Experience

Selasa Sore & CEO Provinsi

Hari ini pekerjaan tidak terlalu banyak, karena beberapa pekerjaan sudah diselesaikan. Jadi agak sedikit santai walau sebenarnya ingin libur saja (”dasar holiday fever, liburan sudah lewat bung”). Ya, karena sempat kemarin ada libur pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kalimantan Timur. Ini untuk memberikan kesempatan kepada masyarakata untuk menyalurkan hak pilih mereka dalam memilih pemimpin yang mereka anggap dapat memberikan kemajuan dalam berbagai bidang masyarakat.

Tetapi menurut saya setiap calon juga pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Mengapa saya meletakkan kekurangan terlebih dahulu, karena seperti diketahui selama kampanye mereka selalu menyembunyikan sisi kekurangan mereka untuk menarik simpati massa. Misalnya yang tidak pernah memberi sumbangan, atau mungkin pernah tetapi memakai uang negara, tiba-tiba abrkadabra menjadi dermawan yang cinta masyarakat dan peduli akan masalah yang terjadi dimasyarakat. Itu tidak heran karena bagaimanapun itu salah satu cara berpromosi yang efektif seperti yang diterapkan dalam ilmu pemasaran.

Saya membayangkan provinsi itu seperti sebuah perusahaan, maka saya sebagai rakyat akan memilih orang-orang seperti Jack Welch, Bill Gates atau Sam Walton untuk duduk sebagai gubernur dengan alasan mereka berhasil mengembangkan perusahaan mereka menjadi perusahaan global yang berdaya saing . Andaikan negara ini mempunyai SDM yang berkualitas dan tahan banting dari atas sampai bawah serta jujur menjalankan amanat yang diberikan kepadanya, pastilah daerah tersebut bukan hanya akan maju tetapi juga akan dijadikan proyek percontohan bagi daerah lain. Gubernur itu seperti CEO yang memimpin perusahaan dengan dibantu wakil dan managernya. Disini yang menjadi dewan direksi adalah rakyat yang diwakili oleh parlemen. Jadi sebagai pemimpin dan pengambil kebijakan maka sang CEO haruslah bersih, berwibawa, jujur serta dapat mementingkan kelangsung perusahaan diatas segala-galanya. Oleh karena itu kepada Gubernur terpilih hendaklah menjadi CEO yang baik dalam memimpin sebuah perusahaan tempat bergantung hajat hidup banyak orang yang bernama Provinsi.

Iklan
Standar
Experience

Keep In Blog

Meski terkadang datang rasa malas untuk menulis, saya tetap sempatkan untuk menulis blog. Seperti saat ini saat pekerjaan menumpuk dan pikiran tersita untuk pekerjaan, saya tetap mencurahkan isi hati lewat tulisan ini. Terkadang agak bingung juga dengan apa yang mau ditulis disini. Inginnya sih nulis yang pribadi-pribadi, tetapi saya itu termasuk orang yang tertutup, jadi tidak terlalu pede untuk menceritakan pribadi kepada orang lain. Akhirnya kebanyakan yang ditulis opini-opini pribadi saja. Kalau ditanya kepada saya, sebenarnya apa sih tema blog ini, saya juga agak bingung. Meski berlatar belakang teknik informatika terus terang saya tidak terlalu suka untuk menulis topik itu diblog ini. Saya lebih cenderung menulis hal-hal yang saya lihat dan terjadi dimasyarakat yang tentunya dalam sudut pandang saya sendiri (”masa punya orang lain”).

Saya sadar bahwa blog ini masih banyak kekurangan, terutama pada publikasi yang masih kurang. Memang sih sudah dicantumin ke beberapa blog rekan-rekan bloger, tetapi tetap saja masih belum terlalu banyak yan tahu. Tapi mungkin juga isinya yang tidak menarik dan perlu untuk diketahui.

Terkadang jika otak sedang blong maka saya coba untuk posting cerita-cerita motivasi yang saya ambil dari berbagai situs untuk ditampilkan diblog. Salah satu sumber yang paling top adalah beraniegagal.com. Isinya tentang inspirasi dan motivasi bagi orang untuk menjalani hidup ini. Tetapi yang saya selalu ingat adalah mencantumkan sumbernya seperti petuah Bpk Nukman Luthfie.

