Opinion

All New Honda Jazz : Seize The Day

Menghadiri acara konser Nidji kemarin yang berbarengan dengan peluncuran salah satu mobil impian saya yaitu All New Honda Jazz yang merupakan pengembangan dari generasi sebelumnya yaitu Honda Jazz. Bahkan slogannya pun diubah jika dulu “Jazz Your Life”, sekarang menjadi “Seize The Day”. Menurut GM dari Honda Semoga Jaya yang menjadi main dealer Honda baik untuk kendaraan roda dua atau roda empat bahwa ini hanyalah untuk menegaskan tentang perbedaan dimana pada seri yang baru ini terdapat pengembangan-pengembangan baru, mulai dari sisi design, tipe mesin dan sisi keselamatan dan keamanan.

All New Honda Jazz menawarkan perpaduan superior dari semua yang diharapkan dari sebuah 5-door hatchback berkualitas dunia. Mulai dari mesin yang memadukan tenaga terbesar di kelasnya dengan efisiensi bahan bakar yang menjadi ciri Honda Jazz, kabin yang lapang dengan tingkat utilitas yang tinggi, fitur-fitur inovatif dengan teknologi terdepan, hingga tingkat keamanan tertinggi di kelasnya

All New Honda Jazz tampil dengan desain yang benar-benar baru, yang semakin stylish dan sporty. Perpaduan kap mesin yang tajam, headlight berukuran besar yang memanjang, desain Trapezoid Bumper dan Sporty Grill Hexagon (segi enam), dan Full Aero Kit membuat mobil ini lebih bergaya, sekaligus membantu meningkatkan aerodinamika dari All New Honda Jazz. Desain pintu bagasi berbentuk V memberikan tampilan yang lebih bergaya sekaligus memberikan kemudahan akses barang ke dalam bagasi. Fender belakang dengan bentuk yang melebar mengegaskan kesan stabil pada All New Honda Jazz.

Dalam segi interior, All New Honda Jazz dirancang untuk memberikan kelapangan kabin yang maksimal, sekaligus utilitas tinggi dan keamanan bagi pengemudi dan penumpang. Mulai dari kaca depan yang memberikan visibilitas lebih luas, stereoscopic meter cluster dengan iluminasi yang mendukung fokus saat berkendara, hingga pengaturan panel-panel yang lebih dekat dengan pengemudi

All New Honda Jazz kini hadir dengan mengusung mesin 1.5 i-VTEC SOHC yang merupakan penggabungan antara karakter mesin i-DSI yang hemat bahan bakar dengan mesin VTEC yang bertenaga besar. Mesin tersebut i-VTEC ini uga dilengkapi dengan teknologi drive by wire dan Torque Boost Resonator untuk menghasilkan tenaga maksimum 120 PS pada 6.600 rpm dan torsi maksimum 14,8 Kg.m pada 4.800 rpm, yang merupakan tenaga terbesar untuk mobil di kelasnya. Selain menghasilkan kombinasi antara tenaga dan efisiensi bahan bakar, kolaborasi teknologi mesin tersebut juga menghasilkan emisi ramah lingkungan berstandar EURO 4.

Melengkapi keamanannya, All New Honda Jazz telah dilengkapi dengan teknologi pengereman ABS, EBD, dan BA, sabuk pengaman dengan 3 point ELR dan load limiter, serta dual SRS Airbags*. Sistem keyless entry, immobilizer Anti-Theft System serta security alarm melengkapi perangkat keamanan pada All New Honda Jazz.

Terdapat 8 warna menarik yang ditawarkan untuk All New Honda Jazz yaitu Alabaster Silver Metallic, Silverstone Metallic, Nighthawk Black Pearl, Brilliant White Pearl, Rallye Red Pearl, Irish Red Pearl, Cerulean Blue Metallic yang merupakan warna baru serta Spearmint Green Metallic yang ditawarkan sebagai special edition

Permintaan akan All New Honda Jazz ini juga sangat baik, meski harus indent terlebih dahulu tidak mengurangi minat konsumen. Bahkan menurut GM Honda Semoga Jaya, mobil ini sudah dipesan kurang lebih 150 mobil dalam bulan Juli ini. Sungguh sebuah angka yang fantastis.

Memang sih mobil ini luar biasa, pantas saja banyak produsen lain mengeluarkan bermacam-macam citycar tapi tetap belum mampu menggeser dominasi Honda. Pokoknya All New Honda Jazz mobil impian saya deh.

