Farrah Gray : Reallionaire At 14

Akhir minggu kemarin dengan adanya waktu senggang saya menghabiskan waktu dengan membaca buku. Salah satu buku yang saya beli berjudul Reallionaire. Penulisnya seorang pengusaha muda Amerika bernama Farrah Gray. Istilah Reallionaire adalah ciptaan sang penulis, panjangnya Real Millionaire. Menurut saya buku ini cukup bergizi, dan cara pembawaan penulis dalam menceritakan kisahnya mudah untuk dicerna.
Farrah Gray sendiri dilahirkan pada 9 September 2004. Hidup dalam keprihatinan karena sang mama bercerai dan memilih untuk membesarkan Farrah bersama dengan 4 orang kakaknya. Sebagai anak yang terlahir dari keluarga Afro Amerika, dengan kemiskinan yang mendera serta tinggal diperumahan kumuh warga kulit hitam, sungguh banyak tidak menyangka sang anak itu besarnya menjadi seorang pengusaha besar yang memiliki sebuah perusahaan sirup, perusahaan media yang menerbitkan beberapa surat kabar dan majalah dan juga menjadi perusahaan produksi acara-acara top televisi Amerika. Jika menurut tradisi saat itu, orang kulit hitam pada umumnya mungkin seharusnya Farrah ini menjadi perampok, preman, pengedar obat bius yang bisa ditangkap dan dijebloskan ke penjara dan kehilangan masa depan dibalik jeruji besi.

farrah-gray1

Farrah kecil sering bersedih melihat mama nya yang membanting tulang dengan bekerja serabutan. Tapi sang mama tidak pernah mengeluh. Sang mama mengajarkan anak-anaknya untuk tidak mengeluh dan menyalahkan hidup. Karena menurutnya hidup adalah sebuah pilihan, tinggal bagaimana kita menentukan mau jadi apa kita dalam hidup ini, orang baik yang berguna bagi banyak orang atau menjadi orang jahat yang merugikan orang lain. Tidak ada yang berubah kecuali aku yang mengubahnya. Jadi apa gunanya mengeluh, begitu prinsipnya. Inpirasi Farrah dengan kemiskinan keluarga mereka itulah yang membentuk ia menjadi orang yang tegar. Dikeluarganya makan dirumah makan adalah hal yang sangat mewah, dan hanya orang kaya yang bisa melakukannya. Biasanya yang dimakan adalah apa yang tersedia dirumah, dan bahkan makanan tidak selalu cukup untuk 5 orang. Farrah kecil merasakan sekali hal itu dan sejak saat itu ia punya keinginan untuk menjadi orang kaya. ” Orang kaya selalu punya makanan. Orang kaya tidak akan tidur dengan perut kosong. Pernah ia berkata kepada mamanya bahwa suatu hari ia ingin menciptakan senyum diwajah mamanya dan akan mengajaknya makan dimanapun yang diinginkan, tidak perduli seberapa mahal harga makanan disana.

Mimpinya menjadi kaya dimulai saat ia secara tidak sengaja melihat sisa-sisa lotion yang tertinggal didalam botol dikamar mandi. Ide muncul di benaknya, umumnya orang melihat sisa lotion adalah sesuatu yang tidak berharga dan langsung dibuang kedalam tong sampah. Tapi bagi Farrah, sisa lotion adalah peluang. Iapun berinsiatif untuk mencampurkan sisa lotion yang ada hingga menjadi satu botol, menamakannya First Impression dan menjualnya kepada tetangga-tetangga sebelah rumahnya. Anehnya karena kasihan atau karena terketuk oleh keteguhan hati sang anak, lotion-lotion tersebut laku terjual. Dari menjual lotion tersebut Farrah menghasilkan $9 dolar pertamanya. Hanya kurang 999.991 dolar lagi untuk mencapai satu dolar, begitu pikirnya. Saat itu umurnya baru 6 tahun.

