Harta Yang Paling Berharga : Keluarga

“Harta yang paling berharga adalah keluarga. Mutiara yang paling bermakna adalah keluarga”.

Demikianlah potongan syair lagu yang menjadi soundtrack sebuah serial yang ditayangkan pada medio 90an berjudul “Keluarga Cemara”. Kisah sebuah keluarga disebuah desa sungguh menggambarkan keharmonisan dan ketentraman. Tidak ada mobil, rumah yang mewah, perabotan mahal, kekuasaan dan jabatan, tapi mereka sangat menikmati hidup. Potret sebuah keluarga yang menjadi impian kebanyakan orang. Serial itu juga menginspirasi kita serta mengingatkan bahwa kebahagiaan bukanlah melulu karena materi. Lebih dari itu semua kita bisa menikmati hidup yang bahagia hanya jika kita mau mewujudkannya.

Saya teringat perkataan seorang teman yang sedari dulu tidak pernah berkumpul dengan keluarga besar. Tuntutan pendidikan dan karier membuat ia meninggalkan kota kelahirannya sejak kelas 1 SMP.

Kebahagiaan yang begitu mendalam dirasakan olehnya ketika suatu saat memutuskan untuk kembali kekota kelahirannya. Dengan dana secukupnya ia ingin meninggalkan karier yang telah dirintisnya saat ini dan membuka usaha didaerahnya. ,iat yang sangat mulia karena didorong oleh rasa rindu dan keinginan berkumpul bersama keluarga.

Tiba dikampung halamannya keluarga besar menanti. Tapi tunggu dulu kenapa sang kakak perempuan satu-satunya tidak menyambutnya. Berhalangankah ia?. Air matanya berlinang setelah mendengar cerita ibunya bahwa kakaknya mengikuti suaminya yang bertugas di Papua.

Sungguh perasaan sedih berkecamuk. Dulu ia berusaha untuk bisa pulang dan tinggal bersama keluarganya ketika kakaknya belum menikah. Kini setelah menikah kakaknya malah pergi kedaerah lain yang sangat jauh letaknya.

Apa yang salah dari cerita teman saya itu. Saya rasa normal untuk banyak orang. Sang anak meninggalkan orang tua dan keluarganya untuk sekolah atau bekerja didaerah lain. Tapi menurut saya sesungguhnya waktu itu berjalan begitu cepat. Waktu bersama keluarga adalah momen terindah dalam hidup. Dan saya yakin banyak yang mengamininya.

Mungkin pesan dalam tulisan ini bisa menyentuh orang yang membacanya. Selalulah menyadari bahwa waktu untuk orang-orang tercinta kita sungguh sedikit, kebanyak kita sibuk dengan pendidikan dan karier. Oleh karena itu luangkan waktu, sempatkan diri untuk menyadari indahnya mempunyai keluarga yang mencintai kita. Ya tentu saja sebelum mereka meninggalkan kita atau sebaliknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s