Iklan
Standar
Experience

Be A Nidjiholic

Minggu kemarin saya janjian dengan teman saya Daniel untuk menonton konser grup band Nidji. Acara diadakan diballroom di sebuah plaza terbesar di Samarinda. Awalnya sih tidak ada rencana untuk nonton, tetapi karena hari minggu itu tidak ada kegiatan maka kami pun sepakat untuk mencari tiket. Tiket yang ditawarkan cukup murah untuk event artis indoor yaitu Rp. 150 ribu untuk VIP dan Rp. 80.000 untuk kelas ekonomi. Sebenarnya sih mau beli yang VIP, maksudnya biar bisa stay didepan dan sambil duduk juga sudah bisa nonton. Tapi kemudian kami pilih ekonomi karena kami dapat informasi bahwa untuk penonton kelas VIP juga berdiri dan untuk jarak antara VIP dengan ekonomi hanya dibatasi pagar. Ya sekalian hemat pikir kami.

Pukul 19.00 kamipun sudah sampai di plaza tersebut. Pikir kami parkiran basement pastilah penuh karena menurut penjual tiket bahwa tiket yang dicetak mencapai 2 ribu tiket yang berarti kalau terjual semua pasti membuat penonton membludak. Ternyata apa yang kami pikir tidak sesuai dengan apa yang ditemui, parkiran juga masih lumayan luang. Dan ketika kami masuk kedalam plaza kami melihat sudah banyak antrian penonton didepan ballroom. Tapi jumlahnya tidak sesuai yang kami perkirakan, menurut saya estimasi jumlah penonton hanya sekitar 700-800 orang. Itu berarti banyak tiket yang tidak terjual.

Dari panitia dan crew acara yang kami temui mengatakan bahwa tujuan acara itu bukanlah konser semata. Acara ini digagas oleh salah satu dealer mobil terkemuka dikota ini. Eventnya adalah launching produk terbaru dari perusahaan mobil asal Jepang di Samarinda. Sebenarnya saya sudah tahu hal tersebut karena dibaliho yang ditempatkan dibeberapa sudut kota yang menginformasikan tentang hal tersebut.

Setelah menunggu kurang lebih 45 menit, para penonton pun dipersilahkan masuk. Ballroom itu ternyata luas juga. Perkiraan saya tempat itu bisa menampung 2000 penonton dengan catatan semua penonton berdiri.

Acara dibuka dengan kehadiran dua band lokal. Kalau tidak salah band pertama bernama Dear Lucy, saya tidak mengerti kenapa dinamakan seperti, tapi saya tidak heran karena beberapa band terkemuka dinegeri ini juga menggunakan nama wanita untuk bandnya. Lagunya cukup energik, membawa penonton sejenak terhibur walau sajian utamanya belum muncul. Band berikutnya beranggotakan 8 orang dimana 4 orang vokalisnya adalah wanita. Kemunculan band ini langsung diberi sorakan oleh penonton. Pasalnya salah satu penyanyinya berbodi besar alias gendut. Beberapa penonton pria berteriak dan memanggil Atun untuk sang penyanyi. Tapi kelihatan orangnya cuek aja. Saya sih melihat wanita ini tidak percaya diri setelah dikatakan seperti itu, tetapi mungkin karena tuntutan pekerjaan dia pun melanjutkan lagu mereka hingga selesai.

Acara berikutnya ditandai dengan kemunculan dua MC, seorang pria dan seorang wanita. Kedua orang itu kemudian menjelaskan tentang diadakan acara ini yang berhubungan dengan peluncuran produk baru , yaitu sebuah tipe city car. Dilanjutkan dengan kuis yang jawabannya adalah seputar keunggulan dan keistimewaan dari produk itu. Disamping saya seorang penonton mengeluhkan bahwa mereka sudah membeli tiket yang mahal tetapi mereka harus mendengar iklan komersil dari sang penyelenggara. Padahal menurut dia, jika ingin mengadakan acara launching begitu harusnya penonton dibiarkan masuk tanpa tiket. Saya sih tidak sepenuhnya setuju dengan pendapat penonton itu, karena kalau dipikirkan kembali mendatangkan sebuah kelompok band artis tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit dan pastilah dari biaya tiket tidak akan cukup untuk menutupi operasional penyelenggaraan. Saya pernah mendengar bahwa terkadang budget yang telah disiapkan malah menjadi over karena tuntutan sang artis yang meminta bermacam-macam untuk tampil diacara yang diadakan.

Diiringi dengan down timer dari penonton tirai penutup mobil pun disingkap. Semua cahaya diarahkan kesana agar penonton bisa dengan jelas melihat mobil baru yang diluncurkan tersebut. Tidak lama kemudian diantara taburan kertas warna warni muncul Giring sang vokalis Nidji sambil berlari kearah stage penonton diiringi dentuman musik pengiring. Para penonton langsung berteriak histeris sambil berjingkrak-jingkrak mengikuti irama musik. Saya merasa ballroom itu bergetar hebat seolah mau jebol. Apalagi ballroom ini terletak dilantai 5 plaza itu. Wah pikir saya kalau ini jebol apa yang terjadi pada para penonton. Beruntung sampai acara selesai tidak terjadi apa-apa.

