Kisah Sederhana dan Hasil yang Brilian

Saya terinspirasi ketika menonton sebuah program acara di Kompas TV tadi malam. Berkisah tentang pencarian manusia akan sumber air ditempat-tempat yang ekstrikm seperti gurun pasir, pegunungan batu, serta daerah kering seperti sebagian daerah di Mali, Afrika yang konon kabarnya hujan hanya turun satu tahun sekali. Kita di Indonesia selaiknya banyak bersyukur karena diberi kelimpahan sumber daya yang penting ini.

Satu tokoh yang perlu diberi perhatian adalah seorang pemuda bernama Orlando. Orlando ini tinggal diatas sebuah daerah gurun pasir di sebuah daerah di Amerika Selatan. Hal ini menyebabkan desa mereka mengalami kesulitan air. Sumber air susah didapat, sedangkan untuk menggali sumur, sungguh tidak bisa diprediksi berapa dalam menggali baru menemukan sumber air.

Tapi manusia adalah makhluk yang diberi kekuatan pikiran untuk menjalani kehidupan. Itu tercermin dari diri Orlando. Getir melihat desanya. Ia kemudian mempunyai ide yang luar biasa untuk membantu masyarakat desanya dalam mengatasi masalah air.

Setiap hari ia melihat kalau tanaman kaktus yang tumbuh dibagian yang lebih tinggi dari desanya atau boleh disebut bukit, disetiap paginya selalu dikerubungi oleh kawanan burung serta hewan lain. Semula ia mengira mereka memakan kaktus ini. Tapi setelah diperhatikan lebih detil, ternyata mereka memakan atau lebih tepatnya meminum tetesan air yang berada dibatang kaktus yang berduri itu.

Orlando lalu pulang dan memikirkan dari mana datangnya tetesan air dari pohon kaktus tersebut.

Setiap malam udara sangat dingin. Angin bertiup kencang dari Samudra Pasifik ke daratan termasuk desa Orlando. Sangat jarang orang keluar pada malam hari saking dinginnya udara disana.

Pagi itu Orlando keluar dan naik kembali keatas bukit. Ia kembali mengamati pohon kaktus dan ternyata pohon kaktus kembali terisi tetesan air. Dari sana ia mulai berpikir bahwa tetesan air ini bisa jadi bersumber dari tiupan angin tadi malam.

Ia lalu memanggil beberapa temannya. Berhari-hari mereka membuat sebuah jala (seperti net bola Volley) besar berukuran 10 meter x 3 meter. Setelah selesai mereka lalu menancapkan tiang kayu besar dikedua sisi dan mengikat jala tersebut pada kedua ujungnya.

Dibagian bawah dibuatlah alat penampungan berupa seng yang ujungnya dialirkan kesebuah tong air yang tutupnya telah dilubangi. Setelah selesai merekapun pulang.

Malam harinya angin kembali bertiup kencang. Orlando dan teman-temannya harap-harap cemas kalau percobaan mereka tidak berhasil.

Pagi-pagi sekali mereka bangun untuk memeriksa hasil percobaan mereka. Dan ketika membuka tong air. Ajaib tong itu penuh dengan air. Mereka melompat kegirangan.
Rupanya angin yang bertiup dari Samudra Pasifik itu membawa titik-titik air dan ketika bertiup sebagian terhambat jaring buatan Orlando dan tetesan air yang berkumpul itu menetes kebawah dan mengisi tempat penampungan yang mereka buat.

Orlando tersenyum. Kali ini ia sudah memecahkan masalah utama desanya.

Cerita ini sangat menginspirasi saya. Kekuatan tekad ditengah kesulitan hidup membuat manusia bergerak, berpikir dan bertindak untuk mencari tahu, mencari solusi dan jalan sehingga muncul ide-ide yang sebenarnya sederhana tapi memberi hasil yang brilian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s