Umur 8 tahun Farrah berkenalan dengan seorang rekan mamanya yang bernama Roy Tauer. Farrah kemudian meminta Roy untuk menjadi mentor bagi bisnis Farrah. Ya seorang anak kecil yang berobsesi menjadi pelaku bisnis diusia muda. Saat itu ia sudah punya kartu nama dari kertas karton yang ia potong persegi dan diatasnya ditulis “Farrah, CEO Abad 21. Dan ia selalu memberikan kartu namanya ketika berkenalan dengan orang baru. Banyak orang yang terpesona dengan anak kecil ini, termasuk ROy. Farrah juga selalu memakai setelan jas dan sepatu ketika ikut sang mama mengadakan pertemuan dengan rekan bisnisnya. Dengan bimbingan Roy Farrah kemudian membentuk organisasi bisnis bernama Urban Neighbourhood Economic Enterprise Club (UNEEC). UNEEC adalah klub bisnis yang beranggotakan anak-anak kecil disekitar tempat tinggalnya yang diajak oleh Farrah dan yang berobsesi untuk menjadi orang kaya kelak. UNEEC menurutnya adalah klub tempat mengajarkan anak-anak bagaiman mengubah ide mereka menjadi entitas usaha. Anggota UNEEC adalah penggagas ide-ide besar dalam tubuh yang kecil. Lucunya lagi anak-anak tersebut diundang Farrah dalam pertemuan dengan iming-iming pizza dan minuman coke. Tapi Farrah kecil sangat berani, untuk tempat pertemuan ia menghubungi banyak pemilik restoran dan hotel untuk meminjam ruangan untuk dijadikan ruang pertemuan. Puluhan orang menolak, dan akhirnya ada satu pemilik hotel yang terpesona dengan Farrah dan memberinya tempat gratis untuk pertemuan.

Pengalaman membentuk klub bisnis tersebut membawa Farrah semakin terobsesi untuk menjadi pengusaha. Setiap menghadiri sebuah acara, ia selalu ingin berkenalan dengan orang lain untuk menanyakan bisnis apa yang dijalankan oleh orang-orang itu. Ia dengan betah mendengar cerita-cerita kesuksesan bisnis orang lain hingga berjam-jam. Farrah membuat suatu keputusan besar, bahwa ia memutuskan sekali untuk selamanya bahwa ia benar-benar dan sungguh-sungguh akan menjadi pengusaha. Untuk menjadi pengusaha ia harus selalu berpikir positif. Ia tidak hanya melakukan semuanya semata-mata untuk memperoleh uang. Ia tahu bahwa apa yang disentuh tidak akan berubah menjadi emas, tetapi ia tidak takut untuk memperjuangkan mimpinya.

Setelah terbentuknya organisai UNEEC, insting dan keyakinan bisnis Farrah semakin bertambah. Saat mengikuti kakaknya ke Inggris, ia melihat bahwa disana banyak ditemukan sejumlah telepon umum yang menggunakan kartu untuk mengoperasikannya. Telepon ini banyak digunakan anak-anak untuk menelepon keluarganya dirumah, misal untuk menjemput sekolah atau menghubungi rumah untuk sekedar mengatakan dimana mereka berada. Sekembalinya dari Inggris, Farrah pun punya ide untuk menerapkan telepon kartu ini di Amerika. Kemudian ia pun mencari investor dan mulai untuk memproduksi telepon kartu ini dan menamakan produk ini dengan Kidztel. Otak bisnis Farrah sangat tajam, ide-ide bisnis bermunculan dikepalanya. Mulai dari telepon kartu ini, lalu bisnis sewa game untuk hotel (dimana ia ditipu oleh calon investornya) sampai ke bisnis yang membuat ia menghasilkan satu juta dollar pertamanya saat berumur 14 tahun, yaitu produksi sirup dengan bendera Farr-Out Foods.

Saat ini Farrah sudah seumuran saya yaitu 25 tahun, tapi bisnis yang ia sudah punyai sungguh mencengangkan. Saat ini ia punya bisnis telepon Kidztel, perusahaan makanan Farr-Out Foods yang memproduksi sirup, mempunya badan keuangan NE2W Venture Capital Fund. Ia juga memproduksi tayangan-tayangan ditelevisi mulai dari talkshow dan pertunjukan komedi dibawah bendera INNERCITY Broadcasting. Ia juga menjadi salah satu pembicara favorit anak-anak muda. Farrah berkeliling Amerika untuk menyebarkan dan membagi cerita kesuksesannya kepada ribuan orang Amerika.

Walaupun sudah kaya, Farrah tidak melupakan tanggung jawab sosialnya. Puas dengan pengalaman masa kecilnya yang miskin, dimana ia biasa melihat orang-orang meninggal dengan mudah karena ketidakadaan biasa kerumah sakit, ia pun membentuk sebuah badan amal yang bergerak untuk membantu penderita Leukimia (kanker darah). Organisasi Nirlaba ini membantu para penderita dengan memberikan support biaya kepada para penderita yang tidak mampu.

