Show Me Your Delay

Sampai dibandara Juanda pkl 13.45. Berarti masih 1 jam lagi pesawat berangkat. Buru-buru check in dengan harapan diberi kursi yang strategis, minimal masih dapat posisi kursi di jendela darurat. Soalnya saya memang sering ketiban kursi belakang jika naik pesawat. Pernah suatu kali perjalanan dari Pontianak ke Jakarta, saya dapat kursi paling belakang sekali yang langsung berbatasan dengan lavatory (toilet). Begitu duduk bau tidak enak sudah muncul, meski tidak terlalu keras tapi sungguh mengganggu. Saya tidak tahu apakah karena memang pihak maskapai tidak memperhatikan hal ini atau mungkin karena terlalu banyaj rute yang dijalani pesawat hingga tidak sempat untuk dibersihkan.

Syukurlah masih dapat kursi no. urut 10, berarti masih didepan. Tapi layar monitor berada diatas counter check in mengalihkan perhatian saya. Tertulis dibawah tulisan waktu keberangkatan sebuah tulisan yang biasanya tidak ada. “DELAY 2 HOURS”.
OMG…Ini lagi yang saya alami, delay…. dan delay… lagi. Apa tidak ada waktu penerbangan tanpa delay.
Dalam hati ada rasa kesal dan marah karena harus menunggu lebih lama lagi untuk tiba ditempat tujuan.

Bukan sekali ini dalam penerbangan saya mengalami delay pesawat. Bisa dibilang terlalu sering walaupun terkadang rentang waktunya tidak terlalu lama. Tidak Lion, tidak Batavia sama saja (belum pernah naik pesawat maskapai lain). Dulu juga ada sebuah maskapai penerbangan besar bernama Adam Air, walau sekarang sudah tidak beroperasi lagi, yang kinerjanya lebih parah lagi. Tapi pengalaman saya untuk saat ini Batavialah yang menurut saya lebih sering delay.

Memang susah juga mengharapkan pelayanan terbaik dinegeri ini. Maklum semua orang cari ekonomis, cari murah. Dulu terbang merupakan miliknya orang kaya, jetset begitu sebutan orang terhadap orang-orang kaya, tapi sekarang naik pesawat sudah menjadi transportasi massal bagi banyak orang tidak perduli apa latas belakangnya. Baik orang miskin sekalipun bisa naik pesawat, begitu kata banyak orang melihat kondisi saat ini dimana harga tiket pesawat yang bahkan lebih murah dari tiket kereta api atau kapal laut tapi dengan waktu tempuh yang lebih singkat.
Terkadang kita harus dipaksa untuk maklum atas pelayanan publik. Kita masih cuek untuk mendapat pelayanan terbaik atas apa yang kita bayar. Mungkin begitu menurut pemikiran saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s