Posted by: Rafael Budi on: Oktober 30, 2009
Bermodal keberanian “Menjadi Diri Sendiri”, Oprah menjadi presenter paling populer di Amerika dan menjadi wanita selebritis terkaya versi majalah Forbes, dengan kekayaan lebih dari US $ 1 Milyar. Copy acara “The Oprah Winfrey Show” telah diputar di hampir seluruh penjuru bumi ini.
TAHUKAH ANDA?Lahir di Mississisipi dari pasangan Afro-Amerika dengan nama Oprah Gail Winfrey. Ayahnya mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur, sedang ibunya seorang pembantu rumahtangga. Karena keduanya berpisah maka Oprah kecil pun diasuh oleh neneknya di dilingkungan yang kumuh dan sangat miskin. Luarbiasanya, di usia 3 tahun Oprah telah dapat membaca Injil dengan keras. “Membaca adalah gerai untuk mengenal dunia” katanya dalam suatu wawancaranya.
Pada usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan sexual, dia diperkosa oleh saudara sepupu ibunya beserta teman-temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun Oprah harus menerima kenyataan hamil dan melahirkan, namun bayinya meninggal dua minggu setelah dilahirkan.
Setelah kejadian itu, Oprah lari ke rumah ayahnya di Nashville. Ayahnya mendidik dengan sangat keras dan disiplin tinggi. Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun tertekan berat, namun kelak disadari bahwa didikan keras inilah yang menjadikannya sebagai wanita yang tegar, percaya diri dan berdisiplin tinggi.Prestasinya sebagai siswi teladan di SMA membawanya terpilih menjadi wakil siswi yang diundang ke Gedung Putih. Beasiswa pun di dapat saat memasuki jenjang perguruan tinggi.
Oprah pernah memenangkan kontes kecantikan, dan saat itulah pertama kali dia menjadi sorotan publik.
Karirnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di bangku SMA. Karir di dunia TV di bangun diusia 9 tahun. Dia menjadi wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut. Oprah memulai debut talkshow TVnya dalam acara People Are Talking. Dan keputusannya untuk pindah ke Chicago lah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertinggi berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian di Amerika. Sungguh luar biasa!.
Latar belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik hatinya untuk berupaya membantu sesama. Tayangan acaranya di telivisi selalu sarat dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan. Oprah sadar, bila dia bisa mengajak seluruh pemirsa telivisi, maka bersama, akan mudah mewujudkan segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas.
Oprah juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni, antara lain, rumah sakit dan lembaga riset penderita AIDs, berbagai sekolah, penderita ketergantungan, penderita cacat dan banyak lagi.
Dan yang terakhir, pada 2 januari 2007 lalu, Oprah menghadiri peresmian sekolah khusus anak-anak perempuan di kota Henley-on-Klip, di luar Johannesburg, Afrika selatan, yang didirikannya bersama dengan pemirsa acara televisinya. Oprah menyisihkan 20 juta pounsterling ( 1 pound kira2 rp. 17.000,- ) atau 340 milyiar rupiah dari kekayaannya. “Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak2 perempuan ini, kita akan memulai mengubah bangsa ini” ujarnya berharap.
Kisah Oprah Winfrey ialah kisah seorang anak manusia yang tidak mau meratapi nasib. Dia berjuang keras untuk keberhasilan hidupnya, dan dia berhasil. Dia punya mental baja dan mampu mengubah nasib, dari kehidupan nestapa menjadi manusia sukses yang punya karakter. Semangat perjuangannya pantas kita teladani!
Posted by: Rafael Budi on: Oktober 14, 2009
Dalam wishlist diblog saya, saya menulis salah satu keinginan saya adalah memiliki gadget berupa perangkat smartphone Blackberry. Blackberry Bold merupakan gadget impian yang ingin saya miliki. Perangkat ponsel pintar ini memang menjadi tren dikalangan masyarakat. Tidak perduli itu pengusaha, artis, pegawai atau pun mahasiswa serta pelajar semua berlomba-lomba bisa memiliki ponsel-ponsel yang diproduksi Research In Motion di Kanada itu.