Lagu pertama dari Nidji berjudul Kau dan Aku dan berlanjut hingga kurang lebih 8 lagu. Sang vokalis Giring yang berambut kribo mirip Eddy Brokoli ini tampak bersemangat sambil mengibarkan bendera merah putih kecil dan berjingkrak-jingkrak diatas stage, terkadang dia menggantinya dengan sign stick yang biasa dipakai oleh polisi pengatur lalu lintas. Saya tidak jelas apa maksudnya, mungkin hanya untuk aksesori diatas panggung.

Lagu yang paling heboh menurut saya adalah Disco Lazy Time, karena sangat asyik. Saya bahkan sering menyanyikan lagu ini bila saya bersama teman-teman menghabiskan waktu di karaoke NAV. Tapi mendengar langsung dari penyanyi aslinya sungguh sangat berbeda, dan it’s wonderful. Saya dan teman saya juga ikut berjingkrak-jingkrak mengikuti irama lagu bersama penonton-penonton lain. Tidak lengkap rasanya jika hanya bengong, karena tujuan hadir diacara ini adalah untuk bersenang-senang menikmati musik dari salah satu band paling bersinar sepanjang tahun ini.

Ternyata band ini sangat komunikatif dengan penonton sekali-kali Giring berdialog dengan penonton dan mengajak penonton mengikuti gayanya. Dan penonton pun terhibur dengan pertunjukan berdurasi kurang lebih 1,5 jam itu. Saat Nidji sudah menyelesaikan lagu terakhirnya yang berjudul Biarlah, para penonton berteriak mengatakan belum puas. Tapi berhubung waktu sudah habis akhirnya sang artis pun meninggalkan stage dan penonton yang kecewa karena ingin menyaksikan idolanya lebih lama lagi.

Terus terang juga saya sangat menikmati lagu-lagu dari band ini, lagu-lagunya banyak yang bertemakan keceriaan, semangat dan persahabatan. Tidak heranlah banyak Nidjiholic yang setia mengikuti dan tidak sabar menunggu band ini meluncurkan album baru lagi. Be a Nidjiholic.

Standar
Opinion

Get Inpiration From Rony Yuzirman

Akhir-akhir ini saya semakin intens mengunjungi warnet. Keperluannya tidak jauh dari urusan pekerjaan kantor, yaitu mengirim laporan rutin ke head office. Memang tidak menyita banyak waktu, wong hanya ngirim email aja, selebihnya ya untuk browsing. Saat browsing dua hari yang lalu, saya mampir ke situsnya ronyyuzirman.com, sebuah blog milik seorang inspirator, pengusaha sekaligus founder dari milis TDA (tangan diatas) yang anggota berjumlah ribuan orang. Disitusnya yang sederhana ditampilkan tulisan pribadi dari sang empunya blog dan disertakan juga sebuah banner menuju situs bisnisnya yaitu Manet Vision, yang merupakan toko online yang menjual bermacam-macam busana muslim.
Yang menarik dari situs ini adalah buah pikiran sang pemilik berupa tulisan-tulisan yang rutin diposting setiap bulannya. Tulisan yang ditampilkan diblog ini kebanyakan bertema inspirasi bisnis. Maklum saja karena latar belakang penulis adalah seorang pebisnis. Sumbernya bisa berasal dari pengalaman dan juga sari dari ilmu-ilmu yang didapat penulis dari buku-buku yang pernah dibacanya.
Tulisan-tulisan di blognya banyak menginspirasi banyak orang. Dia mengajak banyak orang untuk lebih cenderung mengembangkan bisnis sendiri disaat susahnya mencari pekerjaan saat ini, dimana kebutuhan hidup juga semakin berat. Tidak tergantung dengan orang lain, mengandalkan kekuatan pada diri sendiri itu pesannya. Dia mengatakan bahwa ia bahagia menjadi TDA dan tidak pernah berhasrat untuk menjadi TDB.

Menurutnya bisnis memang mempunyai banyak resiko bila tidak dikelola dengan baik. Yang harus dipikirkan adalah bagaimana mengelola resiko itu menjadi sebuah kesempatan bagi kita untuk berkembang. Kegagalan akan membawa kita untuk menemukan jalan atau cara lain ke bisnis yang lebih baik. Seperti yang pernah dikatakan Einstein ketika ditanya mengapa ia tetap optimis dan konsisten melakukan penelitian sebanyak 10.000 kali dan akhirnya berhasil menemukan bola lampu. Dan Einstein menjawab bahwa dengan melakukan penelitian dan percobaan sebanyak itu, ia menemukan 9999 cara yang salah dalam menemukan bola lampu yang akhirnya membuatnya mematenkan penemuannya dan menjadikannya salah satu ilmuwan paling berpengaruh dimuka bumi ini.

