Mata-Mata : Acara Tidak Mendidik

Salah satu program baru reality show di RCTI adalah Mata-Mata. Program yang berdurasi 1 jam ini sesuai namanya mengangkat tema penyelidikan suatu peristiwa dengan alibi untuk membantu sang pelapor. Episode kemarin bertutur tentang kisah 4 orang karyawan disebuah kantor yang ingin melaporkan kepada pimpinan kantor mereka mengenai kelakuan sekretarisnya selama sang pimpinan sedang tidak berada ditempat. Karyawan-karyawan lain menganggap sang sekretaris, sebut saja namanya Desy tidak becus dalam melakukan pekerjaannya. Waktu kerja digunakan untuk berjalan-jalan kemall dan pergi kesalon. Kesalahan yang lebih fatal lagi adalah bagaimana Desy bisa bebas masuk ruangan sang pimpinan dan membongkar isi brankas tempat menyimpan berkas serta membuka komputer milik sang pimpinan. Hal tersebut sudah beberapa kali dilakukan Desy saat sang bos tidak masuk kantor misal untuk urusan keluar kota. Karyawan lain sudah mencoba menegur Desy dengan segala cara tetapi mereka dianggap angin lalu oleh Desy.
Pekerjaan rutin Desy juga terbengkalai, dikarenakan tidak ingin diomeli bos serta ingin menjaga agar rutinitas pekerjaan bisa berjalan dengan baik, maka rekan-rekan karyawan lain akhirnya ikut mengerjakan juga pekerja Desy. Dan mereka juga tidak pernah melaporkan hal ini kepada sang pimpinan.
Kesal dengan tanggapan Desy yang mengacuhkan mereka, karyawan lain lalu menghubungi tim mata-mata untuk membantu mereka memberikan pelajaran kepada sang sekretaris.
Bertepatan dengan kepergian sang bos keluar kota untuk urusan pekerjaan, rencana penjebakanpun dimulai. Para kru mata-mata mulai memasang kamera CCTV diruang kerja sang pimpinan, lalu diteruskan kamera yang mengarah kemeja kerja sang sekretaris. Karyawan lain sudah diingatkan untuk bersikap biasa saja,
Benar saja kali ini Desy kembali berulah, dia masuk keruang pimpinan, duduk dan membuka-buka berkas-berkas yang ada dimeja dan dibrankas tempat penyimpanan file-file penting perusahaan. Kemudian ia membuka komputer sang bos yang berada diatas meja. Tidak jelas apa yang dia cari diberkas-berkas tersebut, belum lagi apa yang dia cari dikomputer sang bos. Cukup lama dia berada disitu, sampai ia kemudian beranjak dari sana, mengunci ruangan dan berjalan keluar.
Jam istirahat masih belum berdentang, Desy kemudian melangkah keluar dan masuk kedalam sebuah mobil. Kru mata-mata kemudian mengikuti sang sekretaris. Membuntuti selama beberapa waktu, mobil yang membawa Desy kemudian bergerak pelan masuk kedalam sebuah pusat perbelanjaan. Alamak dia masuk mall.
Kamera kru mengikutinya masuk kedalam mall. Puas berjalan-jalan sang sekretarispun masuk kedalam sebuah salon terkenal. Tidak jelas apa yang ia lakukan karena kamera tidak bisa menangkap jelas dirinya. Paling berkisar creambath, pedicure & manicure. “hanya perkiraan penulis” *tebakan mode on*
Puas memanjakan diri kesalon, sang sekretaris kemudian keluar mall, kembali masuk mobil.
Mobil pun meluncur kencang membelah Jakarta, kru mata-mata tetap mengikuti kemana arah mobil membawa wanita yang tergolong cantik ini. Sesampai disebuah kafe, mobillpun berhenti, sang sekretarispun masuk kedalam kafe tersebut. Didalam sudah menunggu seorang pria, sempat sun pipi kiri dan kanan, mereka pun ngobrol dengan asyiknya, sekali-sekali diserta derai tawa dari sang sekretaris. Lama juga team mata-mata menunggu, sekitar 2 jam kemudian ia pun terlihat keluar dari kafe.
Kru mata-mata tersenyum puas, penyelidikan hari ini selesai dan bukti sudah didapat. Yang perlu dilakukan hanya menunggu beberapa hari lagi saat sang bos pulang dari luar kota.
Waktu yang ditunggu-tunggu tiba, ternyata sang bos pulang lebih awal. Masuk kekantor sang pimpinan terkejut karena banyaknya kamera. Salah satu karyawan lalu menjelaskan apa yang sedang terjadi dan sang bos pun mengajak mereka keruangannya. Joe sebagai host menjelaskan persoalannya bahwa dia dan team mata-mata diminta bantuan untuk memata-matai Desy, sekretarisnya. Hal itu dilakukan karena mereka tidak tahan lagi dengan sikap Desy yang sudah keterlaluan meninggalkan pekerjaan dan bersikap seenaknya dengan karyawan lain
Setelah dijelaskan sang bos lalu mengadakan pertemuan diruang meeting, team mata-mata lalu memutarkan rekaman video kegiatan sang sekretaris. Mulai dari pergi dari tempat kerja sebelum istirahat, kemall dan kesalon, serta saat menghabiskan waktu di kafe. Sambil video diputar terlihat raut wajah sang bos yang terlihat geram menyaksikan sang sekretaris yang ia percaya menyalahgunakan kepercayaannya. Tampak ia tidak tahan lagi untuk mendamprat sang sekretaris begitu juga dengan rekan-rekan karyawan yang lain.
Menunggi tidak terlalu lama, Desy pun pulang kekantor. Ia tampak bingung dengan banyaknya kamera dikantor tersebut. Masuk kedalam ruangan meeting dengan kebingungan yang masih menggelayut. Didalam selain sang bos dan rekan-rekan karyawan yang menjadi pelapor tampak juga Joe dan anggota team Mata-Mata yang lain.
“Desy, duduk” perintah sang bos. “Dari mana saja kamu” tanyanya kemudian
“Saaya.. tadi mengantar berkas proposal penawaran kita keklien? jawab Desy
“Saya tanya lagi Des, darimana saja kamu, harap jujur pada saya”
“Ya bos, saya memang keluar mengantarkan proposal” kilah Desy
Sang bos terlihat gusar dengan jawaban sang sekretaris.
“Ayo Des ngaku aja, dari mana kamu, dari mall atau kafe” serobot salah satu karyawan.
“Hei apa maksudnya ini, kenapa asal tuduh begini”
“Kami bisa membuktikannya”
“Des, saya harap kamu mengaku apa yang kamu lakukan saat saya tidak ada” lanjut sang bos
“Gak ada-apa bos, saya melakukan pekerjaan rutin saya kok”.
“Tapi Des saya punya bukti apa yang kamu lakukan”
Wajah Desy semakin memerah, apalagi rekan-rekan karyawan yang lain ikut menyerangnya.
“Ayo Des, ngaku aja, mumpung ada bos disini”
Melihat rekan-rekannya nyolot begitu, emosi Desy pun terpancing.
“Apa maksud kalian, kalian hanya irikan kalau bos lebih baik dengan saya dan kalian mencari-cari gara-gara untuk menjatuhkan saya didepan bos”.
“Kamu yang keterlaluan Des, tahu ga siapa yang menyelesaikan pekerjaanmu saat bos tidak ada, kita Des. Sedangkan kamunya enak jalan-jalan kemal lah.
Desy yang tersudut membuatnya salah tingkah.
Tidak lama kemudian sang bos meminta team mata-mata untuk keluar dari ruangan. Didalam sesekali terdengar suara bos yang meninggi dan suara Desy yang terisak.
Diakhir acara diberitakan bahwa Desy, sang sekretaris sudah dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja. Kesalahan yang dilakukannya tidak bisa ditolerir pimpinan perusahaan. Satu-satunya jalan adalah mencari pekerjaan baru.
Seperti diawal saya katakan bahwa acara seperti ini tidak mendidik, dan cenderung mengganggu privasi orang lain. Karena pada dasarnya setiap orang punya privasi yang universal dan menjadi hak setiap orang, dan tidak seorangpun boleh mengeksposenya tanpa seizin yang bersangkutan. Bagaimanapun Desy ataupun target lain dalam acara tersebut bukanlah seorang penjahat, lebih-lebih lagi acara tersebut ditayangkan ditelevisi nasional dan ditonton oleh jutaan pemirsa indonesia. Pastilah dilingkungannya orang yang menjadi target itu akan diejek atau bahkan dikucilkan, padahal ia juga punya melakukan hal yang dianggap salah oleh orang lain tersebut. Dengan adanya acara tersebut, target selalu diposisikan sebagai orang yang salah, tapi para penggagas acara tidak sadar bahwa sesudah acara selesai sang target berubah menjadi korban. Saya juga rasa mereka tidak perlu ambil pusing yang penting rating naik, iklan masuk, dan yang pasti dapat profit. Perduli amat dengan orang lain.