Begitu juga saya demam Blackberry memang mengganggu saya. Saya membayangkan kebanggaan serta kemudahan ketika memiliki ponsel ini. Tetapi sekali lagi masalah kantong menjadi pertimbangan. Bagaimanapun Blackberry bukan tipe gadget murah. Harganya yang lebih dari setengah juta untuk Bold merupakan harga yang mahal untuk sebuah perangkat selular di Indonesia. Meskipun saat ini banyak produk Black market atau refurbish , tapi tetap saja produk ini harganya tinggi.
Bagi penyuka Blackberry yang mempunyai kantong yang pas-pasan, tetapi menginginkan fasilitas ponsel yang mendekati kemampuan Blackberry, ponsel Blueberry mungkin menjadi pilihan. Blueberry adalah sebutan dikalangan kami untuk produk ponsel mirip Blackberry yang saat ini banyak beredar dipasaran, umumnya berasal dari China. Jika saat ini kita jalan di pusat perbelanjaan apalagi yang memang merupakan sentral penjualan ponsel maka, produk ini akan banyak dijual dan pemakainya juga semakin banyak. Bermacam merek seperti Nexian, Tiphone, Mito, HT Mobile merupakan sebagian merek ponsel Blueberry yang beredar. Meskipun berkemampuan minimal, tapi banyak kalangan masyarakat yang memilih produk-produk ini dikarenakan harganya yang super ekonomis. Bayangkan saja untuk jenis ponsel yang menyediakan fasilitas jejaring social seperti Facebook dan yang ditambah dengan kemampuan chatting via Yahoo Messenger hanya dibandrol kurang lebih 1 juta rupiah saja. Belum lagi ponsel ini dilengkapi dengan dual sim card, touchscreen, camera, serta keyboard QWERTY (standar Blackberry).
Menyadari semakin maraknya pengguna ponsel Blueberry ini, operator telekomunikasi juga tidak mau kalah. Berbagai macam promo dengan dengan menggandeng produsen ponsel dibuat untuk ditawarkan kepada masyarakat yang memang saat ini kecanduan jejaring pertemanan. Alhasil dalam waktu singkat produk-produk tersebut ludes diborong pembeli.
Meski banyak beredarnya ponsel Blueberry, pamor Blackberry tidak pernah surut. Penggunaan ponsel ini oleh kalangan artis membuatnya semakin terkenal seperti layaknya sang artis. Dikota-kota besar seperti misalnya Surabaya, kios penjualan handphone tidak pernah sepi pembeli untuk ponsel satu ini.
Saya sempat kepincut juga dengan handphone Blueberry, tapi ketika melihat fitur yang ditawarkan begitu standar akhirnya saya memilih menunggu sampai Blackberry turun harga. Cukup lama menunggu, Bold memang turun, tapi harganya masih tinggi. Saat di Surabaya dipusat penjualan ponsel World Trade Center Surabaya, ponsel ini dijual dengan harga Rp. 5,5 juta dengan status barang BM.
Ketika RIM akhirnya mengeluarkan seri ponsel baru berkode Gemini maka sayapun tertarik untuk mengetahui ponsel pintar yang katanya merupakan ponsel keluaran RIM yang paling ekonomis. Bulan Juli ketika info tersebut beredar, harga ponsel rencananya akan dijual hanya dengan harga dibawah Rp. 2 juta. Tapi ternyata setelah beredar saat ini harga ponsel ini bahkan lebih dari Rp. 3 juta. Sungguh berita yang menyesatkan.

Bulan September kemarin saat berada di Surabaya, saya sudah ancang-ancang untuk membeli ponsel ini. Tapi harga yang masih tinggi (Rp. 3,9 juta) membuat saya memilih sabar menunggu, karena menurut teman saya, harga tersebut akan turun lagi. Barulah awal bulan Oktober ini ketika kembali ke Surabaya dan mengobok-obok WTC, saya akhirnya mendapatkan harga Blackberry Curve 8520 Gemini ini dengan harga Rp. 3 juta lebih sedikit. Akhirnya tanpa pikir panjang, sayapun mengangkut pulang ponsel pintar ini.


