Umum

Postingan Rafael Budi di Lintas Berita.com

Kemarin iseng-iseng lihat statistik blog, ternyata banyak yang komentar. Dicek-cek lagi dan ditelusuri dari mana sih asalnya yang komen, ternyata banyak yang masuk ke blog yang berangkat dari situs lintasberita.com.
Ternyata tulisan saya yang berjudul Sisi Kreatif dan Nyeleneh Pebisnis Sukses direferensikan disitus tersebut. Berikut tampilannya

lintas-berita

Iklan
Standar
Friends

Friendship : Catatan Yang Tertinggal

Bulan-bulan terakhir ini merupakan bulan yang menggembirakan dan juga menyedihkan bagi saya, terutama dalam hubungan persahabatan dengan beberapa rekan saya. Kok bisa?. Apakah saya bertengkar atau mempunyai masalah besar dengan rekan-rekan saya itu. Apakah saya melakukan kesalahan yang membuat hubungan menjadi tidak baik. Tapi sungguh bukan itu masalahnya.

Ceritanya begini. Saya bekerja diperusahaan saya yang lama selama dua tahun. Satu tahun saya habiskan dikota ini. Disini saya mengenal beberapa teman yang tergabung dalam perusahaan yang sama. Diantaranya ada Tony, Joni, Daniel, dan Tongi. Kami berteman akrab, apalagi tempat tinggal kami dekat. Saya menyewa sebuah rumah dan tinggal bersama Tongi. Tongi merupakan suksesor saya setelah saya keluar dari perusahaan saya itu. Sekarang saya bekerja diperusahaan yang berbeda dari sebelumnya. Adapun Joni juga sudah keluar dari perusahaan yang sama dan menerima pinangan dari perusahaan yang lain. Sama seperti saya, ia juga tidak pindah dari tempat tinggalnya sebelumnya. Tempat tinggalnya hanya berjarak 1 blok dari tempat tinggal saya.

Sebagai anak perantauan, kami merasa cocok dan akrab. Banyak hal kami lalui bersama. Kami biasa pada malam tertentu berkumpul ditempat tinggal saya. Melakukan banyak hal misal nonton bareng program sepakbola, main game computer (3 dari kami mempunyai laptop sehingga bisa bertanding), cerita tentang pekerjaan dan rencana masa depan. Meski sering berkumpul begitu kami tidak pernah melakukan hal yang negatif. Terlebih lagi Pak Haji sang pemilik rumah tidak pernah mempermasalahkan siapa saja yang datang ketempat kami, asal tidak membuat keributan dan keonaran. Apalagi teman-teman saya itu mempunyai mulut yang manis, sehingga sang pemilik pun kenal dengan mereka.

Waktu membentuk kami memahami satu sama lain, bagaimana bertoleransi membantu teman lain yang sedang sedih atau kesusahan, mensupport jika ada masalah. Tentu saja dengan adanya kehadiran teman-teman itu, masing-masing tidak kesepian meski jauh dari pacar yang berada nun dibelahan bumi yang lain.

Tapi kondisi itu mulai berubah saat teman kami Daniel mendapatkan pekerjaan di Surabaya tempat asalnya. Sebenarnya dari dulu juga kami memang mendukungnya untuk bisa mendapat pekerjaan disana, apalagi ia adalah anak tunggal, sedangkan ayahnya juga sering sakit-sakitan. Lumayan lama juga perjuangannya mendapatkan pekerjaan. Sampai pada suatu saat dengan ceria ia bercerita kepada kami bahwa ia sudah deal dengan pihak perusahaan baru untuk pindah kerja kesana. Memang hal itu lebih baik, karena bagaimana pun berada didaerah sendiri dan tinggal dekat dengan keluarga akan membuat orang lebih bersemangat dalam bekerja. Sebagai perayaan perpisahan ini kamipun mengadakan perjalanan jauh kepantai Samboja yang berjarak 70 km. Disana kami berempat (Tony tidak ikut) bersenang-senang, berfoto-foto dengan bergaya bak coverboy, berlenggak lenggok di pantai seolah itu adalah catwalk. Bukan coverboy majalah remaja, tetapi coverboy majalah fauna. Ha…ha…

betiga

bt-copy

pon

Awal tahun kemarin Daniel pun berangkat ke Surabaya. Pergi juga akhirnya teman yang biasa menjadi partner saya bermain badminton setiap Sabtu itu. Hiks

