ke anggota lain yang mungkin memerlukan produk atau jasa yang dijual.

Tokoh milis yang saya kagumi adalah Badroni Yuzirman,  dan Ning Harmanto. Saya suka membaca artikel-artikel yang mereka tulis. Badroni Yuzirman atau panggilan akrabnya Pak Rony adalah pendiri dari milis TDA (tangan diatas) yang merupakan salah satu pionir milis bisnis di indonesia. Ia memiliki usaha penjualan busana muslim melalui toko konvensional dan toko online. Pemikirannya yang brilian sanggup menularkan inspirasi bisnis bagi banyak orang, ia juga merupakan pembicara yang handal dan dinantikan dalam setiap kesempatan. Tokoh lain adalah Ning Harmanto, ia aktif dimilis bisnis-smart yang saya ikuti. Ia merupakan Presdir PT. Mahkota Dewa Indonesia yang memproduksi obat-obatan berbahan dasar bunga mahkota dewa. Bisnisnya telah merambah mancanegara, tetapi sebagai orang yang low profile, Bu Ning masih bersedia untuk berbagi ilmu dengan anggota-anggota yang lain.

Tidak terasa sudah 3 bulan saya ikut milis dan sudah banyak ilmu yang telah saya peroleh. Ini akan menjadi bekal saya melangkah untuk mencapai impian.

=Hidup ini terlalu indah bagi orang yang tidak melakukan apa-apa untuk mewujudkan impian mereka=

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s