Mimpi Yang Terbeli

Mungkin kita semua pernah mendengar potongan ungkapan diatas. Mimpi yang terbeli adalah judul lagu yang menjadi hits era 80an yang dibawakan oleh Iwan Fals. Pada lagu ini Iwan Fals bercerita tentang orang-orang yang mempunyai mimpi sederhana untuk bertahan hidup, tapi kondisi memaksa mereka terpaksa untuk mengubur mimpi-mimpinya.

Ada sebuah cerita tentang gajah Thailand yang sejak kecil salah satu kakinya diikatkan pada sebuah tonggak kayu. Pada mulanya sang gajah berontak dan berlari kesana kemari untuk melepaskan diri. Apalagi dilihatnya ada kumpulan gajah lain yang berada diluar sana sedang bermain-main dan makan daun segar langsung dari pohon. Sungguh nikmat sekali pikir sang gajah kecil. Dia pun semakin berontak dan menarik-narik kakinya yang terikat. Tapi semakin keras ia menarik, semakin keras tali itu mengikat kakinya, dan ia pun berteriak kesakitan.

Waktu berganti sang gajahpun bertumbuh dewasa, badannya semakin besar sama dengan gajah dewasa lainnya. Suatu hari tali yang mengikat kaki gajah itu dilepaskan dari tonggak kayu, tetapi tali yang dikakinya masih tetap terikat. Begitu dilepaskan, orang-orang sekitar menduga pastilah gajah itu akan berlari keluar meninggalkan tempat yang dulu membelenggu kebebasannya. Tapi mereka keliru, gajah tersebut tidak bereaksi. Dia diam saja.

Mereka menunggu sampai hari berikutnya, gajah itu bergerak, tapi sekedar mengitari area tempat sebelumnya ia terbelenggu. Meskipun ia menyaksikan ada kawanan gajah lain yang bermain-main diluar sana, ia seperti tidak tertarik.

gjh

Sampai gajah tersebut mati, ia tetap hidup dalam belenggu ikatan. Bukan ikatan dikakinya saja, tapi yang lebih dominan lagi ada belenggu dipikirannya. Sejak kakinya diikat pada tonggak kayu, sang gajah sudah berusaha melepaskan diri. Tapi karena semakin kuat ia berusaha, belenggu tidak terlepas. Akhirnya sang gajah menyerah dan menaruh dipikirannya bahwa ia selamanya akan hidup terbelenggu disana. Kebebasan diluar sana hanya sekedar impian. Selanjutnya ketika dewasa dengan badan yang besar, ia seharusnya bisa dengan mudah menarik putus tali ikatan dari kakinya, dan ia tidak melakukannya. Sampai ketika tali dilepaskan dari tonggak kayu, ia juga tidak bereaksi. Dipikirannya tali yang masih mengikat dikakinya tetap akan sekuat saat pertama kali diikatkan padanya. Ia sudah merasakan rasa sakit yang teramat sangat dan tidak mau mengalaminya lagi. Mimpinya dikalahkan oleh rasa sakit dikakinya.
i_have_a_dream_black_background_poster

Cerita tentang gajah tersebut sering dipakai oleh para motivator atau pengajar kesuksesan untuk menggambarkan kondisi manusia yang mengalami rasa putus asa, tidak mau berubah dan bergerak untuk menggapai mimpinya, yang dikarenakan banyaknya halangan, masalah, dan tantangan silih berganti yang menghantam sehingga membuat mereka merasa tidak ada gunanya lagi berusaha.

Sebenarnya impian setiap manusia itu tidak terbatas. Ada seorang pemikir yang berkata bahwa batas impian kita adalah apa yang berada diotak kita. Artinya bahwa tidak ada hal yang kita pikirkan tidak bisa kita capai. Otak kita akan mencari jalan untuk menggapai impian kita itu.
Impian itu seperti api-api yang berkobar dipikiran kita. Angin halangan akan meniupnya menjadi lebih kecil, hujan tantangan dan masalah akan memadamkannya. Tapi hanya api yang tetap menyala yang akan mengatasi itu semua. Tantangan dan masalah akan membuatnya mengecil sebentar tapi dengan memelihara mimpi itu, ia akan kembali membesar dan berkobar.

Sebagai manusia, kita pasti lebih pintar dari gajah. Tapi kondisi gajah yang terbelenggu pikirannya itu bisa terjadi pada kita. Misal si A punya mimpi ingin jadi pengusaha sukses. Pada saat belum mulai, semangatnya menggebu-gebu. Semuanya sudah dipersiapkan dengan baik. Modal cukup, skill cukup, SDM oke, serta tempat usaha yang mantap. Begitu buka, kondisi pasar berubah. Permintaan barang turun, krisis ekonomi melanda. Akibatnya proyeksi bisnis yang sudah dibayangkan sebelumnya tidak sejalan dengan kondisi saat ini. Modalpun tergerus karena barang tidak keluar, kepala pusing memikirkan bagaimana memasarkan produk serta memulihkan kembali cashflow usaha. Stresspun terjadi, apalagi tidak ada kepastian kapan kondisi akan pulih kembali. Akhirnya karena sudah tidak tahan lagi usahapun ditutup. Si A lalu menyalahkan diri sendiri, kenapa tidak mempersiapkan diri dengan lebih baik saat mulai usaha, kenapa pasar bisa tiba-tiba tidak bersahabat?. Muncul banyak kenapa untuk menyalahkan apa yang terjadi. Sekali gagal usaha mungkin masih bisa bangkit. Berikutnya keberanian perlahan-lahan tergerus. Ketakutan muncul apakah usaha berikutnya ini akan seperti usaha sebelumnya. Ketakutan-ketakutan yang tertanam dipikirannya ini semakin membesar. Ia pun akhirnya memilih untuk tidak berusaha lagi dan menerima kenyataan bahwa mimpinya menjadi pengusaha sukses tidak akan jadi kenyataan. Padahal jika ia berpikir lebih positif dan melupakan pengalaman buruk sebelumnya maka ia akan sadar bahwa ia sudah semakin dekat ditangga puncak kesuksesan.