Ponsel yang katanya masih golong BM ini (saya tidak tahu golongannya apa, yang saya tahu kepentingan umum harus diatas kepentingan pribadi dan golongan. Hehhee), dipacking kedalam kotak yang termasuk dalam paket penjualan. Tersedia 2 pilihan warna hitam dan putih. Karena terlihat lebih menarik, maka warna hitam yang saya pilih. Dalam kotak terdapat perangkat bawaan pendukung ponsel diantaranya charger, headphone, serta CD installer untuk Blackberry Desktop Manager . BDM ini adalah software untuk transportasi dan sinkronisasi data antara komputer dan ponsel Blackberry. Headset yang disertakan bekerja cukup baik ketika dites, suara musik mengalun cukup jernih meski masih kalah dengan perangkat headset Walkman milik Sony Ericsson. Ini bisa dipahami karena Blackberry memang bukan ponsel yang ditujukan untuk musik.

Fasilitas yang ditawarkan tetap standar Blackberry. Push email, facebook, messenger merupakan fitur yang menarik untuk dilewatkan dan hal itu yang menjadi daya tarik utama seluruh ponsel Blackberry. Push email diklaim sebagai yang paling canggih saat ini, bahkan kabarnya Nokia sebagai raja ponsel yang sudah malang melintang didunia perponselan masih tidak bisa membuat teknologi seperti kepunyaan RIM. Kita bisa mendaftarkan lebih dari 10 email secara bersamaan dalam ponsel ini, sehingga setiap account email kita akan aktif dan bisa mengirim dan menerima email. Mengirim dan menerima Attachment yang berukuran besar tidak masalah bagi pengguna. Attachment juga bisa dipreview langsung karena tersedia fasilitas image viewer, serta office application.
Untuk design, ponsel ini sangat ringkas. Bodynya mungkin yang paling kecil dan yang paling tipis dari ponsel-ponsel Blackberry yang ada. Covernya berbahan plastic yang kokoh. Disisi kanan, kiri dan atas terdapat tombol shortcut untuk kamera dan musik. Keyboardnya QWERTY nya tersusun apik, tetapi ukurannya cukup kecil untuk jari orang dewasa. Ponsel ini sangat ringan dan mudah dibawa termasuk jika ditaruh dalam kantong.
Kamera yang disertakan berresolusi 2 MP. Cukup baik untuk pemotretan diruangan bercahaya atau diluar ruangan, tapi untuk diruangan yang minim cahaya kualitasnya buruk karena tidak dilengkapi dengan lampu flash. Kameranya juga bisa difungsi kan untuk merekam video dengan kualitas yang standar. Hasil foto atau video bisa disimpan pada memory internal atau memory tambahan yang berisi maksimal 2 GB.
Jaringan 3G yang dipunyai oleh Bold tidak ditanamkan disini, jadi puaslah bagi pengguna hanya menggunakan jaringan EDGE atau GPRS yang kecepatannya dibawah 3G. Tapi jika untuk browsing dan keperluan email kecepatannya cukup baik. Fitur GPS yang dipunya pendahulunya diseri Curve juga tidak disertakan diganti dengan Google Maps.
Bila takut kantong jebol untuk membeli Blackberry Bold, maka Blackberry Gemini bisa menjadi pilihan, apalagi untuk pengguna pemula. Fiturnya cukup lengkap meski masih minus disana sini, tapi cukup canggih untuk ukuran ponsel pintar.
Setelah memiliki ponsel Blackberry ini pekerjaan rumah menjadi lebih banyak. Saat ini ada 5 ponsel * dirumah saya. Tiga ponsel yang aktif (Nokia 9300, BB Gemini, Motorola CDMA), sedang dua ponsel (Sony Ericsson T303 dan Mito) tidak saya gunakan. Membawa 3 ponsel saja sudah sangat mengganggu apalagi jika harus mengganggu. Mungkin kedepannya orang akan membawa tas kemana-mana untuk mengisi ponselnya. Wah jangan sampai deh….
