BBM (Bikin Bangsa Menderita)

BBM merupakan salah satu unsur atau barang terpenting dalam kehidupan manusia. Ada yang memelesetkan BBM dengan Benar-Benar Mabok yang berarti tanpa BBM, maka kita akan mabok 7 keliling. Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah berpendapat bahwa kenaikan BBM itu bukanlah sesuatu berita besar jika negeri kita tidak terlalu bergantung pada energi bahan bakar. Jika konversi energi berjalan lancar, maka ketergantungan tersebut akan pelan-pelan dikurangi. Misalnya dimasa depan tidak kita temui lagi Pembangkit Listrik

Tenaga Diesel, tetapi memakai energi lain seperti air, matahari, panas bumi, batubara. Para ibu rumah tanggal juga tidak menggunakan minyak tanah lagi tetapi gas yang murah dan aman. Dan pada saat itu pengumuman kenaikan BBM tidak akan menimbulkan gejolak dan mungkin masyarakat menganggapnya biasa saja.

Berbeda dengan negara-negara lain banyak yang mengatakan bahwa minyak di Indonesia adalah salah satu yang termurah di dunia. Anggapan itu tidak keliru karena jika dibandingkan dinegara-negara Asia Tenggara saja harganya masih lebih rendah. Ambil contoh di Thailand dan Malaysia harga premium sudah berkisar Rp. 10.000/liter dengan tetap mendapat subsidi pemerintah. Perbedaan lain masyarakat kedua negara itu adalah rakyatnya yang lebih makmur dari Indonesia. Itu ditandai dengan pendapatan perkapita penduduk yang lebih tinggi. Tingkat kemiskinan dan pengangguran juga kurang sekali.

Tidak baik membicarakan kejelekan kita sendiri, tetapi hendaklah kita mengambil hal-hal yang baik dinegara lain untuk diterapkan dinegara ini yang ujung-ujungnya membawa kemakmuran bagi bangsa. Pasti masyarakat Indonesia membayangkan negeri ini akan jadi seperti China dan India yang lebih dahulu bangkit dalam bidang ekonomi, perdagangan dan militer. Siapa tidak kenal dengan perusahaan-perusahaan kedua negara tersebut yang merajai pasar dunia. Di China terkenal dengan kemampuannya untuk memproduksi produk dengan kualitas yang baik dan harga yang lebih murah dari pada yang ditawarkan negara lain. Di India saat ini negara itu tengah menyaksikan kebangkitan dibidang teknologi inform

asi, otomotif dan farmasi. Seorang pengusaha asal India bernama Mukesh Ambani adalah orang India yang paling kaya didunia mengalahkan sang pemilik Microsoft, Bill Gates yang harus rela turun tahta.

Berbicara tentang kebangkitan negara-negara dunia, pastilah tidak seorang pun akan menyangka bahwa Venezuela, salah satu negara di Amerika Selatan akan berkembang sangat jauh meninggalkan negara-negara tetangga seperti Argentina dan Kolumbia dalam hal pertumbuhan ekonomi. Sebag

ai salah satu penghasil minyak negara ini benar-benar mendayagunakan sumber daya alamnya untuk kepentingan bangsanya. Sosok sang presiden Hugo Chavez adalah seorang jendral yang gagah memimpin kebangkitan ekonomi Venezuela. Langkah berani dan gila yang dilakukan oleh sang presiden diantaranya

adalah pengambilalihan pabrik-pabrik minyak dari tangan asing yang masih terikat perjanjian kontrak. Banyak perusahaan minyak dari Amerika yang harus gigit jari dan harus pulang kenegaranya karena ladang usahanya diambil alih pemerintah. Hugo Chavez sebenarnya sedang menabuh genderang perang untuk George W Bush dan negara adikuasi tersebut. Dia dikenal sebagai penentang pertama kebijakan luar negeri AS di Amerika Selatan bersama kompatriotnya yang sama-sama presiden yaitu Fidel Castro yang seorang Presiden Kuba.

Ada satu hal yang dipetik dari tangan dingin Presiden Hugo Chavez, yaitu bahwa setiap jengkal sumber daya alam adalah kekuasaan negara dan digunakan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat. Hal tersebut juga sebenarnya dicantumkan pada pasal UUD 1945, tetapi sampai 63 tahun merdeka slogan tersebut terdengar seperti isapan jempol belaka. Kita sepertinya kelaparan dilumbung kita sendiri.

Sebagai warga negara saya sebenarnya miris melihat tingkah polah pemerintah saat ini. Baru-baru ini

berhembus berita akan dijualnya 44 BUMN. Beberapa diantaranya adalah Garuda Indonesia, Krakatau Steel, PTPN, PT. DI, Bank BNI dan lain sebagainya. Miris karena kita seperti sudah kehilangan modal sehingga kita mesti menjual perabotan kita sendiri. Kita sudah seperti orang kere.

Pemerintah beralibi bahwa privatisasi BUMN dengan penjualan saham dan IPO adalah dimaksudkan untuk

meningkatkan daya saing BUMN dikancah global. Tetapi apapun alasannya hal itu seperti menjual martabat bangsa kepada orang asing. Bahkan saking kesalnya Amien Rais dalam salah satu acara dialog di Metro TV berkata dengan keras menolak dan bertanya kepada Wapres Jusuf Kalla yang kebetulan hadir ditempat itu “ada lelucon apa ini”.

Diera globalisasi saat ini hendaklah elemen bangsa memilah-milah mana yang harus diprioritaskan. Karena menjual BUMN tidak akan memberi manfaat kepada rakyat. Kalau ditarik kebelakang, kita akan menemukan

beberapa perusahaan asing yang mengakusisi atau setidaknya membeli saham sebagian besar perusahaan plat merah kita. Ambil contoh masuknya Grup Temasek di Telkomsel dan Indosat yang merupakan pelaku bisnis telekomunikasi terbesar di Indonesia. Meski yang muncul kepermukaan baru dua, tetapi ini merupakan sinyalemen negatif.

Pernah di acara Republik Mimpi yang ditayangkan TV1 menyorot tentang kinerja perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia. Discene pertama digambarkan Freeport yang merupakan perusahaan penambang emas dan tembaga terbesar didunia yang mengeruk isi bumi dan menghancurkan ekosistem dibeberapa sungai Papua, tetapi tanpa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di sana. Mirisnya lagi pemerintah hanya mendapat pemasukan pajak tanpa bagi hasil dari keuntungan Freeport. Belum lagi kinerja Exxon Mobile di beberapa ladang minyak di Indonesia yang tidak memberikan kontribusi ekonomi yang besar bagi negara ini. Dalam acara tersebut masyarakat diajak untuk bangkit dan berjuang demi kemajuan bangsa, bukan menolak keberadaan perusahaan asing tersebut, teta

pi hendaklah mereka memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan di tempat tersebut.

Dalam momen 100 tahun kebangkita Indonesia, maka elemen bangsa Indonesia haruslah bangkit dan berjuang melawan ketidak adilan dan bersama-sama bergandengan tangan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s