Journey To The Personal Dream

Beberapa hari ini saya sangat disibukkan dengan rutinitas baru. Resign dari pekerjaan dan menjadi “pengangguran” sungguh memerlukan adaptasi yang luar biasa. Saya yang terbiasa sebagai orang kantoran dengan jam kerja “eight to five” atau bahkan lebih dihadapkan pada waktu kerja yang unlimited. Artinya mau kerja ya kerja, tidak mau kerja ya terserah. Terdengar enak memang, tapi jika menuruti keinginan bermalas-malasan maka tidak ada hal yang akan terjadi. Dream is out there and it needs to be achieved.

Keluar dari pekerjaan sebagai seorang Area Sales Manager disebuah perusahaan toiletris yang setelah mengabdi selama 2 tahun memang suatu keputusan sulit dan berat. Banyak orang bertanya apakah yang saya kejar sehingga meninggalkan posisi yang katanya diincar banyak orang itu. Sehingga tidak heran begitu saya keluar konon kabarnya bertumpuk surat lamaran tersebar di meja Regional Manager. Some people say “Are you crazy Bud?”. Yes, i am crazy and almost mad. Ada yang paham dan mensupport langkah yang saya ambil, sebagian lagi mencoba mempengaruhi pikiran saya (utamanya orang-orang kantor). Ah its difficult choice.

Memang pilihan saya memulai usaha sendiri dan meninggalkan segala posisi dan jabatan sudah saya pertimbangkan masak-masak. Ada sebuah alasan tentunya. Impian itu terus menghantui saya. Its haunting me. Ya, saya ingin mengejar mimpi saya sendiri. Mungkin karena selama ini saya banyak membantu orang lain mengejar mimpinya. Tetapi mengapa mimpi sendiri tidak berani diwujudkan.Ah itu sih alasan klise. Bicaramu terlalu tinggi.

Tapi terserahlah. Tidak ada kata mundur lagi, no way back. Saya sudah meninggalkan kantor di Surabaya dan menetap Pontianak saat ini. Menekuni dan mencurahkan pikiran pada usaha yang masih seumur jagung (bahkan baru berupa biji jagung). Tapi suatu keoptimisan, suatu keyakinan, suatu mimpi yang menguatkan saya bahwa saya pantas memperjuangkan mimpi saya. Mengelola diri sendiri, bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Yang lebih luasnya lagi menjadi berkat bagi masyarakat, membuka lapangan kerja yang besar serta berkontribusi pada kegiatan-kegiatan sosial. Tentunya semua itu membutuhkan biaya dan tekad, dan saya akan mewujudkan mulai sekarang. My success is starts from now.

Satu pemikiran pada “Journey To The Personal Dream

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s