Menyesali Kegagalan, Atau Bergerak Kembali (Bertanya Yang Benar Untuk Menuju Kesuksesan)

Setiap manusia pernah jatuh, pernah gagal. Itu pasti. Kehidupan menawarkan banyak hal, hal yang menyenangkan maupun hal yang menyedihkan. Itulah hidup. Semua memainkan emosi tersendiri dalam jiwa kita.

Dalam setiap tutur kisah orang yang sukses dalam suatu bidang kehidupan selalu saja kita mendengar tentang pengalaman jatuh bangun, kegagalan yang diikuti oleh rasa kecewa, putus asa.

Tung Desem Waringin dalam satu CD Audio Book yang pernah saya dengar, mengatakan bahwa setiap hal yang kita jalani didunia ini pasti mempunyai kemungkinan untuk berhasil, sebesar ketidakmungkinan itu sendiri.

Bisnis yang paling besar bisa bangkrut, orang yang bermodal besar dengan kelengkapan sumber daya juga punya kemungkinan untuk tidak berhasil dalam membangun sebuah bisnis.

Menurutnya ini kembali kekita sendiri sebagai manusia untuk memandang diri kita sendiri sebagai makhluk yang mempunyai akal lebih dari mahkluk Tuhan lainnya. Kita mempunyai kekuatan besar yang disebut pikiran. Apapun yang dulunya tidak ada dan sekarang bisa ada karena awalnya timbul dari pikiran dan ada orang yang berani untuk mewujudkan pikiran itu dalam hal yang nyata.

Tapi perlu diingat bahwa pikiran manusia selayaknya pisau yang mempunyai dua mata ( dalam arti harfiah). Ia bisa membuat kita menjadi sukses dan bahagia tapi juga bisa membuat kita gagal dan terpuruk.

Tung Desem kemudian lalu mengajarkan bagaimana kita sebagai individu untuk menyikapi setiap keterpurukan maupun kegagalan. Ia berkata jika kita mengubah sudut pandang kita dalam melihat dan memahami kegagalan ternyata kita bisa melangkah maju dengan kehati-hatian untuk menuju kesuksesan kita. Cara mengubah sudut pandang kita adalah dengan memberikan PERTANYAAN yang benar. Yang harus dihindari adalah menggunakan kata tanya “Mengapa?” yang ujung-ujungnya membawa kita untuk mencari-cari alasan untuk menyalahkan. Kita akan stag disitu. Kata “Mengapa?” bicara tentang masa lalu, dalam hal untuk meraih kesuksesan kedepannya menjadi lucu jika kita terus bicara mengenai masa lalu.

Yang seharusnya kita lakukan adalah bertanya seperti ini :
1. Supaya berhasil apa yang harus saya siapkan?.
2. Supaya kemungkinan berhasil lebih besar apa yang harus saya lakukan?
3. Supaya kemungkinan berhasil lebih besar apa yang harus saya pelajari?
4. Supaya kemungkinan berhasil lebih besar saya harus minta bantuan kepada siapa?
5. Supaya kemungkinan berhasil lebih besar apa yang harus saya cek terlebih dahulu?

Nah masihkah kita bertanya “Mengapa?” dalam setiap kegagalan kita.

Satu pemikiran pada “Menyesali Kegagalan, Atau Bergerak Kembali (Bertanya Yang Benar Untuk Menuju Kesuksesan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s