*) tulisan ini bukan untuk pamer atau menyombongkan diri, hanya untuk sekedar sharing dan berbagi pengalaman saja.
Posted by: Rafael Budi on: Oktober 11, 2009
Sampai dibandara Juanda pkl 13.45. Berarti masih 1 jam lagi pesawat berangkat. Buru-buru check in dengan harapan diberi kursi yang strategis, minimal masih dapat posisi kursi di jendela darurat. Soalnya saya memang sering ketiban kursi belakang jika naik pesawat. Pernah suatu kali perjalanan dari Pontianak ke Jakarta, saya dapat kursi paling belakang sekali yang langsung berbatasan dengan lavatory (toilet). Begitu duduk bau tidak enak sudah muncul, meski tidak terlalu keras tapi sungguh mengganggu. Saya tidak tahu apakah karena memang pihak maskapai tidak memperhatikan hal ini atau mungkin karena terlalu banyaj rute yang dijalani pesawat hingga tidak sempat untuk dibersihkan.
Syukurlah masih dapat kursi no. urut 10, berarti masih didepan. Tapi layar monitor berada diatas counter check in mengalihkan perhatian saya. Tertulis dibawah tulisan waktu keberangkatan sebuah tulisan yang biasanya tidak ada. “DELAY 2 HOURS”.
OMG…Ini lagi yang saya alami, delay…. dan delay… lagi. Apa tidak ada waktu penerbangan tanpa delay.
Dalam hati ada rasa kesal dan marah karena harus menunggu lebih lama lagi untuk tiba ditempat tujuan.
Bukan sekali ini dalam penerbangan saya mengalami delay pesawat. Bisa dibilang terlalu sering walaupun terkadang rentang waktunya tidak terlalu lama. Tidak Lion, tidak Batavia sama saja (belum pernah naik pesawat maskapai lain). Dulu juga ada sebuah maskapai penerbangan besar bernama Adam Air, walau sekarang sudah tidak beroperasi lagi, yang kinerjanya lebih parah lagi. Tapi pengalaman saya untuk saat ini Batavialah yang menurut saya lebih sering delay.
Memang susah juga mengharapkan pelayanan terbaik dinegeri ini. Maklum semua orang cari ekonomis, cari murah. Dulu terbang merupakan miliknya orang kaya, jetset begitu sebutan orang terhadap orang-orang kaya, tapi sekarang naik pesawat sudah menjadi transportasi massal bagi banyak orang tidak perduli apa latas belakangnya. Baik orang miskin sekalipun bisa naik pesawat, begitu kata banyak orang melihat kondisi saat ini dimana harga tiket pesawat yang bahkan lebih murah dari tiket kereta api atau kapal laut tapi dengan waktu tempuh yang lebih singkat.
Terkadang kita harus dipaksa untuk maklum atas pelayanan publik. Kita masih cuek untuk mendapat pelayanan terbaik atas apa yang kita bayar. Mungkin begitu menurut pemikiran saya.
Posted by: Rafael Budi on: Juni 21, 2009
Mencermati berita tentang beberapa ulama di Jawa Timur yang berencana memfatwakan haram bagi situs jejaring sosial Facebook, membuat banyak diantara kita yang pro dan kontra. Sudah separah itukah sebuah situs jejaring bisa membuat perubahan besar pada moral orang sehingga bisa menjadi dasar penfatwaan haram tersebut. Pertanyaan lain apakah teknologi itu tidak akan bisa berjalan seiring dengan pembentukan akhlak manusia sehingga harus dihentikan penggunaannya. Dari sini kita lebih banyak melihat efek negatif sebuah teknologi dibandingkan manfaatnya.