Rony Yuzirman adalah inspirasi. Tulisan-tulisannya disampaikan dengan bahasa yang lugas dan jelas, tidak seperti menggurui. Pengalaman bisnisnya dipaparkannya secara jelas, bagaimana dia merintis, suka dukanya. Dia juga menjadi mentor tempat bertanya bagi para pebisnis yang mengalami masalah dalam berbisnis.

Dia juga terkenal dekat dengan Tung Desem Waringin, motivator no. 1 di Indonesia. Dia mengatakan banyak mendapatkan banyak ilmu dari sang begawan. Saya menyebut Rony juga sebagai manusia pembelajar. Dia tidak pernah berhenti belajar baik melalui buku-buku, mentor, maupun dari orang lain disekitarnya. Tak heran ilmunya banyak sekali. Saya dengar tidak lama lagi dia akan meluncurkan buku pertamanya. Belum tahu judulnya sih tapi yang pasti jika bukunya sudah terbit, saya ingin menjadi yang pertama memilikinya.

Tulisan-tulisan dari Rony Yuzirman ini bisa diakses melalui blognya di http://roniyuzirman.blogspot.com

Standar
Opinion

Customer Service Ala Garuda Indonesia

Meski sering bepergian saya belum pernah sekalipun menggunakan pesawat Garuda. Naif memang. Perusahaan saya sebelumnya juga tidak memperbolehkan kami menggunakan Garuda, tidak tahu apa latar belakangnya, apakah karena biaya atau yang lainnya. Memang bila di bandingkan secara rate biaya harga sebuah tiket Garuda bisa 1,5 sampai 2 kali pesawat komersil biasa. Tapi sebagai maskapai nasional negara ini pastilah Garuda juga menawarkan keunggulan lain.
Ambil contoh, untuk perjalanan kemana saja Garuda menyediakan bacaan berupa koran serta suguhan makanan berat berupa nasi atau mie goreng dilengkapi dengan pudding atau jus buah. Hal ini tidak dilakukan oleh maskapai lain dengan alasan untuk menghemat biaya operasional. Bayangkan baru jalan setengah jam saya makanan sudah keluar. Sehingga karena kesibukan makan waktu perjalanan tidak terlalu terasa
Diperjalanan saya pulang ke Balikpapan dari Jakarta saya disuguhi pemandangan yang menakjubkan. Disebelah saya duduk seorang ibu dan anaknya yang mungkin baru berusia 5 tahun. Setelah pesawat lepas landas datanglah pramugari membawa sebuah buku gambar, lengkap dengan crayonnya. Si anak dengan senang menerima dan mulai sibuk mewarna gambar yang ada dibuku itu. Sekilas memang sederhana, tapi itulah yang diperhatikan dengan detil oleh Garuda, gimmick sekecil apapun membuat para penumpangnya menjadi betah dan setia untuk melakukan penerbangan dengan maskapai ini. Inilah yang disebut trik marketing, yaitu menyentuh sisi emosional di konsumen, dengan merasa nyaman dan aman maka konsumen akan loyal.
Banyak konsumen saat ini tidak melihat nilai rupiah dari sebuah produk atau jasa lagi. Sekarang adalah zaman konsumen membeli karena nilai (value) dari produk itu sendiri, harga bagi mereka adalah nomor sekian. Value atau nilai bisa berarti kepuasan, kualitas dan prestise. Ambil contoh banyak orang berpikir dua kali untuk membeli tshirt berharga Rp. 30.000. Tetapi ketika misalnya diajak teman untuk minum secangkir kopi berharga Rp. 30.000 di Starbuck menjadi tidak masalah untuk mengeluarkan uang tersebut.
Kembali ke maskapai Garuda, saat ini maskapai ini sudah banyak membenahi diri dalam kualitas pelayanan. Inilah yang membedakannya dengan maskapai komersil lain yang menawarkan low cost flight. Di Garuda ada jaminan untuk perawatan dan pengecekan maksimal untuk setiap penerbangan. Dan dari selisih harga dibanding dengan penerbangan lain itulah dana dialokasikan.

Saya meyakini dalam waktu dekat Garuda akan menjadi perusahaan yang mengglobal. Terlalu muluk memang. Tetapi indikasi ke arah sana sudah terlihat, penggantian jajaran manajemen, peningkatan mutu pelayanan, perluasan rute penerbangan. Pelarangan terbang oleh Uni Eropa juga merupakan apresiasi dari perubahan yang dilakukan Garuda.
Tapi ada 2 hal yang ingin saya kritik dari Garuda, yaitu yang pertama adalah makanan yang dihidangkan terlalu lama, saat kita sudah mulai mencoba tidur eh makanan datang sehingga batal, setelah makan tidurpun menjadi susah. Lalu yang kedua adalah pramugarinya. Pramugari Garuda memang ramah dalam pelayanan, tetapi fisik nya tidak mendukung, mungkin usia sang pramugari dengan pesawatnya sama tua. Jika dibandingkan dengan maskapai lain misal Adam Air (sudah tidak beroperasi lagi) atau Lion Air, pramugari Garuda kalah muda dan kalah cantik.
Industri penerbangan kedepan bukan hanya berbicara tentang senyum dan keramahan saja, tetapi juga tentang penampilan fisik sang pramugari. Bayangkan bila sedang ngantuk liat wajah manis pasti ngantuk jadi hilang. Bukan begitu ya. Ini sudah dijalankan oleh maskapai penerbangan komersil dari Malaysia yaitu Air Asia. Perusahaan yang dikomandani oleh Tony Fernandes ini bisa membaca bahwa penampilan fisik sang pramugari didalam pesawat menjadi nilai tambah bagi penumpang dalam memilih suatu maskapai penerbangan. Kalau dilihat Air Asia saat ini dilambangkan dengan warna-warna yang ceria berjiwa muda, dan mempunyai semboyan kalau tidak salah “See models in the Air”.