Beberapa bulan berlalu, kabar baik datang dari Tony. Ia mendapatkan pekerjaan baru dengan tawaran yang lebih menarik. Kemampuan dan kecakapannya membuat sebuah perusahaan otomotif ternama kepincut dengannya. Iapun didapuk menjadi kepala cabang untuk area Balikpapan. Kami memujinya sebagai orang hebat. Jabatan yang baik dengan tawaran gaji yang bagus juga tentunya pasti sangat susah didapat jika orang tersebut tidak memiliki tingkat kompetensi yang baik. Awal April ini Tony akan berangkat ke Bandung untuk menjalani training. Disana ia akan menetap selama 3 bulan. Setelah menyelesaikan masa trainingnya nanti barulah ia kembali dan langsung memegang area Balikpapan. Tentu saja hal itu baik untuknya, karena selama ini sejak menikah satu tahun lalu, ia selalu harus bolak-balik Samarinda-Balikpapan setiap Sabtu dan kembali lagi Senin subuh. Sungguh sebuah perjalanan yang melelahkan. Dengan mendapat pekerjaan ini, maka ia bisa tinggal bersama istrinya dan dekat dengan orang tuanya. Satu kebahagiaan sekarang sudah dikecap olehnya. Tapi dengan perginya Tony, maka kami akan kehilangan satu teman lagi.

Ternyata eksodus rekan kami tidak berhenti sampai Tony saja. Berikutnya Tongi juga menyusul. Berbeda dengan saya, Daniel atau Tony, ia tidak keluar dari perusahaanya saat ini, tapi ia memperoleh promosi untuk kenaikan jabatan menjadi manajer area. Untuk jabatan barunya ini, ia harus menetap dan pindah ke Balikpapan karena kantor wilayahnya berada disana. Belum ada informasi kapan ia akan pindah, tapi mungkin 2 bulan lagi ia akan meninggalkan Samarinda. Sementara sambil menunggu pengganti, ia masih berada disini.

Setelah keduanya pergi nanti tinggallah saya dan Joni. Meski nanti akan ada pengganti untuk Tony dan Tongi, tapi rasanya sulit untuk mendapat rekan atau sahabat seperti mereka. Ada kenangan yang kami ciptakan bersama, ada kepingan waktu yang tersisa dari perjalan persahabatan kami.

Terkadang saya dan Joni sering bercanda sambil bertaruh siapa berikutnya yang akan meninggalkan Samarinda terlebih dahulu. Memang kami masing-masing ada rencana untuk kedepannya. Namun semuanya masih serba buram (mungkin harus dilap dulu agar tampak jelas).  Tapi siapapun nantinya yang akan pergi dari sini berikutnya hal itu tidak penting. Yang penting adalah di Samarinda telah tercipta sebuah persahabatan yang akan kekal dan akan diingat oleh kami sendiri sampai tua nanti. Tidak tahu kapan semua akan berkumpul lagi, tapi jika Tuhan mengizinkan pasti hal itu akan terjadi.

Standar
Experience

Sisi Kreatif dan Nyeleneh Pebisnis Sukses

Kemarin, saya berkunjung kesalah satu langganan perusahaan kami. Sudah lebih dari setahun saya tidak pernah ketokonya lagi. Pemiliknya bernama Ali dan usianya kurang dari 40 tahun. Ia merupakan salah satu pemain bisnis ATK terbesar di kota ini. Bermacam-macam item kebutuhan kantor dan komputer tersedia ditokonya.