Menurut saya pribadi teknologi semisal facebook harus dipandang sebagai suatu alat, bukan sebagai subjeknya. Artinya sang subjek dalam hal ini manusialah yang harus arif dan bertanggung jawab dalam memanfaatkannya. Facebook itu jika dianalogikan sama dengan sebuah pisau. Pisau itu akan berguna jika dimanfaatkan untuk memotong sayuran atau mengupas buah-buahan, tetapi akan sangat fatal jika digunakan untuk melukai orang.
Sebuah alat haruslah dipandang sebagai objek yang diatur atau dikendalikan oleh subjeknya yaitu manusia. Jadi pandangan pribadi saya yang difatwakan seharusnya pengaturan penggunanya untuk secara arif dan bertanggungjawab. Tetapi tentu saja sebuah produk teknologi pasti membawa efek yang baik dan buruk, seperti dua sisi mata uang yang terpisahkan.
Jika kita memandang manfaat dari facebook ini, seperti kita ketahui sangatlah besar. Bagaimana sebuah situs jejaring ciptaan Mark Zuckerberg ini bisa menghubungkan kita secara maya dengan teman atau komunitas lain dari seluruh dunia. Teman SMP atau SMA misalnya bisa kita hubungi lagi asalkan mereka bisa terhubung dengan komunitasi ini. Cukup ketikkan nama, email, sekolah, perusahaan maka akan tampil ratusan bahkan ribuan nama orang yang kita kenal. Saking populernya juga banyak provider seluler menyediakan content bertarif murah untuk mengakses facebook ini sehingga setiap orang tidak harus terkoneksi kabel untuk bisa berinteraksi antar individu, tapi selama mereka terhubung dengan provider telekomunikasi itu maka mereka bisa berfacebook ria.

Saya pernah melihat ada seorang gadis yang berfacebook dengan handphonenya di sebuah gereja tempat ibadah sedang berlangsung. Mungkin juga hal ini bisa terjadi di sekolah, kantor, atau tempat yang seharusnya aktivitas lain lebih mendominasi. Bila sudah begitu, maka facebook sudah tidak digunakan sesuai koridor dan waktunya karena sudah masuk ranah umum yang bukan pada tempatnya lagi.
Jadi pada akhir kesimpulannya adalah perlu melihat hal positif dari sebuah produk teknologi serta arif dan bertanggung jawab dalam menggunakannya.
Posted by: Rafael Budi on: Juni 20, 2009
Sebuah buku menarik hati saya ketika berkunjung di Toko Buku Gramedia Pontianak. Tanpa berpikir lagi sayapun membayar harga buku tersebut dan membawanya pulang. Buku itu berjudul The Power Of Kepepet karya seorang pengusaha yang juga trainer Jaya Setiabudi. Dihalaman sampulnya tertulis tagline Cara Tercepat Terampuh Jadi Enterpreneur! Dijamin!!!. Sungguh sebuah buku yang pasti menarik bagi setiap orang yang memiliki impian menjadi pengusaha.
Menurut Jaya Setiabudi, ilmu kepepet ini merupakan cara lama, bukan ilmu atau hasil dari pemikiran baru, tapi menurutnya ilmu ini merupakan cara yang ampuh untuk menuntun atau lebih tepatnya dikatakan “memaksa orang” untuk mengeluarkan kemampuan terbaik yang dimilikinya untuk mewujudkan apa yang diinginkan.
Jaya mencontohkan sebuah kasus. Yang pertama jika kita yang mempunyai gaji 5 juta perbulan sebagai seorang karyawan, tapi di pkl 09.00 esok hari harus menyediakan uang 50 juta rupiah sebagai modal usaha, maka mayoritas dari kita akan menjawab tidak mungkin.