Standar
Experience

Ke Jakarta Aku Kan Kembali Part II

Sabtu, 21 Juni 2008
Bangun pagi saya langsung mandi dan siap-siap untuk lanjutan training hari terakhir. Peserta-peserta lain sudah berkumpul di bawah. Sebentar kemudian kamipun jalan kaki menuju kantor, jarak antara kantor dan mess kami tidak terlalu jauh kurang lebih hanya sekita 100 meter. Hari ini karyawan-karyawan lain tidak masuk, sehingga kantor terlihat sepi. Kamipun langsung naik kelantai 5 dimana sang trainer sudah menunggu disana. Hari ini beberapa peserta harus pulang lebih cepat untuk mengejar pesawat, dan akhirnya setelah berembuk sang trainer minta kami agar waktu breaknya dipercepat dan kami setuju, sehingga kami bisa pulang pkl 16.30 sore. Acara training dilanjutkan, dan sesekali diiringi dengang gelak tawa peserta bila trainer mengeluarkan kata-kata humor. Suasana terasa begitu cair apalagi setelah habis makan siang dimana kantuk tidak mau berkompromi, bolak balik toilet untuk membasuh muka menjadi biasa. Tapi sang trainer juga bisa membangun suasana, melihat kami sudah mulai loyo, dia pun mengajak kami main games agar semangat kami bangkit kembali. Setelah itu training menjadi terasa ringan.
Bagian terakhir yang disampaikan kepada kami adalah tentang teknik dan cara negosiasi yang benar, kami juga dilatih untuk menyelesaikan satu masalah yang untuk memecahkannya memerlukan negosiasi untuk mencapai kepentingan bersama. Tak disangka saya teman saya Ronny Bintang dari Medan lah pemenangnya. Diakhir acara kami diberi masing-masing 1 buku sebagai hadiah. Kejutannya lagi saya mendapatkan lagi hadiah sebagai penghargaan peserta teraktif selama training. He2. Wah lumayan nambah prestasi. Buku yang pertama berjudul 5 Things You Cannot Change dan yang satunya berjudul The Secret karangan Rhonda Byrne.
Sebelum berpisah, sang trainer mengingatkan kami agar terus berpikiran positif, melihat sesuatu dari kerangka berpikir yang berbeda, berani untuk melakukan perubahan dan juga belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat sebelumnya, serta memandang kesalahan atau kegagalan itu sebagai kesempatan untuk menemukan jalan yang lebih baik demi mencapai apa yang diimpikan dimasa yang akan datang. Jadi training ini bukan melulu teori penjualan saja, tetapi juga ada pelajaran motivasinya.
Akhirnya saya mau ucapin thanks deh buat Pak Norman Firman atas training yang telah diberikan.
Sebelum pulang mess kami yang masih tinggal terlebih dahulu melaporkan perihal kami yang masih stay disana sampai hari minggu. Kami ada ber empat yaitu saya dari Kalimantan, teman saya Rony dari Medan, Yulsa dari Bandung, dan Ma’sum dari Semarang. Sebenarnya ada satu lagi teman kami yang stay yaitu William tetapi dia tidak tinggal dimess melainkan tinggal ditempat saudaranya.
Satu persatu teman kami yang pulang hari Sabtu meninggalkan mess menuju bandara untuk pulang ke daerah masing2. Sehingga hanya tersisa kami berempat.