Penggagas acara dan produser acara ini yaitu Helmy Yahya, saya rasa harus introspeksi dan pertimbangan sebelum membuat sebuah acara reality show. Raja kuis dan pemilik Triwarsana itu mesti melihat efek dari acara yang diproduksinya sebelum dan setelahnya. Jangan sampai sebuah acara yang harusnya menghibur malah merugikan orang lain. Apakah Helmy mau memberi pekerjaan pada Desy sang sekretaris yang telah didepak perusahaannya tersebut karena yakinlah tidak ada perusahaan yang bisa menerima kelakuan sekretaris seperti itu, apalagi jika mereka sudah menyaksikan acara yang dibuat Helmy tersebut, meskipun sekarang ia telah berubah.

2 pemikiran pada “Mata-Mata : Acara Tidak Mendidik

  1. sebenarnya nggak ada salahnya tuh dengan tim mata-mata.
    kan salah desy nya juga!
    kalo nggak pengen di cap jelek jangan berulah.
    lagian setiap tayangan kan ada persetujuan dari semua pihak yang terkait.
    kan kasian karyawan yang laen kalo bosnya nggak tau sikap desy.
    saya rasa anda pasti juga akan melakukan hal tersebut jika anda menjadi karyawan yang dirugikan oleh desy

  2. Helmy YAhya memang paling lihai urusan exploitasi pribadi orang.
    Mau jadi apa bangsa ini? MAsih banyak hal-hal lain yang lebih bermanfaat untk dikerjakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s