Talk About Wirausaha Muda Mandiri II

Kali ini tulisan ini masih ada hubungannya dengan postingan sebelumnya, yaitu Talk About Wirausaha Muda Mandiri. Tulisan sebelumnya bercerita tentang program Bank Mandiri yang mengadakan semacam lomba atau kompetisi kewirausahaan bagi kaum muda.

Disana saya mengungkapkan kekaguman saya pada para peserta yang kebanyakan adalah kaum muda yang mampu membangun dan mengembangkan usaha mereka sendiri hingga menghasilkan omset hingga milyaran rupiah perbulannya. Pasti sangat mengagumkan bagi kita yang mengenal atau tahu jika ada seorang anak muda yang mampu mengumpulkan omset perusahaan lebih dari 1 milyar rupiah perbulan, padahal usianya baru 24 tahun, saat dimana kebanyakan anak muda menghabiskan masa-masa indah mereka berkumpul dan bermain dengan teman-temannya, atau ada sebagian lagi yang baru mencoba merintis karir.

Dan berbicara tentang hal itu hari ini saya mengalami suatu hal yang mungkin para peserta itu alami sebelum mereka dinobatkan sebagai pemenang, yaitu wawancara. Ya hari ini saya diwawancara untuk ikut salah satu lomba yang saya sebut sebagai yang paling prestisius dalam dunia kewirausahaan untuk anak muda itu.

Pukul 10.00 pagi saya dihubungi oleh seorang pegawai Bank Mandiri yang menyampaikan rencana mereka untuk menemui saya sebagai tindak lanjut dari pendaftaran yang telah saya lakukan sebelum. Karena pagi itu saya tidak berada dikantor maka saya meminta untuk menunda pertemuan pada pkl. 13.00 siang.

Merekapun menyatakan setuju dan meminta saya menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan yaitu fotokopi KTP, kartu mahasiswa, ijazah, akte pendirian perusahaan, serta copy prestasi lomba-lomba kewirausahaan yang pernah diikuti.

Dengan kegembiraan yang masih membuncah timbul keraguan dalam hati, apakah istimewanya bisnis yang saya geluti saat ini. Saya hanya bergerak didistribusi barang consumer good dan meski sudah berjalan dengan baik dan nilai omset yang terus berkembang kenyataannya adalah bisnis ini baru berdiri kurang lebih satu tahun, fase dimana sebuah bisnis sedang memasuki masa uji mampu bertahan atau tidak dimana hanya waktu yang mampu menjawabnya.

Keraguan saya semakin nyata karena dari buku Wirausaha Muda Mandiri yang ditulis oleh Rhenald Kasali profil peserta seluruhnya adalah berasal dari industri kreatif dan kebanyakan menangani produksi produknya sendiri. Beda dengan saya yang dimana bisnisnya lebih pada penyaluran produk jadi kepada konsumen. Tapi kenyataan dan keraguan itu saya buang jauh, karena tidak ada salahnya jika mendapat hal yang baru tentunya. Apalagi event sebesar ini.

Pukul 13.30, tim dari Bank Mandiri datang, terdiri dari dua orang seorang pria dan wanita. Setelah mengenalkan diri mereka pun bertanya beberapa hal mengenai usaha saya. Diantaranya kapan berdiri, modal awal, nilai omset, karyawan, pemasaran produk. Mereka pun mengaku bahwa berkas-berkas para peserta ini akan segera dikirimkan. Dari setiap berkas yang masuk perarea akan disaring untuk dipilih pemenangnya untuk nantinya berlomba ditingkat regional dan nasional. Tujuan diadakan program ini menurut mereka adalah memacu pertumbuhan jumlah pengusaha-pengusaha baru dari kalangan generasi muda yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri dan orang lain serta dapat bersaing dikancah globalisasi saat ini. Karena tidak menutup kemungkinan produk-produk dari industri kreatif dalam negeri diekspor keluar negeri yang mempunyai daya saing secara kualitas dengan produk-produk dari negara-negara lain.

Dan keraguan saya semula akhirnya benar-benar terbukti ketika pihak Bank Mandiri mengatakan bahwa para peserta yang mereka cari adalah pengusaha muda yang mengembangkan industri kreatif. Meski bidang bisnis saya berbeda tapi mereka mengatakan jangan berkecil hati dikarenakan kompetisi ini penyaringannya bukan mereka menentukan jadi tidak ada salahnya untuk diikutsertakan, tentu saja jika dianggap unik dan bagus pasti akan dipilih. Satu hal yang menghapus keraguan saya saat itu juga.

Saya mempunyai impian untuk ikutserta event ini, bukan melulu untuk menjadi pemenang dan mendapat hadiah, tapi karena 4 hal. Pertama pengalaman baru dan juga kebanggaan karena besarnya event ini. Kedua, mentoring dari para ahli bisnis seperti Rhenald Kasali dan mentor-mentor bisnis lainnya. Ketiga, mungkin permodalan, karena informasinya para peserta akan dibantu permodalan oleh Bank Mandiri. Dan yang terakhir publikasi, dengan keikutsertaan ini bisnis kita akan terangkat dan dikenal oleh masyarakat dan memperluas jaringan pemasaran kita.

Sekitar pkl 14.00, mereka pun pamit pada saya dimana sebelumnya meminta berkas-berkas yang sebelumnya saya siapkan sebagai syarat keikutsertaan Program Wirausaha Muda Mandiri. Tentu saja keberanian mencoba adalah awal kesuksesan kita dan saya telah memulainya.

Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s