Ke Jakarta Aku Kan Kembali Part II

Sabtu, 21 Juni 2008
Bangun pagi saya langsung mandi dan siap-siap untuk lanjutan training hari terakhir. Peserta-peserta lain sudah berkumpul di bawah. Sebentar kemudian kamipun jalan kaki menuju kantor, jarak antara kantor dan mess kami tidak terlalu jauh kurang lebih hanya sekita 100 meter. Hari ini karyawan-karyawan lain tidak masuk, sehingga kantor terlihat sepi. Kamipun langsung naik kelantai 5 dimana sang trainer sudah menunggu disana. Hari ini beberapa peserta harus pulang lebih cepat untuk mengejar pesawat, dan akhirnya setelah berembuk sang trainer minta kami agar waktu breaknya dipercepat dan kami setuju, sehingga kami bisa pulang pkl 16.30 sore. Acara training dilanjutkan, dan sesekali diiringi dengang gelak tawa peserta bila trainer mengeluarkan kata-kata humor. Suasana terasa begitu cair apalagi setelah habis makan siang dimana kantuk tidak mau berkompromi, bolak balik toilet untuk membasuh muka menjadi biasa. Tapi sang trainer juga bisa membangun suasana, melihat kami sudah mulai loyo, dia pun mengajak kami main games agar semangat kami bangkit kembali. Setelah itu training menjadi terasa ringan.
Bagian terakhir yang disampaikan kepada kami adalah tentang teknik dan cara negosiasi yang benar, kami juga dilatih untuk menyelesaikan satu masalah yang untuk memecahkannya memerlukan negosiasi untuk mencapai kepentingan bersama. Tak disangka saya teman saya Ronny Bintang dari Medan lah pemenangnya. Diakhir acara kami diberi masing-masing 1 buku sebagai hadiah. Kejutannya lagi saya mendapatkan lagi hadiah sebagai penghargaan peserta teraktif selama training. He2. Wah lumayan nambah prestasi. Buku yang pertama berjudul 5 Things You Cannot Change dan yang satunya berjudul The Secret karangan Rhonda Byrne.
Sebelum berpisah, sang trainer mengingatkan kami agar terus berpikiran positif, melihat sesuatu dari kerangka berpikir yang berbeda, berani untuk melakukan perubahan dan juga belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat sebelumnya, serta memandang kesalahan atau kegagalan itu sebagai kesempatan untuk menemukan jalan yang lebih baik demi mencapai apa yang diimpikan dimasa yang akan datang. Jadi training ini bukan melulu teori penjualan saja, tetapi juga ada pelajaran motivasinya.
Akhirnya saya mau ucapin thanks deh buat Pak Norman Firman atas training yang telah diberikan.
Sebelum pulang mess kami yang masih tinggal terlebih dahulu melaporkan perihal kami yang masih stay disana sampai hari minggu. Kami ada ber empat yaitu saya dari Kalimantan, teman saya Rony dari Medan, Yulsa dari Bandung, dan Ma’sum dari Semarang. Sebenarnya ada satu lagi teman kami yang stay yaitu William tetapi dia tidak tinggal dimess melainkan tinggal ditempat saudaranya.
Satu persatu teman kami yang pulang hari Sabtu meninggalkan mess menuju bandara untuk pulang ke daerah masing2. Sehingga hanya tersisa kami berempat.
Setelah mandi kami pun kembali berkumpul merencanakan jalan-jalan untuk mengisi malam minggu itu. Tujuan kami adalah Summarecon Mall Serpong. Letaknya dikomplek perumahan elit milik salah satu grup properti yaitu Summarecon Group. Karena tidak ada kendaraan kamipun naik angkot 2 kali untuk sampai di mall tersebut.
Suasana mall tampak rame, maklum malam minggu dimana banyak keluarga dan muda-mudi menghabiskan malam dengan berkumpul diarena perbelanjaan itu. Teman saya Roni mengusulkan untuk berbelanja. Sebagai orang daerah wajar saja sih kalo dia dan saya juga tentunya gembira sekali untuk shopping itung-itung membawa oleh-oleh untuk yang dirumah. Dari Ronny saya tahu ternyata dia baru menjadi bapak untuk bayi perempuan berusia 4 bulan. Jadi bisa ditebak yang dibeli teman saya itu tidak jauh-jauh dari perlengkapan bayi dan pakaian ibunya tentu saja.
Setelah puas berbelanja kamipun nongkrong dicafe depan mall menikmati live musik. Menyeruput kopi ternyata sangat nikmat sambil ngobrol dengan orang-orang yang baru saya kenal ini. Kami bicara ngalor ngidul tentang bermacam-macam hal sampai yang sifatnya pribadi.
Kemudian kami memutuskan pulang dengan naik taxi menuju mess. Sampai dimess, saya dikejutkan teriakan Ronny yang mengatakan bahwa kaos kaki untuk anaknya yang dibeli waktu dimall tadi tidak ada didalam kantong belanjaannya. Kamipun heboh memeriksa kembali kantong-kantong belanjaan saya dan dia, tetapi tetap tidak ketemu. Saya bisa melihat kesedihan diwajah teman saya itu, maklum kaos kaki bergambar kartun Garfield itu sangat spesial dan untuk membelinya saja saya mesti menunggu dia memilih lebih dari setengah jam. Sungguh pekerjaan yang membosankan. Tapi mau dibilang apa jika barangnya memang tidak ada lagi, mau kembali kemall sudah terlalu malam dan juga tidak ada jaminan barang masih ada ditempat tercecer.
Setelah capek ngobrol kamipun tertidur, dan terbangun keesokan harinya dengan kepala berat, karena kami bangun taxi datang ke mess pkl 06.30, sehingga kami harus bangun lebih pagi, padahal malamnya kami tidur sekitar pkl 02.00 pagi. Setelah sarapan kami bertiga pun berangkat. Teman kami Yulsa tetap stay dimess karena travel ke Bandung baru ada pkl 10.00.
Sebenarnya pesawat saya berangkat pkl 11.00 menuju Pontianak dan teman saya Ma’sum pkl 11.30 menuju Solo, tapi karena diajak oleh teman kami Ronny yang pesawatnya pkl 09.20 kami pun ikut saja ke bandara. Saya sih jujur merasa malas menunggu terlalu lama keberangkatan pesawat. Pengalaman menunggu selama 3 jam sewaktu berangkat dari Balikpapan terasa membuat sakit kepala. Tapi beruntung saya ada teman yang keberangkatanya tidak terlalu berselisih waktu lama yaitu Ma’sum. Akhirnya setelah Ronny berangkat, kami pun lanjutin mengobrol sampai tiba waktunya pesawat saya berangkat pkl 11.00

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s