Opinion

Isi Lebih Penting dari Penampilan Luar

Saat masih berusia sekitar 8 tahun, saya suka sekali dengan buah jeruk. Biasanya ketika papa pergi ke pasar untuk berbelanja kebutuhan toko kami, ia sering membeli paling kurang 3 kg jeruk Tebas. Jeruknya biasanya berwarna hijau agak kekuningan dan berukuran lebih kecil dari bola kasti.

Dalam hati saya selalu bertanya mengapa jeruk-jeruk yang dibawa pulang tersebut rasanya manis, meski kulit luarnya sering terlihat bopeng dan kasar. Sampai suatu ketika saat ikut papa membeli buah jeruk, saya menyadari bahwa jeruk yang dijual tidak sama ukurannya, ada yang kecil umumnya dijual lebih murah, ada juga ukurannya lebih besar.

Dipasar banyak sekali penjual yang menawarkan bermacam-macam jenis buah jeruk. Sesaat saya berhenti mengamati jeruk yang terpajang didalam beberapa keranjang besar. Bentuk buahnya besar dan mulus.

“Pa, kita beli jeruk yang ini ya. Buahnya besar-besar, cece (kakak saya) pasti suka” kata saya sambil menunjuk ketumpukan buah didepan saya.
Papa tersenyum sambil berkata, “Nak ayo kita jalan lagi, disebelah sana ada penjual tempat papa biasa membeli. Jeruknya lebih bagus.”.

Saya masih tidak beranjak dari tempat saya berdiri, tapi papa saya menarik tangan saya agar mengikuti dia.

Sampai ditempat yang papa katakan, saya melihat jeruk yang dijual lebih kecil dan bentuknya banyak yang bopeng, yang maksudnya kulitnya tidak mulus, dan penuh berkas coklat sebesar jari manis orang dewasa
“Kita beli yang ini aja ya nak?” kata papa sambil memilih satu persatu buah jeruk sambil memasukkannya ke dalam kantong plastik hitam.

Setelah selesai membayar kamipun pulang. Saat diperjalanam penuh dengan penasaran saya bertanya kepada papa mengapa dia tidak membeli pada penjual yang pertama padahal buah jeruknya lebih besar dan mulus.
Sambil tersenyum papa berkata, “Nak, buah jeruk yang kamu lihat pada penjual pertama itu memang terlihat bagus, bentuknya juga besar-besar. Tapi kamu mungkin tidak menyadari kalau jeruk jenis itu umumnya kulitnya lebih tebal, dan buah bagian dalamnya akan tampak lebih mengkerut yang artinya air yamg terkandung didalam lebih sedikit atau berkurang. Jadi jika kamu beli jeruk tadi, kamu sudah rugi 2 kali.”
“Oh gitu ya pa. Hanya saya bingung mengapa papa beli jeruk yang kulitnya jelek tadi. Kotor banget pa” sambung saya masih penasaran.
“Itu bukan kotor sayang. Justru jeruk dengan kulit seperti itu umumnya punya kulit yang tidak tebal. Tapi meskipun kulitnya tidak tebal, ia tahan terhadap segala macam gangguan atau pengaruh dari luar, misalnya seperti sinar matahari, hujan maupun hama. Kulit dengan bercak coklat itu adalah bukti kekuatan kulit jeruk tersebut dalam melindungi isi atau daging buah didalamnya.”

Sambil merenungkan pengalaman masa kecil saya itu, saya mendapat dua pencerahan. Yang pertama bahwa sesuatu yang terlihat bagus (seperti jeruk yang dijual penjual pertama) tidaklah selalu baik isinya. Sebaliknya yang terlihat kurang menarik, juga belum tentu isinya tidak baik.

Ada peribahasa yang mengatakan “Don’t judge a book with it’s cover“.

Seringkali kita menilai seseorang dari kulit luarnya saja, padahal seringkali pula ketika kita mau mengenal dan mencari tahu lebih dalam banyak sisi positif dari orang tersebut.

Yang kedua, bahwa dari segala hal yang kita dapatkan saat ini, ada hal yang harus kita korbankan untuk mendapatkannya. Misal kita ingin sukses, kita harus siap bekerja keras. Kita ingin kurus harus berkorban mengendalikan nafsu makan, atau siap ke gym untuk angkat beban.

Seperti jeruk, bagian kulit yang bopeng adalah simbol pengorbanan untuk melindungi isi buahnya.

Dalam hidup ini saya selalu belajar kepada siapa saja tanpa mengenal dari tingkatan mana orang tersebut berasal. Saya belajar dari atasan saya, tetapi disaat yang berbeda saya juga belajar dari orang-orang yang bekerja dibawah saya. Bahkan bukan dari itu saja saya juga belajar dari orang yang saya temui dijalan, pemilik bengkel tempat saya memperbaiki ban bocor, dan lebih banyak orang lagi.

Salam..

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s