Memasuki tokonya tampak ada beberapa perubahan susunan barang-barang yang dipajang di tokonya. Sayapun bertanya kepada karyawannya apakah Pak Ali ini ada ditempat. Sang karyawan pun menunjuk kearah belakang etalase, rupanya disana sang bos sedang menyusun pajangan barang dietalase. Sambil melongok keatas ia pun menyapa saya terlebih dahulu sambil bertanya kabar saya.

Saya sedikit terkejut, karena sang pemilik toko ini masih mengenali saya meski saya sudah lama tidak ketokonya. Lebih terkejut lagi karena ia yang memanggil saya terlebih dahulu. Lalu Pak Ali ini pun mempersilahkan saya duduk dan bicara mengenai perkembangan bisnisnya. Iapun bercerita tentang keberhasilannya menjadi distributor produk kertas fotokopi nasional baru-baru ini. Terkadang terdengar kata-kata yang bernada arogan yang terlontar dari mulutnya. Ya, tentang bagaimana ia memenangkan persaingan dalam mendapatkan hak distribusinya, tentang saingan-saingannya yang dianggapnya seperti sapi ompong, dimana mereka semua itu melakukan cara-cara dan strategi lama yang ketinggalan zaman dan sudah bisa dibaca sehingga akhirnya harus gigit jari.

success_failure

Saya mendengarkan dengan seksama ceritanya. Terkadang malas juga mendengar kata-katanya yang meremehkan orang lain serta menganggap ia adalah yang paling sempurna. Meski begitu saya juga mengagumi sosok satu ini. Jika menilik pada tahap awal pengembangan bisnisnya hingga bisa menggurita sampai saat ini pastilah banyak orang yang akan terkesima dan banyak orang yang ingin mendengarkan kisah suksesnya. Ya, ia memulai bisnis dengan penuh keprihatinan. Menggunakan modal seadanya untuk memulai bisnis, jatuh bangun, rugi hingga modal habis, ditipu orang. Hal itu merupakan cerita kelamnya. Tapi dengan semua itulah ia bisa menjadi sesukses ini.

Ada dua hal yang ingin saya sampaikan mengenai sosok ini yang membekas dipikiran saya, yaitu bagaimana ia masih mengenali orang dengan baik dan juga hal yang berhubungan dengan sikap arogannya itu.

Kemampuan mengenali orang merupakan salah satu kunci sukses dalam bisnis. Misalkan ketika kita bertemu dijalan, apakah kita lebih suka dipanggil Mas saja atau Mas Irwan misalnya. Mana yang anda pilih, dan mana yang lebih mengakrabkan. Tentu saja jawabannya adalah panggilan Mas diikuti dengan nama, karena panggilan itu lebih terdengar akrab dan merupakan gambaran bahwa kita sudah kenal lama dengan orang tersebut. Begitu juga jika ilmu ini diterapkan didalam bisnis, tentu akan memberikan efek positif bagi perkembangan bisnis kita, bahkan mungkin kita bisa mendapat proyek atau order besar yang tidak terbayangkan sebelumnya. Kenyataannya banyak kita temukan dilapangan, bahwa orang yang kita kenal baik, walau baru bertemu dapat membantu kita saat kita mengalami kesulitan.

Kemudian yang kedua tentang sikap arogan. Saya sebenarnya paling benci dengan orang yang sombong dan arogan. Begitu juga dengan manusia lain pastinya. Tapi sikap seperti itu dapat kita ambil positifnya. Kok bisa?. Ya jawabannya bisa saja.

Sikap arogan mencerminkan kepercayaan diri yang tinggi. Kepercayaan diri yang tinggi muncul jika kita menghargai apa yang menjadi kekuatan dari diri kita. Kita mencintai diri kita apa adanya, kita bangga dengan diri kita saat ini dan menganggap bahwa kita adalah ciptaan Tuhan yang sempurna. Dengan begitu kita tidak menganggap kelemahan dari diri kita sebagai penghalang bagi hidup kita. Kekuatan diri yang disertai semangat berkobar dapat mengalahkan semua hal dalam menggapai apa yang diinginkan.