Memang ketika kita mengalami hal buruk dimasa lalu, maka ia akan membentuk gumpalan kristal ketakutan dipikiran kita dan akan semakin membesar jika kita terus memeliharanya. Kita selalu berpikir bahwa kegagalan itu adalah takdir kita, dan kita banyak dipaksa untuk menerima itu. Padahal kegagalan-kegagalan yang terjadi membawa kita lebih dekat pada apa yang kita inginkan. Oleh karena itu, sama dengan ketakutan yang terpelihara dipikiran kita, maka mimpipun bisa kita pelihara dipikiran kita. Ia akan semakin tumbuh besar dan mengisi seluruh ruang pikiran kita, jika kita terus memberikan makanan berupa pikiran positif. Pikiran positif itu berisi kenikmatan ketika kita mencapai keinginan kita itu.

Banyak contoh orang sukses yang mampu mengalahkan pikiran-pikiran ketakutannya. Sebelumnya saya pernah bercerita pada tulisan sebelumnya tentang Sylvester Stallone yang memelihara mimpinya untuk menjadi aktor Hollywood dan rela melakukan apa saja sampai impiannya itu terwujud. Orang-orang sukses adalah mereka yang jatuh sekali tetap bangun, jatuh lagi lalu bangun lagi dan seterusnya. Mereka juga bukan tidak pernah mundur, tapi mundurnya bukan untuk menyerah melainkan untuk mengambil ancang-ancang untuk melompat beberapa langkah. Orang sukses tidak bisa tidur tenang sampai impiannya didapat. Kenikmatan memperolehnya mengalahkan kesakitan atas duri-duri terjal yang menusuk kakinya saat melangkah.

Saya sering berkata kepada teman saya bahwa kita harus memelihara dan meraih mimpi kita. Kita hanya hidup sekali dan pasti Tuhan menciptakan kita untuk memberikan makna bagi hidup ini. Sehingga oleh karena itu apa yang kita inginkan harus kita wujudkan. Kita harus memberikan noktah warna pada dunia ini, walaupun itu hanya berupa titik kecil. Kita tidak harus memberikan perubahan besar pada dunia ini, tapi kita bisa memberikan kenangan atas mimpi dan konsistensi yang kita punya kepada orang-orang yang mengenal kita. Terkadang juga kita terlalu banyak mengalah terhadap kehidupan kita, kita hidup untuk menuruti apa yang orang mau terhadap kita untuk kita lakukan. Kita tidak memperjuangkan mimpi kita tapi memperjuangkan mimpi orang lain sambil berharap kita bisa menikmati hasil dari impian orang lain itu.

Kita harus sadari bahwa kita tidak harus mengalah terus untuk hidup kita, kita harus memperjuangkannya untuk meraih kemenangan untuk kebanggaan dan kebahagiaan kita sendiri. Wujudkan apa yang kita inginkan walaupun didepan halangan setinggi gunung menghadang, tetapi kita harus sadar bahwa dibelakang gunung tersebut tersimpan keindahan pemandangan yang menyejukkan hati. Jika kita ingin menjadi guru wujudkanlah, ingin menjadi pengusaha wujudkanlah, mau jadi presiden wujudkanlah, mau jadi pengusaha terkaya dunia seperti Bill Gates wujudkanlah, mau jadi orang berikutnya pergi kebulan wujudkanlah. Karena tidak ada mimpi yang terlalu besar jika hal tersebut masih realistis untuk diwujudkan. Mempunyai mimpi yang besar bukanlah dosa, tapi yang menjadi dosa jika kita tidak bergerak menuju mimpi itu.

Kita tidak harus melangkah 2 langkah jika kita hanya punya kemampuan melangkah satu langkah. Mulailah dari satu langkah dulu, nikmati proses jatuh bangunnya dan mulai langkah kedua dan seterusnya. Itulah yang akan menjadi kekuatan kita saat kita sudah sampai kelangkah akhir tujuan kita. Dalam hal ini kita tidak harus melompat untuk berpindah tempat, tapi bisa bergerak saja sudah sangat baik. Jangan menjadi katak yang hanya berada dalam tempurung, tidak tahu hal diluarnya, tidak pernah bergerak apalagi melompat karena merasa hidup dalam tempurung sudah cukup baik.

Oleh karena itu janganlah mimpi kita terbeli oleh keterbatasan pikiran kita. Peliharalah dan wujudkanlah mimpi itu. Ia akan menjadi semangat pendorong, menjadi bahan bakan untuk kita bergerak. Dan dalam perjalanan itu kita harus membunuh virus-virus negatif seperti ketakutan, kekhawatiran, sikap puas diri dengan obat pikiran positif. Nikmatnya saat impian itu terwujud mengalahkan segalanya. Kita tidak bisa tenang jika itu belum terwujud. Jika itu sudah bersemayam dipikiran kita maka apa yang diinginkan pasti akan tercapai. The world is not enaugh untuk cukup menghalangi impian yang menggebu dan terus berkobar.

Peliharalah dan wujudkan mimpi Anda dan jangan sampai membuatnya terbeli oleh keterbatasan yang kita ciptakan sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s