Standar
Opinion

BBM (Bikin Bangsa Menderita)

BBM merupakan salah satu unsur atau barang terpenting dalam kehidupan manusia. Ada yang memelesetkan BBM dengan Benar-Benar Mabok yang berarti tanpa BBM, maka kita akan mabok 7 keliling. Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah berpendapat bahwa kenaikan BBM itu bukanlah sesuatu berita besar jika negeri kita tidak terlalu bergantung pada energi bahan bakar. Jika konversi energi berjalan lancar, maka ketergantungan tersebut akan pelan-pelan dikurangi. Misalnya dimasa depan tidak kita temui lagi Pembangkit Listrik

Tenaga Diesel, tetapi memakai energi lain seperti air, matahari, panas bumi, batubara. Para ibu rumah tanggal juga tidak menggunakan minyak tanah lagi tetapi gas yang murah dan aman. Dan pada saat itu pengumuman kenaikan BBM tidak akan menimbulkan gejolak dan mungkin masyarakat menganggapnya biasa saja.

Berbeda dengan negara-negara lain banyak yang mengatakan bahwa minyak di Indonesia adalah salah satu yang termurah di dunia. Anggapan itu tidak keliru karena jika dibandingkan dinegara-negara Asia Tenggara saja harganya masih lebih rendah. Ambil contoh di Thailand dan Malaysia harga premium sudah berkisar Rp. 10.000/liter dengan tetap mendapat subsidi pemerintah. Perbedaan lain masyarakat kedua negara itu adalah rakyatnya yang lebih makmur dari Indonesia. Itu ditandai dengan pendapatan perkapita penduduk yang lebih tinggi. Tingkat kemiskinan dan pengangguran juga kurang sekali.

Tidak baik membicarakan kejelekan kita sendiri, tetapi hendaklah kita mengambil hal-hal yang baik dinegara lain untuk diterapkan dinegara ini yang ujung-ujungnya membawa kemakmuran bagi bangsa. Pasti masyarakat Indonesia membayangkan negeri ini akan jadi seperti China dan India yang lebih dahulu bangkit dalam bidang ekonomi, perdagangan dan militer. Siapa tidak kenal dengan perusahaan-perusahaan kedua negara tersebut yang merajai pasar dunia. Di China terkenal dengan kemampuannya untuk memproduksi produk dengan kualitas yang baik dan harga yang lebih murah dari pada yang ditawarkan negara lain. Di India saat ini negara itu tengah menyaksikan kebangkitan dibidang teknologi inform

asi, otomotif dan farmasi. Seorang pengusaha asal India bernama Mukesh Ambani adalah orang India yang paling kaya didunia mengalahkan sang pemilik Microsoft, Bill Gates yang harus rela turun tahta.

Berbicara tentang kebangkitan negara-negara dunia, pastilah tidak seorang pun akan menyangka bahwa Venezuela, salah satu negara di Amerika Selatan akan berkembang sangat jauh meninggalkan negara-negara tetangga seperti Argentina dan Kolumbia dalam hal pertumbuhan ekonomi. Sebag

ai salah satu penghasil minyak negara ini benar-benar mendayagunakan sumber daya alamnya untuk kepentingan bangsanya. Sosok sang presiden Hugo Chavez adalah seorang jendral yang gagah memimpin kebangkitan ekonomi Venezuela. Langkah berani dan gila yang dilakukan oleh sang presiden diantaranya

adalah pengambilalihan pabrik-pabrik minyak dari tangan asing yang masih terikat perjanjian kontrak. Banyak perusahaan minyak dari Amerika yang harus gigit jari dan harus pulang kenegaranya karena ladang usahanya diambil alih pemerintah. Hugo Chavez sebenarnya sedang menabuh genderang perang untuk George W Bush dan negara adikuasi tersebut. Dia dikenal sebagai penentang pertama kebijakan luar negeri AS di Amerika Selatan bersama kompatriotnya yang sama-sama presiden yaitu Fidel Castro yang seorang Presiden Kuba.

Ada satu hal yang dipetik dari tangan dingin Presiden Hugo Chavez, yaitu bahwa setiap jengkal sumber daya alam adalah kekuasaan negara dan digunakan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat. Hal tersebut juga sebenarnya dicantumkan pada pasal UUD 1945, tetapi sampai 63 tahun merdeka slogan tersebut terdengar seperti isapan jempol belaka. Kita sepertinya kelaparan dilumbung kita sendiri.

