Merasa Kesepian

“Penyakit yang paling berbahaya didunia adalah perasaan kesepian, dikucilkan, ditinggalkan” Mother Teresa

Ya pernahkah kita merasa betapa sepinya hidup kita. Meski kita dikelilingi oleh banyak orang tapi tetap saja kita merasa sendiri. Lalu apakah yang harus dilakukan?.

Manusia mempunyai bentuk fisik, sifat, emosi dan karakter berbeda yang dibawa ketika kita dilahirkan. Secara fisik misal ada yang cantik, ada yang kurang cantik bahkan ada yang tidak sempurna atau cacat. Lalu sifat manusia ada yang mudah terpengaruh oleh keadaan sekitar, ada yang mempunyai pendirian teguh, ada juga yang labil secara emosi.

Menurut saya perasaan kesepian, kesendirian bukan pada disebabkan oleh sifat atau karakter seseorang, tapi lebih dari tingkat emosi dan psikis seseorang. Trauma, perasaan rendah diri, intimidasi, penyakit, ketakutan adalah beberapa penyebab orang memilih untuk menghindari orang banyak. Ia menilai cara pandang orang lain melalui cara pandang dirinya, akibatnya semakin ia mencoba membuka diri maka semakin ia mengalami ketakutan yang teramat sangat. Tidak adanya pendamping sebagai tempat untuk berbagi membuat keadaan psikologisnya semakin parah.

Kesepian dan kesendirian adalah milik semua orang. Semua pernah mengalaminya, tapi apa yang kita lakukan jika mengalami hal tersebut adalah poin pentingnya.

Dunia saat ini semakin membuat manusia dapat berhubungan dengan banyak orang diseluruh muka bumi, tapi disatu sisi sifat individualis semakin mengemuka dan menjadi-jadi. Ketidakperdulian terhadap sesama, keegoisan pribadi adalah cara salah dalam memandang dunia. Bersikap lebih terbuka dan peduli akan membuat banyak orang terselamatkan dari kehidupan yang membosankan dan tidak berarti. Memperhatikan detail dari pentingnya nilai kemanusiaan, menciptakan hubungan lebih baik dengan sesama manusia menjadi dunia lebih indah.

Andaikan saja ada 1 juta Bunda Teresa yang peduli pada orang miskin, terlantar, berpenyakit dan dikucilkan mungkin juga tidak akan cukup untuk melayani lebih dari 6 miliyar manusia dimuka bumi, tapi tentu saja karya kecilnya di Kalkuta tapi dengan semangatnya yang besar serta cintanya kepada sesama akan menginspirasi kita untuk peduli kepada sesama yang membutuhkan.

Lalu dari manakah kita mulai untuk menjadi lebih peduli?. Jawabnya dari lingkup terkecil kita yaitu keluarga.

Semoga menginspirasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s