Tapi jika sudut pandang kasusnya diubah. Permintaan uang dengan nilai yang sama tetapi dengan latar belakan berbeda, dimana anda harus menyediakan uang sebanyak 50 juta rupiah esok hari pada pkl 09.00 yang akan digunakan sebagai biaya operasi anak kita tersayang, yang jika tidak dioperasi maka akan berakibat fatal. Jika kasusnya begitu maka mayoritas dari kita akan mengatakan bisa karena kondisi sense of urgency begitu besar. Kita tidak diberi pilihan mau tidak mau harus bisa. Kondisi kepepet seperti contoh diatas dapat dijadikan sebuah latar belakang bagi kita untuk memulai usaha dimana kendala modal menjadi permasalahan.
Jaya melanjutkan untuk menciptakan kondisi kepepet, kita bisa lakukan dengan dua cara yaitu kepepet secara imaginasi dan kepepet secara fisik. Kepepet secara imaginasi adalah menciptakan pemikiran dan membayangkan seolah-olah hal yang paling urgen tersebut terjadi pada kita, sehingga mau tidak mau kita harus berubah mengikutinya. Caranya bisa membayangkan misal kita datang kekantor dan menemukan sebuah surat meminta kita menghadap kepimpinan yang kemudian menyampaikan kabar buruh bahwa perusahaan melakukan perampingan karyawan dan kita menjadi salah satunya yang di PHK. Ciptakan kondisi tersebut seolah nyata karena otak bawah sadar tidak bisa membedakan mana imaginasi dan mana yang nyata.
Kepepet secara imaginasi terkadang kurang kuat untuk memaksa kita keluar dari comfort zone kita. Oleh karena itu maka bisa kita lakukan cara kepepet secara fisik, misal dengan berhutang untuk modal usaha, dengan begitu maka kita termotivasi untuk mengembalikannya. Atau jika kita karyawan, maka kita melakukan pengunduran diri dari perusahaan. Purdi E Chandra, pendiri Primagama dan Enterpreneur University mengatakan bahwa ia sangat senang jika menerima sms dari seseorang yang mengatakan ia baru saja mengundurkan diri sebagai karyawan. Bukan berarti tidak simpati, tetapi menurutnya dengan berpijak pada kaki sendiri maka kita memperjuangkan impian kita bukan impian orang lain.
Dibuku ini juga Jaya Setiabudi memaparkan tentang prinsip orang yang ingin terjun sebagai pengusaha, misal prinsip nggak pakai tapi atau prinsip ngeyel. Artinya setiap calon pengusaha tidak boleh menggunakan banyak kata excuse (pembelaan diri) atau alas an-alasan dan juga harus ngeyel (persistensi) untuk menemukan hal-hal yang mendukung usaha yang ingin dibangun.

Banyak lagi ilmu dan pemaparan dari Jaya Setiabudi yang saya rasa sangat bergizi bagi kita yang ingin membuka usaha tetapi masih bingung. Ia mengajarkan bagaimana mencari modal, cara berhutang yang efektif serta trik-trik misal bagaimana beli rumah gratis. Diakhir buku Jaya memberikan satu kalimat sakti untuk para pembaca yaitu TAKE ACTION, MAKE IT HAPPEN yang artinya jika kita memiliki impian maka kita harus berubah/beraksi mulai dari sekarang untuk memulai meraihnya. Umur kita terasa begitu pendek, hari berganti begitu cepat. Tanpa terasa semua halnya berubah dengan pasti, tapi apakah kita membiarkan semuanya berubah sedangkan kita tidak bergerak alias diam.
Profil Jaya Setiabudi bisa diketahui lebih lanjut pada websitenya di Yukbisnis.com.
Posted by: Rafael Budi on: Mei 26, 2009
Minggu lalu saya dengan beberapa rekan mengikuti seminar James Gwee yang bertema “Creative Selling To Triple Your Sales”. Acara dimulai dari pkl 08.00-13.00 diselingi dengan 1 kali break. Sudah lama sekali saya berkeinginan untuk mengikuti seminar dari seorang yang disebut “Indonesia Favorite Trainer” ini. Baru sekaranglah kesempatan itu kesampaian. Meskipun membayar biaya keikutsertaan sebesar Rp. 300 ribu tetap saja berjubel para pelaku sales dari berbagai bidang ikut dalam seminar ini. Mulai dari agen asuransi, properti, marketing bank, distributor, hingga pengusaha.

