Decide To Read and Get Knowledge From Book

Kemarin saat jalan-jalan ke Balikpapan, saya sempatkan jalan ke salah satu plaza tersebar di kota itu. Tujuan utamanya sih mau makan, langkah kaki membawa ke lokasi food court. Liat-liat sebentar menu yang ada, akhirnya pilihan jatuh ke makanan cepat saji, karena berpikir kalau menunggu kelamaan. Soalnya abis dari situ mau ke gramedia liat buku. Memang kalau disaat-saat istirahat atau makan malam food court ini begitu ramai. Tidak pernah saya melihat food court yang selalu penuh dengan pengunjung seperti itu. Menurut beberapa teman, ini dikarenakan tipe masyarakatnya kota Balikpapan yang kebanyakan adalah pekerja dan pendatang, yang pasti menginginkan hal-hal yang simple dan cepat termasuk dalam urusan makan. Selain itu tingkat pendapatan yang lumayan tinggi dari masyarakat daerah lain juga mendukung dalam hal ini.

Dua potong ayam goreng cukup mengenyangkan perut yang dari siang belum diisi. Santai sejenak untuk membiarkan makanan turun ke usus. Tidak betah berlama-lama, saya pun melangkah lagi dengan tujuan toko buku gramedia. Sama dengan food court yang tadi saya datangi, tempat inipun ramai dengan pengunjung. Tidak berapa lama, sayapun terlarut bersama pengunjung-pengunjung lain menikmati suguhan bacaan di tempat itu. Tidak terasa setengah jam sudah terlewatkan, saya pun meraih satu buku yang saya liat dan pastikan isinya bagus (maklum masih dipacking plastik jadi gak diboleh dibuka sebelum membayar).

Judul bukunya “Your Great Success Start From Now”, penulisnya bernama Thomas Sugiarto. Saya sebenarnya tidak tertarik dengan nama pengarangnya, karena selain tidak familiar juga terkesan agak narsis memajang foto dirinya besar-besar di main page buku tsb. Sebenarnya ada beberapa kriteria pertimbangan saya dalam membeli buku.

Yang pertama adalah pengarangnya, apakah ia pengarang buku yang terkenal atau tidak. Kalau sedikit tidak familiar, walaupun tema bukunya menarik, saya jarang membeli. Yang kedua adalah penerbitnya, menurut saya buku-buku yang akan dipublikasikan oleh penerbit pastilah buku yang bagus karena sudah mengalami seleksi yang ketat. Faktor ketiga adalah komentar-komentar dari tokoh-tokoh penting/terkenal akan buku tersebut. Misalnya buku yang saya beli diatas membuat saya tertarik karena adanya komentar dari Pak Ci (Ciputra). Siapapun pasti mengenal beliau dan pastilah beliau tidak akan sembarangan memberikan komentar jika suatu bacaan tidak bagus menurut dia.

Faktor berikutnya adalah apakah buku tersebut authornya orang lokal atau terjemahan dari buku luar negeri. Saya cenderung menyukai buku karangan penulis lokal dibanding dari lua. Menurut saya buku hasil terjemahan banyak mengandung kejanggalan-kejanggalan arti dengan bahasa indonesia, saya tidak mengatakan sang penerjemah tidak mempunyai skill yang baik, tetapi saya cenderung menilai gaya bahasa sang penulis asli yang mungkin juga dipengaruhi budaya masing-masing negara yang menjadi faktor kunci terjadinya hal tersebut. Disatu pihak penerjemah ingin agar pembaca mengerti apa yang ingin disampaikah oleh sang penulis kepada khalayak, tetapi tetap tidak meninggalkan kaidah terjemahan baku dari tulisan itu sendiri dalam bahasa indonesia. Hal inilah yang membuat gaya bahasanya menjadi tidak alami dan kaku. Sebenarnya sih ingin langsung baca buku aslinya, tapi selain mahal, kemampuan english yang pas-pasan menjadi penghalang utama. Heheh