Sedangkan poin positif kedua dari sikap arogan seperti yang diperlihatkan Pak Ali adalah gambaran rasa tidak cepat puas atas apa yang dicapai. Hal ini bagus agar ia terus bisa berinovasi menciptakan hal-hal baru yang berguna bagi perkembangan usahanya. Memang kita diajarkan untuk bersyukur atas apa yang kita miliki dan itu tidak salah. Tapi jika kita sadari lagi bahwa kita diciptakan dengan cara dan bentuk yang luar biasa. Oleh karena itu kita harus menggunakan segenap kekuatan yang diberikan oleh Tuhan untuk mencapai apa yang kita inginkan didunia ini. Tapi yang perlu diingat bahwa kita tidak terhanyut oleh godaan dunia, tetapi menggunakan karunia yang diberikan untuk memberi makna pada hidup kita dan hidup orang lain disekitar kita.

Standar
Opinion

Mimpi Yang Terbeli

Mungkin kita semua pernah mendengar potongan ungkapan diatas. Mimpi yang terbeli adalah judul lagu yang menjadi hits era 80an yang dibawakan oleh Iwan Fals. Pada lagu ini Iwan Fals bercerita tentang orang-orang yang mempunyai mimpi sederhana untuk bertahan hidup, tapi kondisi memaksa mereka terpaksa untuk mengubur mimpi-mimpinya.

Ada sebuah cerita tentang gajah Thailand yang sejak kecil salah satu kakinya diikatkan pada sebuah tonggak kayu. Pada mulanya sang gajah berontak dan berlari kesana kemari untuk melepaskan diri. Apalagi dilihatnya ada kumpulan gajah lain yang berada diluar sana sedang bermain-main dan makan daun segar langsung dari pohon. Sungguh nikmat sekali pikir sang gajah kecil. Dia pun semakin berontak dan menarik-narik kakinya yang terikat. Tapi semakin keras ia menarik, semakin keras tali itu mengikat kakinya, dan ia pun berteriak kesakitan.

Waktu berganti sang gajahpun bertumbuh dewasa, badannya semakin besar sama dengan gajah dewasa lainnya. Suatu hari tali yang mengikat kaki gajah itu dilepaskan dari tonggak kayu, tetapi tali yang dikakinya masih tetap terikat. Begitu dilepaskan, orang-orang sekitar menduga pastilah gajah itu akan berlari keluar meninggalkan tempat yang dulu membelenggu kebebasannya. Tapi mereka keliru, gajah tersebut tidak bereaksi. Dia diam saja.

Mereka menunggu sampai hari berikutnya, gajah itu bergerak, tapi sekedar mengitari area tempat sebelumnya ia terbelenggu. Meskipun ia menyaksikan ada kawanan gajah lain yang bermain-main diluar sana, ia seperti tidak tertarik.

gjh

Sampai gajah tersebut mati, ia tetap hidup dalam belenggu ikatan. Bukan ikatan dikakinya saja, tapi yang lebih dominan lagi ada belenggu dipikirannya. Sejak kakinya diikat pada tonggak kayu, sang gajah sudah berusaha melepaskan diri. Tapi karena semakin kuat ia berusaha, belenggu tidak terlepas. Akhirnya sang gajah menyerah dan menaruh dipikirannya bahwa ia selamanya akan hidup terbelenggu disana. Kebebasan diluar sana hanya sekedar impian. Selanjutnya ketika dewasa dengan badan yang besar, ia seharusnya bisa dengan mudah menarik putus tali ikatan dari kakinya, dan ia tidak melakukannya. Sampai ketika tali dilepaskan dari tonggak kayu, ia juga tidak bereaksi. Dipikirannya tali yang masih mengikat dikakinya tetap akan sekuat saat pertama kali diikatkan padanya. Ia sudah merasakan rasa sakit yang teramat sangat dan tidak mau mengalaminya lagi. Mimpinya dikalahkan oleh rasa sakit dikakinya.
i_have_a_dream_black_background_poster

Cerita tentang gajah tersebut sering dipakai oleh para motivator atau pengajar kesuksesan untuk menggambarkan kondisi manusia yang mengalami rasa putus asa, tidak mau berubah dan bergerak untuk menggapai mimpinya, yang dikarenakan banyaknya halangan, masalah, dan tantangan silih berganti yang menghantam sehingga membuat mereka merasa tidak ada gunanya lagi berusaha.