James Gwee energik naik kepanggung dengan menyanyikan sebuah lagu berbahasa inggris yang berjudul “Do Something”. Kemudian sang trainer berbicara dengan lancar menyampaikan materi seminar dengan sesekali diselingi humor yang membuat ballroom hotel tempat diselenggarakan acara tersebut bergemuruh. Materi yang disampaikan sangat berbobot dan membuka pemikiran baru mengenai terobosan dalam dunia sales. Tidak perlu trik atau tips yang baru atau konsepsial, tinggal membuka kembali pemikiran lama dan memodifikasinya sehingga menjadi terobosan sales yang kreatif.

Kurang lebih 5 jam seminar memberikan pengetahuan dan pemikiran baru mengenai sales yang membantu dalam penerapan sehari-hari. Tinggal pertanyaan muncul ketika pulang, apakah materi yang diajarkan diterapkan atau tidak?. Jika tidak, sia-sialah investasi yang sudah dibayarkan.
Posted by: Rafael Budi on: Mei 25, 2009
Bicara tentang seorang manusia bernama Tukul, pastilah kita akan teringat dengan sosok lucu dan katrok dalam acara talk show “Bukan Empat Mata”. Saking populernya Tukul dengan acara yang identik dengan dirinya itu, konon kabarnya ia diprediksi sanggup mengumpulkan Rp. 17 milyar pertahun dari pekerjaannya sebagai presenter dan bintang iklan. Sehingga ia disebut sebagai salah satu entertainer terkaya dinegeri ini.
Acara talk show “Empat Mata” sebelum diberangus oleh KPI sehingga berubah nama menjadi “Bukan Empat Mata” merupakan salah satu acara yang banyak ditunggu oleh pemirsa televisi di Indonesia. Bahkan acara ini beberapa kali menjadi acara talk show favorit pemirsa versi beberapa lembaga rating. Akibatnya popularitas sang pembawa acara tersebut yaitu Tukul juga ikut terdongkrak. Sebenarnya bukan acara tersebut yang membuat Tukul terkenal, tetapi Tukullah yang membuat acara tersebut menjadi menarik dimata penonton.
Tingkah polah dan ekpresi yang lucu dan konyol serta gaya yang kampungan menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak masyarakat. Masyarakat seperti sudah bosan dengan acara-acara yang menampilkan lebih banyak sisi akting dari sang pelakon. Kecendrungannya adalah masyarakat lebih menyukai hal-hal yang lucu, alami dan menarik ditengah-tengah situasi dan kondisi ekonomi yang masih belum membaik.

Tentang Tukul ini saya mempunyai kekaguman sendiri akan sosok ini. Yang pertama adalah mengenai fisiknya. Banyak orang mengatakan ia mempunyai wajah yang jelek. Sebagian orang akan tersinggung, marah atau bahkan minder bila dikatakan seperti itu, tapi ia malah sebaliknya. Ia tidak tersinggung apalagi marah, wajah jeleknya malah dianggap sebagai salah satu keunggulannya. “Unik dan tidak ada duanya” begitu suatu kali ia berujar. Bahkan wajah jeleknya ini menjadi daya tarik bagi penikmat acara yang dibawakannya. Bicara minder?. Tidak sama sekali, ia begitu pede dengan semuanya itu. Bukan tidak tahu malu, tapi lebih cenderung bisa memanfaatkan pemberian Tuhan dengan bijak. May be. Jadi jika ada orang menganggap bahwa penampilan fisik adalah segala-galanya dan menganggap bahwa dengan kekurangan fisik adalah sebuah kesalahan dari penciptaan, maka ia sudah melakukan kesalahan yang paling fatal dalam hidupnya. Kenapa begitu, hal ini karena dengan mempunyai pikiran seperti itu maka setiap apapun yang dilakukan semuanya akan dilakukan dengan tidak percaya diri, selalu menganggap apapun tidak mampu dilakukan.
