Be A Nidjiholic

Minggu kemarin saya janjian dengan teman saya Daniel untuk menonton konser grup band Nidji. Acara diadakan diballroom di sebuah plaza terbesar di Samarinda. Awalnya sih tidak ada rencana untuk nonton, tetapi karena hari minggu itu tidak ada kegiatan maka kami pun sepakat untuk mencari tiket. Tiket yang ditawarkan cukup murah untuk event artis indoor yaitu Rp. 150 ribu untuk VIP dan Rp. 80.000 untuk kelas ekonomi. Sebenarnya sih mau beli yang VIP, maksudnya biar bisa stay didepan dan sambil duduk juga sudah bisa nonton. Tapi kemudian kami pilih ekonomi karena kami dapat informasi bahwa untuk penonton kelas VIP juga berdiri dan untuk jarak antara VIP dengan ekonomi hanya dibatasi pagar. Ya sekalian hemat pikir kami.

Pukul 19.00 kamipun sudah sampai di plaza tersebut. Pikir kami parkiran basement pastilah penuh karena menurut penjual tiket bahwa tiket yang dicetak mencapai 2 ribu tiket yang berarti kalau terjual semua pasti membuat penonton membludak. Ternyata apa yang kami pikir tidak sesuai dengan apa yang ditemui, parkiran juga masih lumayan luang. Dan ketika kami masuk kedalam plaza kami melihat sudah banyak antrian penonton didepan ballroom. Tapi jumlahnya tidak sesuai yang kami perkirakan, menurut saya estimasi jumlah penonton hanya sekitar 700-800 orang. Itu berarti banyak tiket yang tidak terjual.

Dari panitia dan crew acara yang kami temui mengatakan bahwa tujuan acara itu bukanlah konser semata. Acara ini digagas oleh salah satu dealer mobil terkemuka dikota ini. Eventnya adalah launching produk terbaru dari perusahaan mobil asal Jepang di Samarinda. Sebenarnya saya sudah tahu hal tersebut karena dibaliho yang ditempatkan dibeberapa sudut kota yang menginformasikan tentang hal tersebut.

Setelah menunggu kurang lebih 45 menit, para penonton pun dipersilahkan masuk. Ballroom itu ternyata luas juga. Perkiraan saya tempat itu bisa menampung 2000 penonton dengan catatan semua penonton berdiri.

Acara dibuka dengan kehadiran dua band lokal. Kalau tidak salah band pertama bernama Dear Lucy, saya tidak mengerti kenapa dinamakan seperti, tapi saya tidak heran karena beberapa band terkemuka dinegeri ini juga menggunakan nama wanita untuk bandnya. Lagunya cukup energik, membawa penonton sejenak terhibur walau sajian utamanya belum muncul. Band berikutnya beranggotakan 8 orang dimana 4 orang vokalisnya adalah wanita. Kemunculan band ini langsung diberi sorakan oleh penonton. Pasalnya salah satu penyanyinya berbodi besar alias gendut. Beberapa penonton pria berteriak dan memanggil Atun untuk sang penyanyi. Tapi kelihatan orangnya cuek aja. Saya sih melihat wanita ini tidak percaya diri setelah dikatakan seperti itu, tetapi mungkin karena tuntutan pekerjaan dia pun melanjutkan lagu mereka hingga selesai.

Acara berikutnya ditandai dengan kemunculan dua MC, seorang pria dan seorang wanita. Kedua orang itu kemudian menjelaskan tentang diadakan acara ini yang berhubungan dengan peluncuran produk baru , yaitu sebuah tipe city car. Dilanjutkan dengan kuis yang jawabannya adalah seputar keunggulan dan keistimewaan dari produk itu. Disamping saya seorang penonton mengeluhkan bahwa mereka sudah membeli tiket yang mahal tetapi mereka harus mendengar iklan komersil dari sang penyelenggara. Padahal menurut dia, jika ingin mengadakan acara launching begitu harusnya penonton dibiarkan masuk tanpa tiket. Saya sih tidak sepenuhnya setuju dengan pendapat penonton itu, karena kalau dipikirkan kembali mendatangkan sebuah kelompok band artis tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit dan pastilah dari biaya tiket tidak akan cukup untuk menutupi operasional penyelenggaraan. Saya pernah mendengar bahwa terkadang budget yang telah disiapkan malah menjadi over karena tuntutan sang artis yang meminta bermacam-macam untuk tampil diacara yang diadakan.

Diiringi dengan down timer dari penonton tirai penutup mobil pun disingkap. Semua cahaya diarahkan kesana agar penonton bisa dengan jelas melihat mobil baru yang diluncurkan tersebut. Tidak lama kemudian diantara taburan kertas warna warni muncul Giring sang vokalis Nidji sambil berlari kearah stage penonton diiringi dentuman musik pengiring. Para penonton langsung berteriak histeris sambil berjingkrak-jingkrak mengikuti irama musik. Saya merasa ballroom itu bergetar hebat seolah mau jebol. Apalagi ballroom ini terletak dilantai 5 plaza itu. Wah pikir saya kalau ini jebol apa yang terjadi pada para penonton. Beruntung sampai acara selesai tidak terjadi apa-apa.

Lagu pertama dari Nidji berjudul Kau dan Aku dan berlanjut hingga kurang lebih 8 lagu. Sang vokalis Giring yang berambut kribo mirip Eddy Brokoli ini tampak bersemangat sambil mengibarkan bendera merah putih kecil dan berjingkrak-jingkrak diatas stage, terkadang dia menggantinya dengan sign stick yang biasa dipakai oleh polisi pengatur lalu lintas. Saya tidak jelas apa maksudnya, mungkin hanya untuk aksesori diatas panggung.

Lagu yang paling heboh menurut saya adalah Disco Lazy Time, karena sangat asyik. Saya bahkan sering menyanyikan lagu ini bila saya bersama teman-teman menghabiskan waktu di karaoke NAV. Tapi mendengar langsung dari penyanyi aslinya sungguh sangat berbeda, dan it’s wonderful. Saya dan teman saya juga ikut berjingkrak-jingkrak mengikuti irama lagu bersama penonton-penonton lain. Tidak lengkap rasanya jika hanya bengong, karena tujuan hadir diacara ini adalah untuk bersenang-senang menikmati musik dari salah satu band paling bersinar sepanjang tahun ini.

Ternyata band ini sangat komunikatif dengan penonton sekali-kali Giring berdialog dengan penonton dan mengajak penonton mengikuti gayanya. Dan penonton pun terhibur dengan pertunjukan berdurasi kurang lebih 1,5 jam itu. Saat Nidji sudah menyelesaikan lagu terakhirnya yang berjudul Biarlah, para penonton berteriak mengatakan belum puas. Tapi berhubung waktu sudah habis akhirnya sang artis pun meninggalkan stage dan penonton yang kecewa karena ingin menyaksikan idolanya lebih lama lagi.

Terus terang juga saya sangat menikmati lagu-lagu dari band ini, lagu-lagunya banyak yang bertemakan keceriaan, semangat dan persahabatan. Tidak heranlah banyak Nidjiholic yang setia mengikuti dan tidak sabar menunggu band ini meluncurkan album baru lagi. Be a Nidjiholic.

2 pemikiran pada “Be A Nidjiholic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s