Sebenarnya impian setiap manusia itu tidak terbatas. Ada seorang pemikir yang berkata bahwa batas impian kita adalah apa yang berada diotak kita. Artinya bahwa tidak ada hal yang kita pikirkan tidak bisa kita capai. Otak kita akan mencari jalan untuk menggapai impian kita itu.
Impian itu seperti api-api yang berkobar dipikiran kita. Angin halangan akan meniupnya menjadi lebih kecil, hujan tantangan dan masalah akan memadamkannya. Tapi hanya api yang tetap menyala yang akan mengatasi itu semua. Tantangan dan masalah akan membuatnya mengecil sebentar tapi dengan memelihara mimpi itu, ia akan kembali membesar dan berkobar.

Sebagai manusia, kita pasti lebih pintar dari gajah. Tapi kondisi gajah yang terbelenggu pikirannya itu bisa terjadi pada kita. Misal si A punya mimpi ingin jadi pengusaha sukses. Pada saat belum mulai, semangatnya menggebu-gebu. Semuanya sudah dipersiapkan dengan baik. Modal cukup, skill cukup, SDM oke, serta tempat usaha yang mantap. Begitu buka, kondisi pasar berubah. Permintaan barang turun, krisis ekonomi melanda. Akibatnya proyeksi bisnis yang sudah dibayangkan sebelumnya tidak sejalan dengan kondisi saat ini. Modalpun tergerus karena barang tidak keluar, kepala pusing memikirkan bagaimana memasarkan produk serta memulihkan kembali cashflow usaha. Stresspun terjadi, apalagi tidak ada kepastian kapan kondisi akan pulih kembali. Akhirnya karena sudah tidak tahan lagi usahapun ditutup. Si A lalu menyalahkan diri sendiri, kenapa tidak mempersiapkan diri dengan lebih baik saat mulai usaha, kenapa pasar bisa tiba-tiba tidak bersahabat?. Muncul banyak kenapa untuk menyalahkan apa yang terjadi. Sekali gagal usaha mungkin masih bisa bangkit. Berikutnya keberanian perlahan-lahan tergerus. Ketakutan muncul apakah usaha berikutnya ini akan seperti usaha sebelumnya. Ketakutan-ketakutan yang tertanam dipikirannya ini semakin membesar. Ia pun akhirnya memilih untuk tidak berusaha lagi dan menerima kenyataan bahwa mimpinya menjadi pengusaha sukses tidak akan jadi kenyataan. Padahal jika ia berpikir lebih positif dan melupakan pengalaman buruk sebelumnya maka ia akan sadar bahwa ia sudah semakin dekat ditangga puncak kesuksesan.

Memang ketika kita mengalami hal buruk dimasa lalu, maka ia akan membentuk gumpalan kristal ketakutan dipikiran kita dan akan semakin membesar jika kita terus memeliharanya. Kita selalu berpikir bahwa kegagalan itu adalah takdir kita, dan kita banyak dipaksa untuk menerima itu. Padahal kegagalan-kegagalan yang terjadi membawa kita lebih dekat pada apa yang kita inginkan. Oleh karena itu, sama dengan ketakutan yang terpelihara dipikiran kita, maka mimpipun bisa kita pelihara dipikiran kita. Ia akan semakin tumbuh besar dan mengisi seluruh ruang pikiran kita, jika kita terus memberikan makanan berupa pikiran positif. Pikiran positif itu berisi kenikmatan ketika kita mencapai keinginan kita itu.