Sebagai warga negara saya sebenarnya miris melihat tingkah polah pemerintah saat ini. Baru-baru ini

berhembus berita akan dijualnya 44 BUMN. Beberapa diantaranya adalah Garuda Indonesia, Krakatau Steel, PTPN, PT. DI, Bank BNI dan lain sebagainya. Miris karena kita seperti sudah kehilangan modal sehingga kita mesti menjual perabotan kita sendiri. Kita sudah seperti orang kere.

Pemerintah beralibi bahwa privatisasi BUMN dengan penjualan saham dan IPO adalah dimaksudkan untuk

meningkatkan daya saing BUMN dikancah global. Tetapi apapun alasannya hal itu seperti menjual martabat bangsa kepada orang asing. Bahkan saking kesalnya Amien Rais dalam salah satu acara dialog di Metro TV berkata dengan keras menolak dan bertanya kepada Wapres Jusuf Kalla yang kebetulan hadir ditempat itu “ada lelucon apa ini”.

Diera globalisasi saat ini hendaklah elemen bangsa memilah-milah mana yang harus diprioritaskan. Karena menjual BUMN tidak akan memberi manfaat kepada rakyat. Kalau ditarik kebelakang, kita akan menemukan

beberapa perusahaan asing yang mengakusisi atau setidaknya membeli saham sebagian besar perusahaan plat merah kita. Ambil contoh masuknya Grup Temasek di Telkomsel dan Indosat yang merupakan pelaku bisnis telekomunikasi terbesar di Indonesia. Meski yang muncul kepermukaan baru dua, tetapi ini merupakan sinyalemen negatif.

Pernah di acara Republik Mimpi yang ditayangkan TV1 menyorot tentang kinerja perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia. Discene pertama digambarkan Freeport yang merupakan perusahaan penambang emas dan tembaga terbesar didunia yang mengeruk isi bumi dan menghancurkan ekosistem dibeberapa sungai Papua, tetapi tanpa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di sana. Mirisnya lagi pemerintah hanya mendapat pemasukan pajak tanpa bagi hasil dari keuntungan Freeport. Belum lagi kinerja Exxon Mobile di beberapa ladang minyak di Indonesia yang tidak memberikan kontribusi ekonomi yang besar bagi negara ini. Dalam acara tersebut masyarakat diajak untuk bangkit dan berjuang demi kemajuan bangsa, bukan menolak keberadaan perusahaan asing tersebut, teta

pi hendaklah mereka memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan di tempat tersebut.

Dalam momen 100 tahun kebangkita Indonesia, maka elemen bangsa Indonesia haruslah bangkit dan berjuang melawan ketidak adilan dan bersama-sama bergandengan tangan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Standar
Opinion

Simalakama Kenaikan BBM

Tanggal 23 Mei 2008 malam saat pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), banyak orang tercengang dengan keputusan Pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat dan hanya menambah kesengsaraan rakyat miskin Indonesia yang katanya berjumlah 30 juta jiwa. Tetapi alih-alih membatalkan kenaikan harga BBM, pemerintah malah mengumumkan berita tersebut lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan oleh beberapa pelaku ekonomi yaitu tanggal 1 Juni 2008. Tetapi yang lebih parahnya pemerintah seolah-olah belum siap dalam mengantisipasi imbas kenaikan BBM ini. Program Bantuan Langsung Tunai +, yang digadang-gadangkan bisa membantu masyarakat dalam mengatasi beban berat akibat himpitan ekonomi ternyata pelaksanaannya mengalami keterlambatan dalam penyalurannya. Bahkan dalam pendataan rakyat miskin masih ditemui banyak masyarakat yang belum terdaftar walaupun ia masuk kategori miskin dan anehnya ditemukan orang yang mampu mempunyai kartu BLT, lebih ngawurnya lagi orang yang telah meninggal lama masih juga memiliki kartu BLT atas namannya.

Meski bukan tokoh politik atau ekonomi, tapi saya dapat membayangkan akibat buruk atau dampak buruk dari pemberlakuan kenaikan ini. Contoh yang paling nyata adalah kenaikan bahan pokok seiring dengan kenaikan jasa angkutan. Hal ini karena para pelaku jasa angkutan akan mengaitkan biaya angkut dengan kenaikan harga bahan bakar. Efek terbesarnya inflasi akan naik drastis.

