Ada Cerita di SMA

Hari ini ditengah kesibukan pekerjaan, bekerja didepan laptop, fokus saya teralihkan oleh salah satu postingan di Facebook. Itu postingan teman saya, teman SMA.

Sejurus kemudian saya membuka profilenya dan tiba-tiba saya dihantam suatu kerinduan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata. Sebuah perasaan yang membuat saya mengingat masa-masa indah ketika masih bersama mereka, teman-teman di masa SMA. Benar kutipan yang mengatakan ketika suatu masa tidak bisa kita ulang, yang tersisa hanya kenangan.

Masa SMA saya cukup spesial. Bersekolah di SMA Negeri I Ngabang (sekarang menjadi ibukota Kab. Landak) mempunyai kesan tersendiri saat itu. Kami adalah siswa SMA di akhir millenium ke 2. Sebagian mungkin pernah tahu hebohnya pergantian millenium. Suatu masa yang bukan saja menunjukkan semakin tuanya bumi ini, tapi juga masa yang menunjukkan pergantian masa remaja kami menjadi manusia-manusia yang lebih dewasa.

Sekolah kami itu sampai saat ini masih kokoh berdiri dengan kompleks makam Cina yang mengelilinginya. Wah kok makam!!. Sampai saat ini juga saya tidak pernah tahu sejarah mengapa ada banyak makam disekitar sekolah kami. Hanya seperti yang kita tahu, makam Cina tidaklah terlalu seram, karena umumnya berbentuk besar seperti bangunan mini. Selain itu juga karena di area makam ada jalan umum. Jadi kalau siang hari ada saja orang yang berlalu lalang.

Yang paling saya ingat dan juga cerita lucu yang pernah saya alami ketika SMA adalah sesuatu yang sungguh konyol dan sampai saat ini saya masih menyesalinya. Ceritanya suatu hari di adakan razia di kelas kami, saat itu saya masih kelas 1. Karena saat itu kabarnya mulai beredar obat-obat terlarang dan juga karena adanya informasi jual beli kartu bergambar porno. Waduh…. Tak disangka pada saat jam pelajaran, tiba-tiba wakil kepala sekolah datang bersama seorang guru, berbasa-basi sebentar merekapun langsung menggeledah tas sekolah siswa.

Hasilnya didapatlah beberapa barang yang tidak diperbolehkan untuk dibawa oleh siswa kesekolah, diantara ya tadi itu kartu/foto porno. Untuk kartu porno ini mungkin tidak perlu ditanyakan mengapa, maklum anak SMA kelas 1 yang belum lama puber, penuh dengan keingintahuan dan imaginasi. Setidaknya mungkin bagi sebagian orang, termasuk saya. Hehehe.

Celakanya saat itu saya juga termasuk salah satu siswa yang kena razia. Tapi jangan berburuk sangka dulu, saya bukan siswa mesum yang membawa-bawa kartu porno ke sekolah. Yang diketemukan di tas saya adalah buku tentang mimpi.

Pasti ada yang bertanya mengapa buku mimpi menjadi barang yang harus di sita pada saat itu. Padahal buku kan jendela dunia dan ia tidak mengandung konten pornografi apalagi SARA. Sarah Azhari kali. Jadi mengapa sampai disita?. Balik lagi ke kondisi saat itu, setelah zaman SDSB berlalu dan dihentikan oleh pemerintah, program tersebut menang sudah berhenti, tetapi kebiasaan masyarakat yang dulu terlibat dalam pembelian kupon perubah nasib itu masih tetap tidak bisa diubah secara drastis bahkan sampai saat ini. Masih ditemukan bahkan di zaman internet ini, togel sebagai reinkarnasi baru dari SDSB.

Dulu orang yang memasang nomor, biasanya percaya hal-hal klenik, baik dukun maupun juga mimpi. Jadi tidak heran jika ada masyarakat yang percaya bahwa perwujudan/bentuk angka yang muncul didalam mimpi adalah suatu keberuntungan yang diberikan oleh Tuhan. Misalnya mimpi plat motor si Beni, KB 1143 ME, dipasangnyalah 1143. Apakah ada yang tepat?. Ada, tetapi yang salah angka lebih banyak lagi.

Jadi karena buku tersebut berhubungan dengan mimpi, dianggapnyalah oleh Wakasek itu bahwa saya suka memasang nomor. Padahal harusnya ia sadar bahwa di mata hukum, praduga tidak bersalah selalu dikedepankan. Ah ngomong apa pulak kau lae.

Padahal saya sudah berargumen bahwa buku itu bukan buku mimpi seperti yang dianggap oleh Wakasek. Buku itu berisi buku tentang tafsir mimpi, kepunyaan Paman saya, yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan pasang nomor. Tapi ia si bapak tetap mengacuhkan saya.

Sampai saat ini buku itu tidak pernah dikembalikan kepada saya, bahkan tidak juga pernah saya temukan di perpustakaan sekolah apalagi tempat sampah. Sampai saya bingung dikemanakan buku saya itu.

Saking kesalnya saya, pulang sekolah dipenuhi angkara murka dan amarah yang memuncak, saya mengucapkan kata-kata makian dan sumpah didalam hati, hanya didalam hati. Saya secara sadar berdoa agar sang Wakasek, kakinya pincang dua-duanya, kanan dan kiri. Memang Wakasek ini kaki sebelah kirinya agar pincang, saya tidak tahu karena apa, apakah terjatuh atau bawaaan lahir.

Tapi doa anak SMA yang baru puber, dan jarang beribadah mana mungkin dikabulkan oleh Tuhan. Apalagi doanya sifatnya negatif.

Beberapa hari berlalu, sang Wakasek masih tetap berjalan dengan kaki kiri pincangnya, bukan keduanya pincang. Justru orang yang mendoakannya pincanglah, akhirnya malah kena batunya, pincang kaki kanannya. Ini mungkin suatu karma mendoakan yang tidak baik pada orang tua, ujung-ujungnya malah menjadi bumerang bagi diri sendiri. Tidak tahu mengapa sore setelah pulang sekolah saya berjalan dengan kaki telanjang tanpa menggunakan sandal. Dibelakang rumah Nenek saya ada kandang ayam yang baru diperbaiki. Tanpa sadar saya berjalan sampai suatu ketika saya merasakan sakit ditelapak kaki kanan saya. Saya berteriak kencang karena sakit yang teramat sangat. Segera saya terduduk di rumput dan melihat telapak kaki saya. Sial, sebatang paku berkarat menancap disana, lengkap dengan potongan kayu yang masih melekat. Lebih ekstrim lagi ada karat pada paku itu.

Jadilah hampir 2 minggu saya harus berjalan dengan kaki pincang kesekolah, tidak menggunakan sepatu, hanya sandal. Sebuah kejadian yang sampai saat ini saya sesali, akibat buruk dari doa yang dipenuhi dendam dan angkara murka.

Sampai saat ini itu adalah salah satu kejadian yang tidak akan pernah saya lupakan. Tentu saja selain kebersamaan yang tercipta bersama teman-teman SMA saya.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s