Setelah mandi kami pun kembali berkumpul merencanakan jalan-jalan untuk mengisi malam minggu itu. Tujuan kami adalah Summarecon Mall Serpong. Letaknya dikomplek perumahan elit milik salah satu grup properti yaitu Summarecon Group. Karena tidak ada kendaraan kamipun naik angkot 2 kali untuk sampai di mall tersebut.
Suasana mall tampak rame, maklum malam minggu dimana banyak keluarga dan muda-mudi menghabiskan malam dengan berkumpul diarena perbelanjaan itu. Teman saya Roni mengusulkan untuk berbelanja. Sebagai orang daerah wajar saja sih kalo dia dan saya juga tentunya gembira sekali untuk shopping itung-itung membawa oleh-oleh untuk yang dirumah. Dari Ronny saya tahu ternyata dia baru menjadi bapak untuk bayi perempuan berusia 4 bulan. Jadi bisa ditebak yang dibeli teman saya itu tidak jauh-jauh dari perlengkapan bayi dan pakaian ibunya tentu saja.
Setelah puas berbelanja kamipun nongkrong dicafe depan mall menikmati live musik. Menyeruput kopi ternyata sangat nikmat sambil ngobrol dengan orang-orang yang baru saya kenal ini. Kami bicara ngalor ngidul tentang bermacam-macam hal sampai yang sifatnya pribadi.
Kemudian kami memutuskan pulang dengan naik taxi menuju mess. Sampai dimess, saya dikejutkan teriakan Ronny yang mengatakan bahwa kaos kaki untuk anaknya yang dibeli waktu dimall tadi tidak ada didalam kantong belanjaannya. Kamipun heboh memeriksa kembali kantong-kantong belanjaan saya dan dia, tetapi tetap tidak ketemu. Saya bisa melihat kesedihan diwajah teman saya itu, maklum kaos kaki bergambar kartun Garfield itu sangat spesial dan untuk membelinya saja saya mesti menunggu dia memilih lebih dari setengah jam. Sungguh pekerjaan yang membosankan. Tapi mau dibilang apa jika barangnya memang tidak ada lagi, mau kembali kemall sudah terlalu malam dan juga tidak ada jaminan barang masih ada ditempat tercecer.
Setelah capek ngobrol kamipun tertidur, dan terbangun keesokan harinya dengan kepala berat, karena kami bangun taxi datang ke mess pkl 06.30, sehingga kami harus bangun lebih pagi, padahal malamnya kami tidur sekitar pkl 02.00 pagi. Setelah sarapan kami bertiga pun berangkat. Teman kami Yulsa tetap stay dimess karena travel ke Bandung baru ada pkl 10.00.
Sebenarnya pesawat saya berangkat pkl 11.00 menuju Pontianak dan teman saya Ma’sum pkl 11.30 menuju Solo, tapi karena diajak oleh teman kami Ronny yang pesawatnya pkl 09.20 kami pun ikut saja ke bandara. Saya sih jujur merasa malas menunggu terlalu lama keberangkatan pesawat. Pengalaman menunggu selama 3 jam sewaktu berangkat dari Balikpapan terasa membuat sakit kepala. Tapi beruntung saya ada teman yang keberangkatanya tidak terlalu berselisih waktu lama yaitu Ma’sum. Akhirnya setelah Ronny berangkat, kami pun lanjutin mengobrol sampai tiba waktunya pesawat saya berangkat pkl 11.00