Kenaikan inflasi juga akan diikuti tuntutan kenaikan upah buruh yang harus juga menyesuaikan dengan kenaikan harga kebutuhan hidup, akibatnya produsen akan menaikkan harga produk mereka agar dapat membayar kompensasi kenaikan gaji karyawan tersebut. Dan bila perusahaan tidak mampu bertahan, maka perusahaan tersebut akan kolaps atau bangkrut karena biaya produksi tidak sesuai dengan margin yang didapatkan. Alhasil jumlah karyawan yang akan di PHK akan semakin banyak yang ujung-ujungnya menambah jumlah pengangguran diusia produktif. . Pada kenaikan BBM pertama ditahun 2005 banyak diberitakan perusahaan-perusahaan yang bangkrut. Saat itu selain bangkrut, banyak investor asing yang juga memindahkan pabrik mereka yang ada di Indonesia keluar negeri, diantaranya pabrik elektronik asal jepang.

Dengan iklim ekonomi yang tidak menguntungkan selain masalah lama yang masih belum terselesaikan seperti birokrasi yang bertele-tele, kepastian hukum yang tidak ada pastilah akan timbul keengganan investor untuk masuk ke Indonesia.

Tetapi dibalik itu semua pastilah ada pertimbangan-pertimbangan matang yang dilakukan pemerintah dalam membuat keputusan menaikkan harga BBM. Salah satu nya adalah kenaikan harga minyak dunia yang mencapai lebih dari $100, bahkan siang ini harga diasia sudah berkisar $133. Dengan subsidi pemerintah yang mencapai ratusan triliun untuk subsidi BBM bisa dipastikan APBN kita akan kolaps, apalagi belum terlihat kecendrungan harga minyak dunia akan turun.

Sebenarnya sebagai salah satu produsen minyak terbesar didunia, Indonesia sanggup untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar nasional. Cadangan minyak yang sangat besar itulah yang sampai saat ini belum dimaksimalkan untuk berproduksi. Lahan minyak Cepu yang dicanangkan untuk segera beroperasi sampai sekarang belum juga berjalan. Bermacam alasan dikemukakan oleh pejabat terkait, dari regulasi sampai teknologi yang belum modern untuk memproduksi isi perut bumi tersebut.

Pemerintah juga sebenarnya sudah mengambil langkah antisipatif untuk menghadapi kenaikan minyak dunia ini, diantaranya program pemerintah dalam konversi minyak kegas, penggunaan energi alternatif batubara untuk pembangkit tenaga listrik dan lain sebagainya. Hanya yang menjadi masalah adalah tidak siapnya pemerintah dalam pelaksanaannya, lihat saja gas yang sampai saat ini hilang dari pasaran.

Beberapa kalangan mengatakan bahwa Presiden ingkar janji karena pernah berkata tidak akan menaikkan harga BBM. Ini disinyalir hanya sebagai propaganda politik semata. Tetapi saya melihat bahwa Presiden juga pasti mempunyai pertimbangan untuk menyelamatkan negara ini dibanding karir politiknya sendiri. Mungkin sebagai negarawan yang cinta kekuasaan maka pastilah Presiden tidak akan menaikkan harga BBM yang disebut bukan keputusan yang populer. Apalagi Pemilu 2009 hanya tersisa beberapa bulan lagi. Jika Presiden SBY mau menyelamatkan karirnya maka biarkan saja BBM tidak dinaikkan sampai Pemilu selesai dan terpilih Presiden baru yang akan memikul tanggung jawab besar mengatasi kenaikan harga BBM ini dan namanya akan dikenang sepanjang masa sebagai Presiden yang menepati janji.

Standar
Experience

Libur Pilkada

Senin ini kantor saya libur karena adanya pelaksanaan pemilihan kepala daerah untuk provinsi Kalimantan Timur. Sebelumnya sudah dilakukan kampanye serentak diseluruh Kaltim, dan kemarin malam baru dilaksanakan debat calon gubernur dan calon wakil gubernur di Hotel Bumi Senyiur Samarinda. Acara ini bahkan di siarkan langsung oleh stasiun tv Metro TV pkl 08.00 WITA dan dipandu oleh Meutia Hafid.