Banyak contoh orang sukses yang mampu mengalahkan pikiran-pikiran ketakutannya. Sebelumnya saya pernah bercerita pada tulisan sebelumnya tentang Sylvester Stallone yang memelihara mimpinya untuk menjadi aktor Hollywood dan rela melakukan apa saja sampai impiannya itu terwujud. Orang-orang sukses adalah mereka yang jatuh sekali tetap bangun, jatuh lagi lalu bangun lagi dan seterusnya. Mereka juga bukan tidak pernah mundur, tapi mundurnya bukan untuk menyerah melainkan untuk mengambil ancang-ancang untuk melompat beberapa langkah. Orang sukses tidak bisa tidur tenang sampai impiannya didapat. Kenikmatan memperolehnya mengalahkan kesakitan atas duri-duri terjal yang menusuk kakinya saat melangkah.

Saya sering berkata kepada teman saya bahwa kita harus memelihara dan meraih mimpi kita. Kita hanya hidup sekali dan pasti Tuhan menciptakan kita untuk memberikan makna bagi hidup ini. Sehingga oleh karena itu apa yang kita inginkan harus kita wujudkan. Kita harus memberikan noktah warna pada dunia ini, walaupun itu hanya berupa titik kecil. Kita tidak harus memberikan perubahan besar pada dunia ini, tapi kita bisa memberikan kenangan atas mimpi dan konsistensi yang kita punya kepada orang-orang yang mengenal kita. Terkadang juga kita terlalu banyak mengalah terhadap kehidupan kita, kita hidup untuk menuruti apa yang orang mau terhadap kita untuk kita lakukan. Kita tidak memperjuangkan mimpi kita tapi memperjuangkan mimpi orang lain sambil berharap kita bisa menikmati hasil dari impian orang lain itu.

Kita harus sadari bahwa kita tidak harus mengalah terus untuk hidup kita, kita harus memperjuangkannya untuk meraih kemenangan untuk kebanggaan dan kebahagiaan kita sendiri. Wujudkan apa yang kita inginkan walaupun didepan halangan setinggi gunung menghadang, tetapi kita harus sadar bahwa dibelakang gunung tersebut tersimpan keindahan pemandangan yang menyejukkan hati. Jika kita ingin menjadi guru wujudkanlah, ingin menjadi pengusaha wujudkanlah, mau jadi presiden wujudkanlah, mau jadi pengusaha terkaya dunia seperti Bill Gates wujudkanlah, mau jadi orang berikutnya pergi kebulan wujudkanlah. Karena tidak ada mimpi yang terlalu besar jika hal tersebut masih realistis untuk diwujudkan. Mempunyai mimpi yang besar bukanlah dosa, tapi yang menjadi dosa jika kita tidak bergerak menuju mimpi itu.

Kita tidak harus melangkah 2 langkah jika kita hanya punya kemampuan melangkah satu langkah. Mulailah dari satu langkah dulu, nikmati proses jatuh bangunnya dan mulai langkah kedua dan seterusnya. Itulah yang akan menjadi kekuatan kita saat kita sudah sampai kelangkah akhir tujuan kita. Dalam hal ini kita tidak harus melompat untuk berpindah tempat, tapi bisa bergerak saja sudah sangat baik. Jangan menjadi katak yang hanya berada dalam tempurung, tidak tahu hal diluarnya, tidak pernah bergerak apalagi melompat karena merasa hidup dalam tempurung sudah cukup baik.

Oleh karena itu janganlah mimpi kita terbeli oleh keterbatasan pikiran kita. Peliharalah dan wujudkanlah mimpi itu. Ia akan menjadi semangat pendorong, menjadi bahan bakan untuk kita bergerak. Dan dalam perjalanan itu kita harus membunuh virus-virus negatif seperti ketakutan, kekhawatiran, sikap puas diri dengan obat pikiran positif. Nikmatnya saat impian itu terwujud mengalahkan segalanya. Kita tidak bisa tenang jika itu belum terwujud. Jika itu sudah bersemayam dipikiran kita maka apa yang diinginkan pasti akan tercapai. The world is not enaugh untuk cukup menghalangi impian yang menggebu dan terus berkobar.

Peliharalah dan wujudkan mimpi Anda dan jangan sampai membuatnya terbeli oleh keterbatasan yang kita ciptakan sendiri.

Standar