Ke Jakarta Aku Kan Kembali

Kamis, 19 Juni 2008
Pesawat Garuda Boeing 737-400 terlihat jauh dari ruang tunggu penumpang tempat saya berada menunggu jam keberangkatan pesawat. Pesawat inilah yang nantinya akan membawa saya ke Jakarta. Keberangkatan ke Jakarta ini sebenarnya memang sudah direncanakan sebelumnya karena adanya acara training perusahaan untuk para ASM.
Perjalanan hari ini dimulai dari keberangkatan saya dari Samarinda pkl. 10.00 pagi naik travel. Dan tiba di Balikpapan sekitar pkl 12.15. Memang itulah kekurangan kota Samarinda, meski sebagai ibu kota provinsi Kaltim, tetapi kota ini belum memiliki bandar udara yang representatif untuk pendaratan pesawat-pesawat besar. Bandara disini yang dinamakan Bandara Temindung hanya melayani penerbangan rute pendek dengan pesawat sekelas Cassa. Oleh karena itu, setiap penumpang yang ingin melakukan perjalanan ke luar daerah harus menempuh perjalanan Samarinda-Balikpapan untuk terbang melalui bandara Sepinggan Balikpapan.
Sebenarnya saya agak malas naik travel jam 10.00 (mobil travel harus berangkat pagi agar dapat kembali lagi ke Samarinda membawa penumpang), karena pesawat saya berangkat pkl 15.30. Berarti saya harus menunggu selama 3-4 jam. Lebih lucunya lagi saat perjalanan bersama penumpang lain tadi ada yang mengatakan pesawat mereka berangkat pkl 19.00, wah lebih lama dari saya lagi. Saya aja yang menunggu 3-4 jam saja sudah stress.
Suara petugas bandara memecahkan lamunan saya, meminta penumpang untuk naik ke pesawat. Sayapun bergegas beranjak dari tempat duduk saya, setelah melewati pemeriksaan tiket dan boarding pass, sayapun naik ke bus yang membawa kami, para penumpang ke tempat pesawat terparkir. Beruntung saya tidak mendapat kursi yang terlalu dibelakang, maklum dikursi belakang suara mesin sangat berisik, sehingga membuat saya terganggu. Dibarisan kursi saya ada seorang bule dan seorang wanita, dan saya duduk dikursi dekat jendela. Sepintas saya pikir dua orang ini adalah pasangan suami istri, bukan rahasia lagi jika di Balikpapan banyak terjadi perkawinan campuran antara orang asing dan penduduk lokal. Sebagai salah satu kota pertambangan Balikpapan memang mengundang banyak orang asing untuk datang dan bekerja, dan karena jarang menemukan gadis sesama bule, maka banyak dari mereka yang menikah dengan orang lokal.
Ternyata pikiran saya salah, kedua orang ini tidak saling kenal, sama seperti halnya saya dengan mereka. Saya lumayan menikmati perjalanan meski tidak berbicara satu sama lain, saya sibukkan diri dengan membaca buku yang sudah saya siapkan sebelumnya. Perjalanan ke Jakarta akan ditempuh dalam waktu 2 jam, dan pasti akan sangat membosankan bila tidak melakukan kegiatan apapun. Saya lalu menyetel lagu di HP saya dan mendengarkan via headset sambil kembali tenggelam dalam keasyikan membaca.
Selama perjalanan mata sulit rasanya dipejamkan. Meski mencoba memejamkan mata untuk sekadar tertidur beberapa saat, tetap tidak bisa. Akhirnya saya bengong saja, menunggu saat pesawat mendarat. Cuaca cukup cerah sehingga pesawat bergerak dengan baik dan membuat penumpang didalamnya merasa nyaman. Dan terlihat beberapa diantaranya tertidur pulas.
Setelah kira-kira 2 jam 10 menit meninggalkan Balikpapan, pesawatpun tiba di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Setelah turun dan mengambil bagasi saya buru-buru mencari taksi yang akan membawa saya ke Serpong menuju kantor pusat perusahaan kami. Setelah membayar biaya taksi, barang-barang saya pun dibawa naik ke mobil dengan saya mengikuti dari belakang.
Perjalanan menuju kantor sore itu sedikit terhalang macet, maklum sebagai kota satelit ibu kota, daerah Tangerang juga menerima imbas dari kemajuan kota metropolitan termasuk dalam hal arus kendaraannya. Setelah menempuh perjalanan 45 menit sayapun tiba dimess kantor yang memang telah dipersiapkan sebagai tempat menginap bagi kami, peserta training yang datang dari beberapa cabang di seluruh Indonesia.
Ternyata saya peserta yang datang pertama, peserta-peserta lain banyak yang menggunakan pesawat malam. Mess tersebut berbentuk seperti apartemen, disetiap bagian mess terdapat 3 kamar tidur. Saya sendiri mendapat kamar paling belakang didekat dapur. Sehabis mandi karena keletihan menempuh perjalanan jauh sayapun tidur, sekalian untuk mengisi stamina untuk acara esok hari.