Standar
Experience

Ke Jakarta Aku Kan Kembali

Kamis, 19 Juni 2008
Pesawat Garuda Boeing 737-400 terlihat jauh dari ruang tunggu penumpang tempat saya berada menunggu jam keberangkatan pesawat. Pesawat inilah yang nantinya akan membawa saya ke Jakarta. Keberangkatan ke Jakarta ini sebenarnya memang sudah direncanakan sebelumnya karena adanya acara training perusahaan untuk para ASM.
Perjalanan hari ini dimulai dari keberangkatan saya dari Samarinda pkl. 10.00 pagi naik travel. Dan tiba di Balikpapan sekitar pkl 12.15. Memang itulah kekurangan kota Samarinda, meski sebagai ibu kota provinsi Kaltim, tetapi kota ini belum memiliki bandar udara yang representatif untuk pendaratan pesawat-pesawat besar. Bandara disini yang dinamakan Bandara Temindung hanya melayani penerbangan rute pendek dengan pesawat sekelas Cassa. Oleh karena itu, setiap penumpang yang ingin melakukan perjalanan ke luar daerah harus menempuh perjalanan Samarinda-Balikpapan untuk terbang melalui bandara Sepinggan Balikpapan.
Sebenarnya saya agak malas naik travel jam 10.00 (mobil travel harus berangkat pagi agar dapat kembali lagi ke Samarinda membawa penumpang), karena pesawat saya berangkat pkl 15.30. Berarti saya harus menunggu selama 3-4 jam. Lebih lucunya lagi saat perjalanan bersama penumpang lain tadi ada yang mengatakan pesawat mereka berangkat pkl 19.00, wah lebih lama dari saya lagi. Saya aja yang menunggu 3-4 jam saja sudah stress.
Suara petugas bandara memecahkan lamunan saya, meminta penumpang untuk naik ke pesawat. Sayapun bergegas beranjak dari tempat duduk saya, setelah melewati pemeriksaan tiket dan boarding pass, sayapun naik ke bus yang membawa kami, para penumpang ke tempat pesawat terparkir. Beruntung saya tidak mendapat kursi yang terlalu dibelakang, maklum dikursi belakang suara mesin sangat berisik, sehingga membuat saya terganggu. Dibarisan kursi saya ada seorang bule dan seorang wanita, dan saya duduk dikursi dekat jendela. Sepintas saya pikir dua orang ini adalah pasangan suami istri, bukan rahasia lagi jika di Balikpapan banyak terjadi perkawinan campuran antara orang asing dan penduduk lokal. Sebagai salah satu kota pertambangan Balikpapan memang mengundang banyak orang asing untuk datang dan bekerja, dan karena jarang menemukan gadis sesama bule, maka banyak dari mereka yang menikah dengan orang lokal.
Ternyata pikiran saya salah, kedua orang ini tidak saling kenal, sama seperti halnya saya dengan mereka. Saya lumayan menikmati perjalanan meski tidak berbicara satu sama lain, saya sibukkan diri dengan membaca buku yang sudah saya siapkan sebelumnya. Perjalanan ke Jakarta akan ditempuh dalam waktu 2 jam, dan pasti akan sangat membosankan bila tidak melakukan kegiatan apapun. Saya lalu menyetel lagu di HP saya dan mendengarkan via headset sambil kembali tenggelam dalam keasyikan membaca.
Selama perjalanan mata sulit rasanya dipejamkan. Meski mencoba memejamkan mata untuk sekadar tertidur beberapa saat, tetap tidak bisa. Akhirnya saya bengong saja, menunggu saat pesawat mendarat. Cuaca cukup cerah sehingga pesawat bergerak dengan baik dan membuat penumpang didalamnya merasa nyaman. Dan terlihat beberapa diantaranya tertidur pulas.
Setelah kira-kira 2 jam 10 menit meninggalkan Balikpapan, pesawatpun tiba di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Setelah turun dan mengambil bagasi saya buru-buru mencari taksi yang akan membawa saya ke Serpong menuju kantor pusat perusahaan kami. Setelah membayar biaya taksi, barang-barang saya pun dibawa naik ke mobil dengan saya mengikuti dari belakang.
Perjalanan menuju kantor sore itu sedikit terhalang macet, maklum sebagai kota satelit ibu kota, daerah Tangerang juga menerima imbas dari kemajuan kota metropolitan termasuk dalam hal arus kendaraannya. Setelah menempuh perjalanan 45 menit sayapun tiba dimess kantor yang memang telah dipersiapkan sebagai tempat menginap bagi kami, peserta training yang datang dari beberapa cabang di seluruh Indonesia.
Ternyata saya peserta yang datang pertama, peserta-peserta lain banyak yang menggunakan pesawat malam. Mess tersebut berbentuk seperti apartemen, disetiap bagian mess terdapat 3 kamar tidur. Saya sendiri mendapat kamar paling belakang didekat dapur. Sehabis mandi karena keletihan menempuh perjalanan jauh sayapun tidur, sekalian untuk mengisi stamina untuk acara esok hari.

