Bulan: Juni 2019

Simple Marketing

Alkisah, Penjualan sebuah brand Odol pada tahun 80 an dulu sudah stagnan pada sebuah angka penjualan. Si Bos besar akhirnya punya ide untuk mencari seorang marketing manager yang mampun menjawab tantangannya yaitu meningkatkan penjualan brand odol tersbut (katakan saja 100 persen) dari penjualan sekarang.

Akhinrya dibuatlah sayembara dan lowongan kerja untuk mencari super manajer ini, berikut isi sayembaranya:

“Dicari seorang Marketing Manager yang bisa meningkatkan penjualan brand kami dengan gaji 1 juta dollar, Di salam surat lamaran tuliskan apa rencana Anda untuk mencapai target penjualan tersebu”

Tentu saja pada jaman itu gaji 1 juta dollar itu sangat luar biasa besarnya, sehingga ribuan atau puluhan ribu pelamar mengirimkan lamarannya. Hampir semua lamaran berisi kisah sukses di tempat kerja sebelumnya dan rencana-rencana besar untuk meningkatkan penjualan Brand Odol in. Sampailah pada sebuah lamaran yang membuat syok Bos dari brand tersebut karena di dalam lamarannya hanya tertulis 3 baris kata:

  1. Saya tidak mau digaji 1 juta dollar, bayar saya dengan persentase saham sesuai peningkatan penjualan kelak.
  2. Ide saya hanya akan saya jabarkan jika Anda meng Hire saya.
  3. Jika gagal, saya yang bayar 1 juta dollarnya.

WOW, hampir copot mungkin jantung di Bos membaca surat lamaran tersebut. Singkat kata akhirnya orang inilah (Rex, kita sebuat saja namanya, bukan nama sebenarnya tentu) yang dihire untuk menjadi marketing manager brand tersebut. Pikir Bos nya, “tidak ada salahnya kita coba, toh kalo gagal dia yang bayar kita.”

Sih Rex kemudian masuk kantor (singkat kata), 2 minggu ga ngapa-ngapain kecuali ngobrol dengan banyak pengguna brand tersebut sampai pada akhirnya minggu ke 3 dia berkunjung ke pabrik, “Ok ini yang akan kita lakukan untuk meningkatkan penjualan brand kita, bukan 100 persen bahkan mungkin 1000 persen” semua tentu dengan antusias menunggu ide dari si marketing direktur dan si marketing direktur berkata “idenya adalah BESARKAN LUBANG ODOLNYA”, “udah itu ajah, semua kegiatan berjalan seperti biasa ajah”.

Ternyata secara ajaib penjualan brand tersebut meningkat melewati target yang pernah ditetepkan oleh perusahaan hanya dengan “Membuat Besar Lubang Odol”.

Artikel asli by Rex Marindo (creasionbrand)

Turut Berduka Untuk Ibu Ani

Belum lama aku mengalaminya. Kehilangan seseorang paling berharga dalam hidupku. Seorang panutan, penuntun jalan saat aku letih dan tertatih.
Seorang ayah adalah cinta pertama bagi anak perempuan, tetapi bagi seorang anak laki-laki, ia adalah pahlawan pertama yang mereka kenal.

Tidak ada yang lain. Tak akan pandang teralih padanya. Ia nahkoda kapal keluarga. Saat angin bertiup ia mengembangkan layar. Disisinya aku dan saudara-saudaraku merasa tenang. Ketiaknya yang hangat tempat kepala kami bersandar. Dadanya yang kuat menopang kami saat terlelap.

Bagaimana mungkin kematiannya tidak ditangisi. Bagaimana bisa ia pergi tanpa kami mengingatnya. Sesungguhnya kenangan akan ialah yang membuat air mata berlinang.

Kini sudah cukup kesedihan tertumpah. Seperti kata Gibran, kematian adalah sukacita. Seperti gemetarnya jiwa anak gembala bertemu sang Raja yang berkenan meletakkan tangan diatas kepalanya.

100 hari menjelang. Waktu yang kami lalui tanpa senyumnya. Yang tersisa hanya batu nisan dan juga kekasih hati yang kesepian. Ia yang melewati malam panjang, melanjutkan hidup sendirian, mengingat teman hidup yang telah berpulang.

Teruntuk yang berpulang hari ini. Tuhan menyayangimu ibu Ani.
Dan sang putra, aku memahami sedihmu. Semoga hari yang terlewati menghapus duka dan airmatamu.