Lanjut lagi untuk faktor pendukung saya membeli suatu buku yaitu tebal tipisnya buku tersebut. Agak terdengar aneh memang. Seperti diketahui bahwa kita tidak akan mampu membaca buku tebal dengan sekali baca. Selain karena keterbatasan fisik dan pikiran, membaca terlalu cepat membuat orang tidak mengerti isi yang mau disampaikan oleh sebuah buku. Buku yang tebal akan membuat kita membaca buku itu sambung menyambung yang frekuensinya sangat panjang. Inilah akar masalahnya, dengan cara membaca seperti itu maka kita akan melupakan pokok yang sudah dibaca diawal. Berbanding terbalik dengan buku yang tipis, buku yang tipis membuat topik atau isi yang disampaikan menjadi tidak jelas dan terperinci, sehingga pembaca harus berimaginasi dan berimprovisasi menangkap arti yang disampaikan. Saya terus terang mempunyai kriteria khusus untuk tebal tipisnya buku ini yaitu min 100 hal dan maks 300 hal. Itulah ukuran yang ideal menurut saya.

Faktor terakhir adalah faktor kausal dan urgency. Contoh saya pernah membeli buku tentang MLM karena saya tiba-tiba tertarik terhadap buku itu setelah membaca bahasan singkatnya dimajalah yang menggambarkan bahwa MLM itu sangat menarik dan membuat saya ingin mengetahuinya lebih lanjut, maka dicari dan dibelilah buku dengan topik tersebut. Faktor urgency jarang terjadi, tetapi pernah saya alam, yaitu karena kebutuhan buku tersebut untuk keperluan tertentu misal untuk referensi akademik atau untuk bahan pelajaran atau kuliah.

Berbicara tentang buku, saya sebenarnya termasuk mempunyai hobby membaca sejak lama. Saat saya dibangku sekolah dasar, disaat teman-teman sekelas bermain-main saya malah keperpustakaan sendiri. Hal ini malah lebih intens lagi bila guru mengumumkan kalau disana baru kedatangan buku baru. Dan hal tersebut berlanjut hingga saya kuliah. Pernah satu kejadian lucu saat saya meminjam buku diperpustakaan kampus kami. Sang petugas perpustakaan bingung kenapa saya selalu paling cepat mengembalikan buku-buku yang saya pinjam. Terkadang baru pinjam hari ini besok atau lusa sudah saya kembalikan, padahal masa pinjamnya 1 minggu sampai 2 minggu. 1 minggu untuk buku baru dan 2 minggu untuk buku lama. Saking kesalnya dia dengan nada sinis dan menyindir mengatakan bahwa di buku pinjaman perpustakaan sebagian besar adalah nama saya. Sambil nyengir saya pun menjawab bahwa jika buku tersebut saya sudah baca ya saya kembalikan, karena mungkin saja ada yang lain mau menggunakan buku tersebut. Tapi saya sadar juga sih bahwa dia juga capek pastinya bolak balik menulis nama dan buku yang saya pinjam dibuku pinjaman perpustakaan. Sejak saat itu saya tidak melakukan hal tersebut lagi, meski buku yang dipinjam sudah diselesaikan dalam 2 hari, saya tetap mengembalikan sesuai jadwal kembali buku tersebut. Dan mulai saat itu sang petugas tidak lagi pasang wajah yang cemberut kalau saya mau meminjam buku.

4 pemikiran pada “Decide To Read and Get Knowledge From Book

  1. Your Great Success Start From Now – Thomas Sugiarto

    halo bro stephen…punya ebook buku ini..? saya kepingin juga membacanya….
    sharing donk…..hehehehehe…Please…….!!!😀
    ditunggu ya…..

    terima kasih
    herman tanggar

  2. Your Great Success Start From Now – Thomas Sugiarto

    halo bro stephen…punya ebook buku nya ya..? saya kepingin juga membacanya….loh
    sharing donk…..hehehehehe…Please…..please..!!!😀
    ditunggu ya…..

    terima kasih
    herman tanggar

  3. Waktu saya cari – cari e-book nya karena penasaran sama bukunya, saya ketemu e-book nya di google book,,

    kalo mau langsung address nya:

    http://books.google.co.id/books?id=mkxeiGM47AkC&pg=PP1&lpg=PP1&dq=thomas+sugiarto&source=bl&ots=CpRIIjT5fi&sig=Wd5m129bnF6JBUv5JxWELlDpy2w&hl=id&ei=htrCSpPSJoiVkAW7qOW6BQ&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=7&ved=0CBQQ6AEwBjgU#v=onepage&q=&f=false

    tapi seyh mnurut saya tetep enakan baca bukunya langsung yah,hehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s