Pagi hari semua peserta sudah berkumpul di ruang depan kantor menunggu acara dimulai. Sejujurnya banyak orang yang saya tidak kenal, mungkin juga karena saya belum pernah bertemu mereka sebelumnya. Tadi saya hanya sempat berkenalan dengan ASM lain yang masih masuk regional East Indonesia, tempat saya juga bergabung disana. Tidak berapa lama kemudian pak Satpam meminta kami untuk segera naik keatas diruang meeting yang ada dilantai 5 untuk mengikuti jalannya training. Beberapa peserta mengeluh karena harus naik 5 lantai, bahkan ada yang mengatakan bahwa makanan yang tadi pagi dimakan hanya tersisa 75% saja, karena habis dijadikan energi untuk naik tangga. Bisa-bisa saja.
Beberapa ruang meeting di perusahaan kami memakai nama pohon dan tumbuhan yang menjadi bahan dasar pembuatan produk, ada ruangan yang namanya accacia, aloe vera, eucalyptus dll. Dan kamipun berkumpul diruang eucalyptus. Mata saya nanar memandangi peserta-peserta yang sudah hadir, bertanya-tanya dari mana mereka berasal, setahu saya orang-orang ini adalah datang dari cabang-cabang kami di seluruh Indonesia. Banyak dari peserta adalah orang-orang yang sudah berusia paruh baya atau minimal sudah berkeluarga. Dan hanya beberapa saja diantara kami yang masih berusia muda. Meski begitu saya tetap bangga bahwa saya dapat berada bersama dengan orang-orang yang sudah lama bekerja diperusahaan ini, pasti mereka berpengalaman sekali dibidang ini. Sebagai orang baru ingin rasanya nanti bertukar pikiran dengan orang-orang ini.
Trainer yang akan memberikan materi hari ini terlihat masih muda, saya taksir usianya sekitar 36 tahun, serta berpenampilan klimis dan rapi. Namanya Norman Firman dari biro konsultan Essensi HRM. Sedikit agak kecewa sih, awalnya saya pikir perusahaan akan mendatangkan trainer-trainer semisal James Gwee, tapi yang datang malah orang yang belum saya dengar namanya sebelumnya. Tapi saya berpikir positif saja bahwa saya datang kesini adalah untuk menyerap ilmu yang diberikan dan tak perduli sapapun yang berdiri didepan.
Materi yang dibawakan lumayan asyik, kami juga diajak bermain games seperti games Keramik dan Bohlam, dimana bohlam dijatuhkan ke permukaan keramik dan keramiklah yang pecah bukan bohlamnya. Ini bertujuan untuk mengubah pola pikir kami agar berpikir lebih terbuka untuk menerima sesuatu yang tidak biasa, tapi memang ada dan terjadi. Tujuannya adalah agar kami sebagai team penjualan perusahaan selalu mempunyai ide-ide kreatif, menerobos sesuatu yang tidak biasa, dan memenangkan persaingan. Lumayan salut juga dengan trainer muda ini, karena terlihat tidak canggung menghadapi kami, mungkin karena sudah terbiasa kali ya. Dari buku materi yang dibagikan saya menemukan profil sang trainer dihalaman terakhir buku. Pengalamannya lumayan banyak dalam memberikan materi training yang berhubungan dengan dunia marketing dan penjualan dibeberapa perusahaan terkemuka. Dia juga seorang praktisi, sekaligus seorang dosen di Univ Atmajaya. Latar belakang pendidikannya adalah lulusan MBA dari Monash University Aussie. Wow keren.
Topik training pada hari itu adalah Selling & Negotiation Skills. Disini kami diajarkan bagaimana cara dan teknik untuk melakukan penjualan dan juga bernegosiasi untuk mendapatkan jalan tengah yang saling menguntungkan dalam transaksi penjualan. Sebenarnya sih materi ini sudah pernah saya dapatkan pada training diperusahaan saya yang lama. Tetapi ini mungkin tambahannya.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pkl 17.00 yang berarti sudah saatnya mengakhiri kelas, untuk pulang dan bertemu kembali pada pagi hari esoknya untuk melanjutkan materi.

Standar
Opinion

Jogja, Never Ending Asia

Membaca judul diatas, saya agak sedikit bingung, yaitu mengapa semboyan yang diberikan adalah Never Ending Asia. Seperti banyak orang ketahui Malaysialah yang pertama kali membuat semboyan yang mengatakan bahwa mereka adalah Truly Asia. Baru kemudian di ikuti oleh beberapa negara lainnya termasuk Indonesia. Berbeda dengan Malaysia, Indonesia membuat slogan tersebut untuk daerah-daerahnya. Kalau tidak salah adalah untuk Jogja dan Bali yang menjadi ikon wisata terpenting diIndonesia.

Saya pribadi tidak mengerti apa maksud Pemerintah DIY membuat slogan tersebut, saya sadari memang ada unsur komersial dan advertisenya. Tetapi maksud never ending disini juga tidak jelas. Menurut saya alangkah baiknya kalau Jogja lebih menunjukkan kepada dunia akan kekayaan budayanya dibanding membuat slogan yang bahkan rakyat Jogja sendiri tidak paham apa maksudnya dan ini juga harus dalam konteks Indonesia secara keseluruhan. Slogan-slogan tersebut lebih baik di buat untuk melambangkan indonesia bukan perdaerahnya. Misal Indonesia, Paradise Of Asia atau Indonesia Heart Of World (karena hutannya dan karena juga di lewati garis khatulistiwa). Jadi indonesia secara keseluruhan bukan pengkotak-kotakan.Memang tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat lebih mengenal Bali daripada Indonesia sebagai negaranya. Hal ini wajar karena itu tadi penonjolan kepentingan daerah masing-masing dan ingin menunjukkan daerahnya lebih terkenal daripada daerah lainnya.

Tahun ini pemerintah meluncurkan program Visit Indonesia Year 2008, selain untuk menarik wisatawan datang ke indonesia juga untuk memperingati 100 tahun kebangkitan nasional. Saya sangat mendukung sekali program pemerintah ini, jadi sekarang yang dipublikasikan adalah indonesianya. Kemarin saat penyelenggaraan piala Thomas & Uber iklan tentang program ini sering muncul, dan ini merupakan langkah baik. Untuk mendukung program ini pemerintah meluncurkan website my-indonesia.info sebagai bahan informasi yang lengkap tentang indonesia dan tujuan wisatanya. Disitus yang menyediakan 2 bahasa ini di tampilkan lokasi-lokasi wisata indonesia serta cara atau jalan yang harus ditempuh menuju kesana. Ada juga informasi tentang jadwal penerbangan, hotel, tempat-tempat menarik yang wajib dikunjungi.

Standar