Pengalaman Farrah Gray menginspirasi banyak orang di Amerika, terutama para warga kulit hitam. Farrah Gray menunjukkan bahwa dengan berkulit hitam ia bisa sukses. Dengan berkulit hitam ia bahkan menjadi seseorang yang istimewa ketika berada di komunitas bisnis yang didominasi warga kulit putih.

Farrah Gray mengajarkan bahwa setiap orang tidak takut untuk memperjuangkan mimpinya, karena sesungguhnya kita lahir didunia ini dengan mimpi masing-masing. Hidup didunia ini hanya satu kali, dan dengan hidup sekali itu mimpi kita harus diperjuangkan agar kita tidak menyesal dan berkata kepada Tuhan saat di akhirat nanti, Tuhan berikan aku kesempatan hidup didunia sekali lagi karena ada yang belum ditunaikan. Ya, pasti sudah terlambat.

Dalam bukunya yang diterbitkan daras books, Farrah membagi kiat-kiat penting yang menjadikan ia seorang miliarder di usia 14 tahun. Ia menyebutnya 9 langkah menjadi kaya raya, yaitu :

1. Pahami kekuatan sebuah nama. Nama sarat kekuatan. Nama membedakan kita dengan orang lain. Temukanlah arti nama anda dan banggalah dengan nama anda, tidak perduli betapa jelek atau kampungannya nama anda. Pastilah orang tua memberikannya dengan sebuah harapan.
2. Jangan pernah takut penolakan. Bergaullah dengan banyak orang, mintalah mereka membagi kisah dan pengalaman mereka. Jangan takut ditolak. Dari mereka kita belajar cara bertumbuh. Dengan bergaul kita lebih mengenal banyak karakter orang. Hal ini bisa dengan ikut organisasi dan milis di internet.
3. Bangun suatu tim mentor terpilih. Tentukan idola dan panutan anda. Perhatikan dan dapatkan pengetahuan dari mereka. Mentor tidak harus langsung berguru dengan orangnya. Kita bisa belajar dari tulisan-tulisan dan kisah pengalaman yang dibagikan melalui tulisan dibuku atau diblog.
4. Raih setiap kesempatan. Beruang bisa hidup karena tidak pilih-pilih untuk memakan besar kecilnya ikan yang ia tangkap. Farrah menemukan bahwa telepon kartu bisa diterapkan di Amerika dan ia berhasil mengembangkannya.
5. Ikut arus, tapi tetapkan tujuan anda. Kebanyakan orang seusia Farrah akan berkata, “Ayo kita kemall”. Tapi Farrah akan berkata “Ayo kita bangun mall”.
6. Siapkan diri secara emosional untuk menerima kegagalan. Seorang pemecah rekor dunia selalu melakukan latihan ratusan bahkan ribuan kali untuk melakukan pencapaian tersebut. Mula-mula ia akan gagal, tapi konsistensinya membawanya menjadi yang terbaik.
7. Fokuskan waktu ada apa yang kita kuasai. Boleh saja mengikuti bisnis yang sedang ngetren, tapi untuk menjadi sukses kita harus mengetahui batas pengetahuan kita atas apa yang kita kerjakan. Jika kita tidak paham dunia periklanan, tidak perlu memaksakan diri untuk masuk kebisnis tersebut.
8. Cintailah pelanggan anda. Pelanggan adalah raja, demikian menurut kebanyakan orang. Dengan memperlakukan pelanggan dengan baik dan memberikan pelayanan terbaik, maka pelanggan lebih mudah dipertahankan.
9. Jangan meremehkan kekuatan jejaring. Ikutlah dalam organisasi untuk mengenal lebih banyak orang yang berguna untuk kepentingan bisnis anda.

Informasi lengkap mengenai Farrah Gray dapat dilihat pada situs resminya di www.drfarrahgray.com

“Saya tidak dilahirkan dengan kemewahan, dan kesuksesan tidak akan datang menghampiri saya dengan sendirinya. Saya harus bekerja untuk menepis anggapan rendah orang lain. Aku tidak ingin pemberian orang lain. Bukakan saja pintu, maka akan kuambil sendiri” (Farrah Gray).

3 pemikiran pada “Farrah Gray : Reallionaire At 14

  1. Saya Endar, dari yogyakarta
    Saya berniat menulis biografi tentang farrah gray, namun ada kendala; saya tidak mempunyai buku best seller karya Farrah Gray. Saya sudah mencari entah itu di toko buku, atau bookstore online, tapi hasilnya nihil. Mungkin seperti ulasan Anda tentang Reallionaire, buku ini memang sangat menarik, sehingga stok habis. Dapatkah Anda membantu saya? Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s