Berikutnya adalah sisi optimisme dan persistensi. Sisi masa lalu Tukul yang berasal dari keluarga miskin dan serba kesusahan ternyata tidak menghalangi mimpi besarnya untuk menjadi seorang entertainer. Banyak liku yang harus dilewati, penuh perjuangan dan dari sini optimisme dan persistensinya dibentuk. Optimis bahwa suatu saat mimpi tersebut bisa dicapai dibarengi dengan ketetapan hati untuk fokus pada impian tersebut.
Jika mendengar Tukul bercerita mengenai perjuangannya bisa sampai ia berada saat ini sungguh menarik. Saya menyaksikan sendiri ketika ia mengisahkan perjuangan hidupnya pada acara “Tatap Muka” di salah satu stasiun televisi. Ia mengatakan bahwa ia tidak pernah menyesali masa lalunya, kisah pedih dan kelam dari perjuangannya dianggap sebagai jembatan menuju suksesnya saat ini. Sukses baginya adalah kristalisasi keringat. Kerja keras tanpa kenal lelah. Keinginan belajar dan maju. Semua hal itu yang membuatnya menjadi seperti Tukul saat ini.
Yang ketiga adalah sikap rendah hati. Meskipun sudah kaya dan terkenal, Tukul dikenal sebagai sosok yang baik. Ia tidak melupakan rekan-rekannya semasa susah dahulu, ia juga membuka diri untuk orang-orang yang ingin belajar dan sukses seperti dirinya. Berbeda dengan kebanyakan orang sukses yang berlatar keluarga yang kurang mampu, Tukul menunjukkan bahwa dengan berubahnya status ekonomi tidak harus menyebabkan personalnya juga ikut berubah. Ia tetap low profil dan menunjukkan bahwa apa yang didapatkannya saat ini adalah buah kerja keras dan dukungan dari banyak orang juga. Tidak lupa Tukul juga menyisihkan sebagian rezekinya bagi kaum yatim dan miskin.
Sikap rendah hati lainnya ditunjukkan dalam kehidupan rumah tangganya. Beberapa waktu ini saya menonton ditelevisi mengenai keinginan istri kedua dari komedian Kiwil untuk bercerai. Adapun masalahnya adalah kecemburuan sang istri dalam hal mendapatkan kasih saying dari suaminya. Kiwil dianggap lebih sayang dan perhatian dengan istri pertamanya, apalagi ketika sang istri pertama mengandung anak keempatnya. Meskipun belum menyetujui tuntutan perceraian tersebut, tapi Kiwil menyatakan memang dengan beristri dua, ia tidak pernah bisa membagi secara adil kasih sayang kepada kedua istrinya itu. Jika dibandingkan dengan Tukul, pastilah sukses finansialnya Kiwil tidak ada apa-apanya. Tetapi dalam hal ini kesetiaan Tukul pada istrinya bisa diacungi jempol. Susi sang istri yang sering diplesetkan sebagai “similikiti” bukanlah sosok yang cantik dan menarik, tapi sang suami sampai saat ini tidak pernah berpaling. Jikalau diturutkan bukanlah hal yang sulit bagi Tukul untuk mencari wanita lain yang lebih cantik, karena pada setiap kesempatan ia selalu dikelilingi oleh banyak wanita cantik dan seksi.
Meskipun memiliki fisik yang mungkin kurang menarik, pastinya dimata Tukul ada hal lain yang lebih menarik dalam diri Susi ketimbang penampilan fisik semata. Dan itulah yang tidak dilihat oleh orang kebanyakan. Tidak seperti Kiwil yang baru ngetop sudah cari wanita baru yang lebih cantik dan muda.
Memang tidak ada manusia yang sempurna, tetapi mengambil hal-hal baik dari diri orang membuat kita bertumbuh dan mengerti akan kehidupan. Dibalik wajahnya yang ndeso dan tingkahnya yang konyol tersimpan teladan lain yang bisa dipelajari.
Komentar Terakhir