Standar
Umum

Memandangi Lubang

Seorang yang sangat kikir menyembunyikan emas di bawah pohon dalam tamannya.
Setiap minggu ia menggalinya dan memandanginya berjam-jam.Pada suatu hari seorang pencuri menggalinya dan membawanya lari.

Ketika orang kikir itu datang lagi untuk memandangi harta kekayaannya, yang ia temukan hanyalah lubang yang kosong.Ia mulai meraung-raung karena sedih, sehingga tetangga-tetangganya datang berlarian untuk melihat ada apa.Ketika mereka tahu masalahnya, salah

seorang dari antara mereka bertanya.
“Apakah engkau sudah pernah menggunakan emas itu?”
“Belum,” kata si kikir. “Saya hanya memandanginya setiap minggu.”
“Baiklah, kalau demikian,” kata tetangga itu,
“Demi kepuasan yang sudah diberikan oleh emas itu, engkau dapat juga datang setiap minggu untuk memandangi lubang itu.”

Renungan :Kita menjadi kaya atau miskin tidak karena uang tetapi karena kemampuan kita untuk bergembira.Berjuang keras untuk mencari kekayaan, namun tidak mempunyai kemampuan untuk bergembira sama dengan orang botak yang berjuang untuk mengumpulkan sisir.

Source : http://beraniegagal.com

Standar
Umum

Tompi – Sedari Dulu

Pertama dengar suara penyanyi dengan suara tinggi khas bernama Tompi, pikir saya tidak ada sesuatu yang istimewa dari penyanyi satu ini. Suaranya tinggi bahkan boleh dibilang cempreng dibanding penyanyi kebanyakan. Penampilannya pun jarang muncul dimedia, hanya sempat terlihat beberapa kali muncul di event Java Jazz Festival di Jakarta yang diadakan setiap tahunnya.

Belum lagi wajah penyanyi juga tidak bisa dibilang terlalu menarik bagi para wanita, tentunya dengan badan sedikit kurus dan gaya yang nyentrik, serta tidak lepas dari jas dan topi ala Michael Jackson.

Tetapi dunia permusikan tanah air baru mengenal Tompi setelah dia meluncurkan albumnya yang mempunyai musik yang easy listening dan lirik yang romantis. Para pendengar musik seolah-olah tersihir akan penampilannya. Tompi seolah-olah tahu bahwa suara yang tinggi itu merupakan salah satu ciri khasnya yang memang merupakan anugerah untuk dirinya. Mungkin sebagian orang yang mempunyai suara seperti itu akan menutup mulutnya rapat-rapat bila diminta untuk menekuni dunia tarik suara.

Meski berlatar belakang seorang dokter gigi, tetapi Tompi bukanlah anak kemarin sore dalam bermusik. Dia pernah berkolaborasi dengan musisi-musisi Indonesia ternama dalam menggarap suatu pentas musik, dimana dia adalah salah satu pengisi acaranya.

Begitu pun saya, meski sudah pernah mendengar lagu-lagu Tompi sebelumnya tidak pernah tertarik sama sekali dengan musiknya. Hanya sekarang beda ceritanya. Lagu “Sedari Dulu” yang merupakan single andalannya membius banyak orang termasuk saya. Suara Tompi sangat baik dalam membawa lagu tersebut. Dan musiknya sangat easy listening. Belum lagi liriknya yang bercerita tentang perasaan jatuh cintanya Tompi kepada seseorang yang terwakili dengan lagu tersebut.

Bila diradio-radio ada music chart untuk menentukan lagu mana yang pantas meraih predikat terbaik dan terfavorit bagi para pendengarnya, maka dalam music chart pribadi (ngasal banget) , saya menempatkan lagu ini sebagai yang terbaik mengalahkan lagu Main Hati dari Andra & The Backbone yang harus tersingkir untuk memberikan kesempatan bagi sang maestro musik baru bernama Tompi.

Ada cerita unik lagi tentang lagu Sedari Dulunya Tompi bagi saya dalam melaksanakan pekerjaan, yaitu saya pasti memutar lagu ini berulang-ulang sampai bosan atau saat komputer sudah shut down, tapi anehnya belum bosan tuh sampai saat ini. Pokoknya lagu ini jadi my favorite song lah.

Standar