Pagi hari semua peserta sudah berkumpul di ruang depan kantor menunggu acara dimulai. Sejujurnya banyak orang yang saya tidak kenal, mungkin juga karena saya belum pernah bertemu mereka sebelumnya. Tadi saya hanya sempat berkenalan dengan ASM lain yang masih masuk regional East Indonesia, tempat saya juga bergabung disana. Tidak berapa lama kemudian pak Satpam meminta kami untuk segera naik keatas diruang meeting yang ada dilantai 5 untuk mengikuti jalannya training. Beberapa peserta mengeluh karena harus naik 5 lantai, bahkan ada yang mengatakan bahwa makanan yang tadi pagi dimakan hanya tersisa 75% saja, karena habis dijadikan energi untuk naik tangga. Bisa-bisa saja.
Beberapa ruang meeting di perusahaan kami memakai nama pohon dan tumbuhan yang menjadi bahan dasar pembuatan produk, ada ruangan yang namanya accacia, aloe vera, eucalyptus dll. Dan kamipun berkumpul diruang eucalyptus. Mata saya nanar memandangi peserta-peserta yang sudah hadir, bertanya-tanya dari mana mereka berasal, setahu saya orang-orang ini adalah datang dari cabang-cabang kami di seluruh Indonesia. Banyak dari peserta adalah orang-orang yang sudah berusia paruh baya atau minimal sudah berkeluarga. Dan hanya beberapa saja diantara kami yang masih berusia muda. Meski begitu saya tetap bangga bahwa saya dapat berada bersama dengan orang-orang yang sudah lama bekerja diperusahaan ini, pasti mereka berpengalaman sekali dibidang ini. Sebagai orang baru ingin rasanya nanti bertukar pikiran dengan orang-orang ini.
Trainer yang akan memberikan materi hari ini terlihat masih muda, saya taksir usianya sekitar 36 tahun, serta berpenampilan klimis dan rapi. Namanya Norman Firman dari biro konsultan Essensi HRM. Sedikit agak kecewa sih, awalnya saya pikir perusahaan akan mendatangkan trainer-trainer semisal James Gwee, tapi yang datang malah orang yang belum saya dengar namanya sebelumnya. Tapi saya berpikir positif saja bahwa saya datang kesini adalah untuk menyerap ilmu yang diberikan dan tak perduli sapapun yang berdiri didepan.
Materi yang dibawakan lumayan asyik, kami juga diajak bermain games seperti games Keramik dan Bohlam, dimana bohlam dijatuhkan ke permukaan keramik dan keramiklah yang pecah bukan bohlamnya. Ini bertujuan untuk mengubah pola pikir kami agar berpikir lebih terbuka untuk menerima sesuatu yang tidak biasa, tapi memang ada dan terjadi. Tujuannya adalah agar kami sebagai team penjualan perusahaan selalu mempunyai ide-ide kreatif, menerobos sesuatu yang tidak biasa, dan memenangkan persaingan. Lumayan salut juga dengan trainer muda ini, karena terlihat tidak canggung menghadapi kami, mungkin karena sudah terbiasa kali ya. Dari buku materi yang dibagikan saya menemukan profil sang trainer dihalaman terakhir buku. Pengalamannya lumayan banyak dalam memberikan materi training yang berhubungan dengan dunia marketing dan penjualan dibeberapa perusahaan terkemuka. Dia juga seorang praktisi, sekaligus seorang dosen di Univ Atmajaya. Latar belakang pendidikannya adalah lulusan MBA dari Monash University Aussie. Wow keren.
Topik training pada hari itu adalah Selling & Negotiation Skills. Disini kami diajarkan bagaimana cara dan teknik untuk melakukan penjualan dan juga bernegosiasi untuk mendapatkan jalan tengah yang saling menguntungkan dalam transaksi penjualan. Sebenarnya sih materi ini sudah pernah saya dapatkan pada training diperusahaan saya yang lama. Tetapi ini mungkin tambahannya.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pkl 17.00 yang berarti sudah saatnya mengakhiri kelas, untuk pulang dan bertemu kembali pada pagi hari esoknya untuk melanjutkan materi.

2 pemikiran pada “Ke Jakarta Aku Kan Kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s